533
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
T
erapi jangka pendek atorvas-
tatin dosis tinggi mengurangi
akumulasi makrofag pada plak
artherosklerotik dibandingkan den-
gan pemberian obat-obat non-statin,
namun efek penurunan akumulasi
makrofag pada plak atherosklerosis ini
ditentukan oleh derajat penurunan ka-
dar LDL, bukan karena efek pleiotropik
atorvastatin. Hal ini ditemukan oleh dr.
Paolo Pauletto dan rekan dari
Univer-
sità degli Studi di Padova, Italia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk
membandingkan efek terapi atorvasta-
tin dosis tinggi vs dosis rendah vs tera-
pi non-statin (kolestiramin+sitosterol)
terhadap komposisi sel pada plak
arteri karotis dalam periode 3 bulan.
Secara khusus para peneliti ingin me-
neliti, apakah penurunan akumulasi
makrofag pada plak atherosklerosis/
sel otot polos pembuluh darah dis-
ebabkan karena penurunan kadar
LDL atau merupakan efek pleiotropik
obat. Penelitian melibatkan 60 pasien
hiperkolesterolemia yang tiga bulan
sebelum menjalani endarteretomi ka-
rotis, secara acak diberi terapi atorvas-
tatin 10 mg; atau 80 mg sehari ; atau
kolestiramin 8 gram plus sitosterol 2,5
gram sehari.
Hasil penelitian memperlihatkan bah-
wa pasien yang diberi atorvastatin 10
mg memiliki akumulasi makrofag yang
lebih rendah secara bermakna diband-
ingkan dengan kelompok yang ditera-
pi dengan kolestiramin plus sitosterol.
Akumulasi makrofag paling rendah
terjadi pada kelompok atorvastatin 80
mg. Selain itu para ahli penelitian me-
nemukan bahwa pada kelompok ini,
pada plak atherosklerotiknya ditemu-
kan sel otot polos pembuluh darah
lebih banyak dibandingkan dengan
kelompok kolestiramin plus sitosterol.
Para ahli juga menemukan bahwa tidak
ada satupun terapi yang berpengaruh
terhadap marker inflamasi, termasuk
hsCRP (high-sensitivity C-reactive pro-
tein). Tidak ada perbedaan bermakna
sehubungan dengan jumlah limfosit
antar kelompok peneliitan.
Setelah melakukan penyesuaian terh-
adap perubahan kadar kolesterol LDL,
perbedaan akumulasi makrofag dan
sel otot polos pembuluh darah antara
ketiga kelompok penelitian tidak lagi
berbeda bermakna. Para ahli menyim-
pulkan bahwa akumulasi plak selular
setelah pemberian obat ditentukan
oleh banyaknya penurunan kadar ko-
lesterol LDL, dan bukan karena efek
pleiotropok obat.
SIMPULAN:
· Pemberian atorvastatin dosis
tinggi jangka pendek lebih baik
dibandingkan dengan obat-obat
penurun lemak non-statin dalam
mengurangi akumulasi makrofag
pada lesi atherosklerosis, namun
efek penurunan akumulasi mak-
rofag ini terutama ditentukan de-
rajat penurunan kadar LDL, dan
bukan karena efek atorvastatin
· Hasil penelitian ini mendukung
guideline tatalaksana hiperlipi-
demia yang merekomendasikan
penurunan kadar kolesterol LDL
secara agresif. n (YYA)
REFERENSI :
1. Lipidsonline. Short-term, high-dose atorvas-
tatin reduces plaque macrophage accumu-
lation. [cited 2010 June 01]. Available from:
http://www.lipidsonline.org/news/article.
cfm?aid=9247
2. Puato M, Faggin E, Rattazzi M, Zambon A, Ci-
pollone F, Grego F, et al. Atorvastatin Reduces
Macrophage Accumulation in Atherosclerotic
Plaques. A Comparison of a Nonstatin-Based
Regimen in Patients Undergoing Carotid En-
darterectomy. Stroke 2010; 41: 1163 - 8. Ab-
stract [cited 2010 June 01]. Available from:
http://stroke.ahajournals.org/cgi/content/ab-
stract/STROKEAHA.110.580811v1
Penurunan Akumulasi Makrofag pada
Plak Atherosklerotik oleh Atorvastatin
Berhubungan dengan Derajat Penurunan LDL
BERITA
TERKINI
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 533
8/26/2010 3:39:48 PM