APAKAH ASPARTAME SAMA SEKALI BEBAS EFFEK SAMPING ???
Hasil penelitian
dari
the Massachusetts Institute of Technology, USA menunjukkan
bahwa minuman yang mengandung pemanis sintetik, berkalori rendah, Aspartame, da-
pat menyebabkan perubahan keadaan jiwa
(mood)
dan gangguan tidur.
Aspartame ialah dipeptida yang terdiri
dari
asam amino fenilalanin dan asam as-
partat.
Ditemukan oleh peneliti tersebut di atas suatu kenaikkan kadar fenilalain dalam
otak tikus yang telah diberi aspartame. Fenilalanin adalah zat pendahulu (precursor)
untuk catecholamine, suatu zat aktif yang mempengaruhi nafsu makan, tidur dan ke-
adaan jiwa. FDA dan G.D. SEARLES Co. tidak sepakat dengan penemuan ini.
OLH
Science, Nov. 1983
TUKANG
-
TUKANG KUBUR DALAM MASYARAKAT LEBAH
Telah diketahui bahwa para pekerja dalam masyarakat lebah mendapat tugas-tugas
khusus seperti membersihkan bilik-bilik dalam sarang memberi makan kepada larvae,
mengolah sari bunga, menjaga keamanan dan mencari makanan.
Para entomolog kini dapat menunjukkan bahwa selain tugas-tugas yang tersebut
diatas terdapat juga pekerja
-
pekerja yang bertugas khusus sebagai tukang kubur bang-
kai lebah.
Tugas ini ternyata termasuk penting juga, oleh karena bila tidak ada yang melaku-
kannya, maka jumlah bangkai lebah yang terkumpul akan menimbun Ik. 1 liter dalam
sebulan dan ini akan dapat menimbulkan penyakit serta dapat juga mendatangkan bi-
natang-binatang pemakan bangkai.
Pekerja
-
pekerja ini dapat "mencium" teman-teman sejenisnya yang sudah mati
untuk kemudian diangkatnya dengan mandibula, menarik keluar
dari
sarang lalu mem-
bawanya terbang sejauh 1k. 100 meter sebelum menjatuhkannya.
OLH
Science. No. 1 1983
PENGOBATAN PERSISTEN
ROTATOR CUFF TENDINITIS
DENGAN
PULSED
ELECTROMAGNETIC FIELD
(PEMF)
Penyebab nyeri bahu yang biasa pada orang dewasa adalah
rotator cuff tendinitis.
Pada kelainan ini, pemberian suntikan kortikosteroid lokal atau segala bentuk peng-
obatan konservatif lainnya sering tidak bermanfaat.
Di
bagian
Rheumatologi Rumah Sakit Adden Brooke, Cambridge, telah dilakukan
penelitian terhadap 29 pasien dengan persisten
rotator cuff tendinitis
secara
double
blind controlled.
Lima belas pasien (kelompok diobati) dipasangi koil dengan 50 lilitan
kawat tembaga pada bahu yang sakit. Koil ditempel dengan plester. Setiap kali ia di-
gunakan 1 jam. Setiap hari 5 - 9 kali. Koil itu dialiri listrik
dari
generator berpulsa
(73
±
2 Hz). Pada 14 pasien lainnya (kelompok kontrol) koil tadi pasif, tak dialiri
listrik.
Hasil penelitian membuktikan kegunaan terapi PEMF pada pasien dengan
rotator
cuff tendinitis
berat atau persisten, maupun lesi-lesi tendon kronik lainnya. Kemaju-
an yang maksimum dicapai dalam waktu 4 minggu sejak dimulainya pengobatan.
Aliran darah ke tendon pada orang dewasa biasanya buruk, sehingga penyembuh-
an terhadap lesi di tendon lambat. PEMF, dilaporkan mempercepat perbaikan tulang,
regenerasi saraf, penyembuhan ulkus pada
kulit,
kerusakan jaringan lunak
dari
per-
sendian dan nekrosis avaskular
dari
kaput femur. Sebagai tambahan, ia juga mening-
katkan pembentukan jaringan kolagen. Penemuan
-
penemuan inilah yang digunakan
sebagai dasar pengobatan
rotator cuff tendinitis
dengan PEMF. Kini terbukti bahwa
medan magnit/medan listrik itu mempengaruhi fungsi
-
fungsi tubuh.
(KRIS)
Lancet 1984; i : 696 - 8
56 Cermin Dunia Kedokteran No. 33, 1984