background image
214
| APRIL 2010
S
ejak awal tahun 1970-an, be-
berapa epidemiologis mulai
melaporkan adanya hubungan
yang konsisten antara depresi de-
ngan risiko ataupun morbiditas dan
mortalitas akibat kardiovaskuler. Dari
studi-studi tersebut salah satunya di-
simpulkan bahwa depresi merupakan
salah satu faktor independen kejadian
infark miokard dan mortalitas lainnya
akibat gangguan kardiovaskuler de-
ngan risiko relatif 1,5 sampai 2.
Mirip dengan hal tersebut disebutkan
bahwa pasien-pasien dengan penya-
kit jantung iskemik mempuyai risiko
depresi 3 ­ 4 kali lebih tinggi. Be-
gitu juga pasien-pasien yang dirawat
di rumah sakit dengan unstable an-
gina dan infak miokard yang depresi
meningkat risiko kematiannya akibat
gangguan jantung. Prevalensi depresi
mayor di antara pasien dengan gang-
guan kardiovaskuler ini diperkirakan
sebesar 15% - 23%. Banyak faktor
biologis yang berkontribusi dalam
meningkatkan risiko gangguan kar-
diovaskuler ini. Salah satu faktor yang
mendasari adalah adanya peningkat-
an aktivasi agregasi trombosit. Selan-
jutnya yang menjadikan pertanyaan
adalah, apakah mengobati depresi
akan menurunkan risiko kejadian kar-
diovaskuler ?.
Antidepresan trisiklik generasi lama
seperti diketahui mempunyai efek
samping serius pada sistem kardio-
vaskuler dan dikontraindikasikan pada
pasien sindrom koroner akut. Sedang-
kan sebaliknya SSRI merupakan anti-
depresan yang sudah jelas diketahui
mempunyai efek kardiotoksik rendah,
bahkan pada pasien dengan penyakit
jantung yang stabil. Namun tidak ada
data keamanan dan efektivitas SSRI
pada pasien post-infark miokard akut
(AMI) dan pasien dengan unstable an-
gina sampai saat ini.
Dari studi SADHART (Sertraline An-
tiDepressant Heart Attack Random-
ized Trial) yang melibatkan 364 pasien
depresi dengan ACS (Acute Coronary
Syndrome) diketahui tidak ada bukti
yang merugikan dengan terapi sertra-
line, bahkan terlihat kecenderungan
penurunan morbiditas dan mortalitas
di antara pasien yang diobati dengan
sertraline walaupun tidak bermakna
secara statistik. Hasil ini konsisten
dengan temuan penurunan morbidi-
tas dan mortalitas pada pasien yang
mendapat terapi SSRI dari beberapa
studi epidemiologis baru-baru ini,
termasuk studi pada 137 pasien post
­stroke yang mendapat terapi sertra-
line dan dipantau sampai dengan 1 ta-
hun. Hasil ini mendukung data bahwa
SSRI mungkin menurunkan morbiditas
dan mortalitas pada penyakit serebro
dan kardiovaskuler.
Namun hal ini menimbulkan pertan-
yaan mengenai mekanismenya. SSRI
secara umum dan sertraline khusus-
nya mempunyai potensi menurunkan
agregasi trombosit, SSRI mengham-
bat re-uptake serotonin tidak hanya
pada sel-sel saraf namun juga pada
trombosit.
Studi-studi lain juga menunjukkan ha-
sil positif sertraline. Sertraline menun-
jukkan efek akumulasi dan peningkat-
an derajat pH lisosom yang paling
tinggi jika dibandingkan dengan anti-
depresan lain. Peningkatan pH dalam
lisosom akan menghambat proses ok-
sidasi LDL dalam organela karena oksi-
dasi terjadi pada kodisi pH yang asam,
sehingga peningkatan pH akan meng-
hambat proses oksidasi LDL. Oksidasi
LDL tidak hanya terjadi dalam cairan
intersisial namun juga dalam lisosom.
Studi in-vitro tersebut menunjukkan
bahwa sertraline mempunyai potensi
sebagai lisosomotrofi
k kuat yang
mungkin menyebabkan hambatan
proses oksidasi LDL di dalam lisosom
dan pengaruhnya terhadap makrofag
pada lesi aterosklerotik dan oleh kare-
nanya sertraline mampu menurunkan
aterosklerosis sehingga diperkirakan
mempunyai potensi antiaterosklerotik.
(KTW)
REFERENSI:
1. Serebruany VL, Glassman AH, Malinin AI. et al.
Platelet/ Endothelial Biomarkes in Depressed
Patiens Treated with the Selective Serotonin
Re-Uptake Inhibitor Sertraline After Acute
Coronary Events. The Sertraline AntiDepres-
sant Heart Attct Randomized Trial (SADHART)
Platelet Study. Circulation 2003;108:939-44.
2. Glassman AH, O'Connor's CM, Callif RM et al.
Sertraline Treatment of Major Depression in
Patients with Acute MI or Unstable Angina.
JAMA 2002;288:701-9.
3. Mowla A, Namazi MR, Could Sertraline Afford
Protection Against Atherosclerosis? A Medi-
cal Hypothesis. Southern Medical J. 2008:
101(10): 1071-2.
Potensi Antiarterosklerosis Sertraline
BERITA
TERKINI
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 214
3/26/2010 1:49:31 PM