CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
124
K
anker usus besar (kolorektal) adalah kanker yang dapat
dicegah dan disembuhkan jika ditemukan pada stadium dini.
Lebih dari 90% pasien yang terdiagnosis penyakit ini memiliki
harapan hidup lebih dari 5 tahun.
Seperti umumnya proses timbulnya kanker, kanker usus besar
mulanya disebabkan oleh mutasi gen (bagian terkecil sel yang
mengkode pembuatan protein). Akibatnya timbul polip di
dinding usus. Polip ini merupakan lesi jinak; banyak orang mem-
punyai polip di dinding ususnya dan tidak menjadi kanker.
Tetapi diperkirakan sekitar 5% akan berkembang menjadi
kanker. Maka, strategi pencegahan kanker usus besar adalah
menghindari faktor-faktor pencetus mutasi gen dan mengetahui
serta membuang polip sedini mungkin.
Hal-hal yang bisa mencegah kanker usus besar, yaitu :
1. Mengkonsumsi makanan berserat dengan jumlah cukup.
Mengkonsumsi serat sebanyak 30 g/hari terbukti dapat menu-
runkan risiko timbulnya kanker usus besar sebesar 40% di-
bandingkan orang yang hanya mengkonsumsi serat 12 g/hari.
Kecukupan jumlah serat dapat diperoleh dari mengkonsumsi 8
porsi sayur dan buah, serta dari roti wholemeal.
2. Mengurangi konsumsi daging merah
Orang yang banyak mengkonsumsi daging merah (misal
daging sapi, kambing) atau daging olahan lebih dari 160 g/
hari (2 porsi atau lebih) akan mengalami peningkatan risiko
kanker usus besar sebanyak 35% dibandingkan orang yang
mengkonsumsi kurang dari 1 porsi per minggu. Konsumsi
daging merah berhubungan dengan terbentuknya senyawa
N-nitroso dalam fases yang dapat mencetuskan kanker usus
besar. Kebalikan dengan daging merah/daging olahan,
konsumsi ikan dapat menurunkan risiko. Untuk mengurangi
konsumsi daging merah, para ahli menganjurkan meng-
konsumsi daging unggas (ayam, bebek, dsb) dan ikan.
3. Menghindari obesitas
Selain faktor risiko untuk penyakit jantung koroner dan dia-
betes tipe 2, obesitas juga diketahui merupakan faktor risiko
untuk kanker usus besar, sehingga dianjurkan untuk mengu-
rangi berat badan bagi yang memiliki berat badan lebih.
Berolahraga rutin merupakan suatu cara menurunkan berat
badan yang baik, karena juga terbukti bermanfaat mencegah
kanker usus besar.
4. Hindari menghirup asap rokok
Asap rokok dan produk tembakau lain sudah terbukti me-
ningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus
besar. Perokok lebih banyak mengalami polip yang ber-
kembang menjadi kanker di usus besar. Hasil penelitian
menunjukkan peningkatan lebih dari 100% risiko pada perokok
dibandingkan orang yang tidak merokok.
5. Hindari konsumsi minuman berakohol
Selain merusak hepar, konsumsi minuman berakohol juga
berhubungan dengan peningkatan risiko kanker usus besar.
Beberapa gejala kanker usus besar meliputi : perubahan pola
buang air besar (BAB), terutama feses encer lebih dari 6 minggu.
Gejala lainnya adalah perdarahan dari anus, dapat bercampur
dengan feses maupun tidak. Pemeriksaan skrining rutin untuk
mendeteksi dini kanker usus besar adalah dengan pemeriksaan
darah samar dalam feses dan dapat dilanjutkan dengan
kolonoskopi. (LHS)
Referensi :
1. White V, Miller R. Colorectal Cancer: Prevention and Early Diagnosis. Med. Progr.35(10):481-5
2. Waspodo A. Kanker Kolorektal.Dharmais Cancer Hospital.www.dharmais.co.id
3. MedicalNewsToday.Ten Things You Can Do to Reduce Your Cancer Risk.2008.
www.medicalnewstoday.com
4. Peppone LJ et al. Colorectal Cancer Risk from Cigarette Smoking Increases Over 5 Decades.
American Society of Clinical Oncology.2008.26.Abstract
5. MedicalNewsToday. AICR Calls on Americans to Slash Red Meat Consumption.2008.
www.medicalnewstoday.com
Secara global, kanker usus besar merupakan jenis kanker tersering. Di Amerika
Serikat, kanker jenis ini menempati urutan ke tiga jenis kanker tersering pada pria
dan wanita, serta menempati posisi nomor 2 sebagai penyebab kematian tersering
akibat kanker. Di Indonesia, kanker ini termasuk dalam 10 besar kanker tersering.
B E R I T A T E R K I N I
Kanker
Usus Besar (Kolorektal)
Bisa Dicegah
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
B E R I T A T E R K I N I
123
Z
at-zat hasil proses fermentasi probiotik diantaranya
adalah butirat. Butirat merupakan asam lemak rantai pendek
dapat sebagai sumber energi terhadap sel-sel intestinal.
Selain itu beberapa manfaat lain, di antaranya adalah :
a. Butirat sebagai sumber energi
Butirat yang merupakan komponen SCFA (short chain fatty acid)
hasil fermentasi karbohidrat oleh bakteri probiotik ini meru-
pakan sumber energi; SCFA ini diperkirakan menyumbang
sekitar 5% - 15% total kalori yang dibutuhkan oleh tubuh.
b. Butirat dan proses peradangan
Berkurangnya butirat di dalam lumen usus akan mengganggu
suplai energi sel enterosit yang akan menyebabkan atrofi
mukosa usus; hal ini terjadi misalnya pada kolitis maupun
kolitis ulseratif. Butirat akan menurunkan konsentrasi TNF-alfa
pada proses peradangan.
c. Butirat sebagai agen penghambat karsinogenesis kolon
Mekanisme butirat sebagai agen antikarsinogenik diantaranya
dengan : induksi apoptosis, menghambat proliferasi, dan
promosi proses diferensiasi sel. Selain itu butirat juga meng-
hambat migrasi sel tumor dengan menghambat DAF (decay
accelerating factor), serta menghambat aktivasi prometastatik
metaloproteinase.
d. Butirat dan stres oksidatif
Terdapat bukti bahwa butirat mampu memodulasi stres
oksidatif, mampu menurunkan H
2
O
2
yang dapat menginduksi
kerusakan DNA, protein dan lemak. Jadi butirat mempunyai
efek terhadap aktivitas antioksidan intraseluler dan tehadap
sistem repair DNA.
e. Butirat sebagai barier pertahanan kolon
Komponen utama barier saluran cerna adalah lapisan musin
dan TFFS (trefoil factors) - mucin-associated peptide yang
mempengaruhi viskoelastisitas lapisan mukus. Butirat akan
meningkatkan sintesis musin, serta fungsi-fungsi lainnya.
f. Butirat dan permeabilitas epitel kolon
Efek butirat terhadap permeabilitas epitel kolon belum diketahui
pasti namun studi invitro maupun invivo menunjukkan bahwa
efek terhadap permeabilitas tergantung dari dosis, model atau
spesies yang digunakan. (TMB)
Referensi:
Hammer HM, Jonkers D, Vennema K et al. Review article: The role of Butyrate of Colonic
Function. Aliment Pharmacol Ther 2008;27:104-119.
Efek terapi atau manfaat dari konsumsi probiotik merupakan hasil berbagai mekanisme kerja
probiotik. Dari sekian banyak mekanisme kerja yang bermanfaat baik terhadap saluran cerna
maupun terhadap tubuh inang secara umum, salah satu di antaranya adalah adanya komponen
produk fermentasi atau produk metabolit proses fermentasi yang dilakukan oleh probiotik.
Manfaat Butirat terhadap
Manfaat Butirat terhadap
Fungsi Saluran Cerna
Fungsi Saluran Cerna
Manfaat Butirat terhadap
Fungsi Saluran Cerna