background image
ABSTRAK
VAKSIN ANTIMALARIA
Vaksin antimalaria ­ SPf 66 ­ telah
dinilai manfaatnya percobaan yang
melibatkan 586 anak usia 1­5 tahun di
Tanzania.
Sejumlah 274 anak menerima vaksin
tersebut ­ 1/4 ml. (1 mg. peptid) untuk
anak di bawah usia 5 tahun dan 1/2 ml.
(2 mg. peptid) untuk anak di atas usia 5
tahun ­ sebanyak tiga kali; saat mulai
percobaan, pada minggu ke empat dan
pada minggu ke 26.
Efek samping ringan ditemui pada
kurang dan 6% setelah tiga dosis.
Episode malaria dijumpai pada 73
anak kelompok vaksin dan pada 102
anak kelompok plasebo setelah tiga
dosis; dan kematian ditemui pada 1
anak di kelompok vaksin dan pada 5
anak di kelompok plasebo.
Perhitungan statistik menunjukkan
bahwa estimated vaccine efficiency
adalah sebesar 31% (95%CI: 0­52%,
p = 0,046).
Lancet 1994; 344: 1174­81
Hk
ASIKLOVIR OTC
Wellcome telah mengajukan per-
mintaan kepada FDA agar preparat
asjklovirnya (Zovirax®) dapat dijual
bebas (OTC). Selama ini, baru preparat
topikalnya yang telah bisa dijual bebas
di pasar Eropa.
Scrip OTC News 1994; 9.4
Brw
ESTROGEN MENCEGAH FRAK-
TUR AKIBAT OSTEOPOROSIS
Selain dapat mencegah osteoporosis,
kombinasi suplemen kalsium dengan
estrogen juga mencegah fraktur pada
wanita yang telah menderita penipisan
tulang.
Para wanita yang menggunakan
suplemen estrogen juga dianjurkan un-
tuk mengkombinasikannya dengan 1500
mg. kalsium per hari dikonsumsi ber-
sama makanan, sebaiknya dalam bentuk
kalsium sitrat yang lebih mudah diserap
daripada bentuk kalsium karbonat.
Akibat osteoporosis, di AS separuh
dan wanita berusia lebih dan 50 tahun
dan sepertiga pria berusia lebih dan 75
tahun pernah mengalami patah tulang,
dan sekitar 30.000 orang meninggal
akibat komplikasinya setiap tahun.
MCHL (May) 1993; 11(5): 3
idn
LOVASTATIN UNTUK MENCE-
GAH RESTENOSIS
Lovastatin diselidiki efektivitasnya
dalam mencegah restenosis setelah
angioplasti koroner. Sejumlah 404
pasien, 203 pasien mendapat lovastatin
2 dd 40 mg/hari dan 201 pasien men-
dapat plasebo; dan 404 pasien tersebut,
384 pasien menjalani angioplasti ko-
roner, 354 di antaranya berhasil; dan
321 pasien menjalani pemeriksaan
angiografi ulangan setelah 6 bulan.
Pada awal studi, dua kelompok ter-
sebut tidak berbeda derajat stenosis-
nya: 64 ± 11% di kelompok lovastatin
dan 63± 11% di kelompok plasebo (p =
0,22). Meskipun terdapat pengurangan
kadar LDL-kolesterol sebesar 43% di
kelompok lovastatin, angiografi ulang
an setelab 6 bulan menunjukkan steno-
sis sebesar rata-rata 46±20% di kelom-
pok plasebo dan sebesar rata-rata 44 ±
21% di kelompok lovastatin (p = 0,50).
Agaknya lovastatin tidak mencegah
ataupun memperlambat restenosis da-
lam waktu 6 bulan setelah tindakan
angioplasti koroner.
N. Engl. J. Med. 1994; 331: 1531­7
Hk
DEPAKOTE UNTUK MANIK
Depakote® (divaiproex sodium),
suatu obat antiepilepsi, telah diusulkan
untuk disetujui penggunaannya pada
episode manik gangguan bipolar. Bila
berhasil, maka ini merupakan obat ke
dua yang dapat digunakan untuk indi-
kasi tersebut selain lithium yang telah
dipakai selama 25 tahun.
Dalam suatu percobaan, pasien-
pasien manik dibagi atas tiga kelom-
pok: 69 orang mendapat Depakote®, 36
orang mendapat lithium dan 74 orang
mendapat plasebo. Pada hari ke sepuluh,
kelompok Depakote® telah menunjuk-
kan perbaikan yang bermakna. Sedang-
kan pada percobaan lain, obat ini ber-
manfaat untuk orang-orang yang sebe-
lumnya resistensi terhadap lithium.
Dosis yang dianjurkan mula-mula
3 dd 250 mg.Ihari, kemudian dinaikkan
sampai tercapai kadar plasma 50 ug/ml.
Efek samping yang ditemukan
berupa mual, muntah, dan nyeri kepala.
Scrip 1995; 1999: 22
Brw
ANTIEPILEPSI BARU
Lamictal® (lamotrigine) ­ obat anti-
epilepsi baru dan Wellcome ­ telah di-
setujui penggunaannya sebagai mono-
terapi epilepsi di Inggris, Belanda dan
Afrika Selatan; selama ini obat tersebut
baru diindikasikan sebagai add-on
therapy.
Obat ini lebih kecil pengaruhnya ter-
hadap fungsi kognitif dan kemampuan
belajar, dan dapat digunakan pada wa-
nita usia produktif karena tidak mem-
pengaruhi efektivitas kontrasepsi oral,
dan sampai saat ini diketahui tidak ber-
sifat teratogen. Meskipun demikian,
Inggris baru membatasinya untuk peng-
gunaan pada dewasa dan anak-anak di
atas usia 12 tahun.
Salah satu kendala obat ini ialah
biaya pengobatan yang lebih mahal.
Scrip 1995; 1999: 23
Brw
Cermin Dunia Kedokteran No. 101, 1995
62
background image
ABSTRAK
PENGHENTIAN OBAT ANTIEPI-
LEPSI
Studi penghentian pengobatan anti-
epilepsi di Inggris menunjukkan bahwa
terdapat faktor-faktor prognostik yang
meningkatkan risiko kambuh; yaitu:
usia lebih dari 16 tahun saat mulai sakit,
menggunakan Lebih dan satu antikon-
vulsan, masih adanya serangan setelah
pengobatan dimulai, riwayat serangan
tohik-kionik, riwayat serangan mio-
kionik dan EEG yang abnormal selama
periode bebas kejang setahun terakhir.
lnpharma 1995; 970: 14
Brw
ANTIBIOTIK UNTUK PASIEN
CEDERA KEPALA
Praktek penggunaan antibiotik pron-
laksis pada pasien trauma kapitis masih
sering dijumpai; baru-baru ini sekelom-
pok peneliti di Inggris telah mengeluar-
kan rekomendasi sebagai berikut:
1) Antibiotik dapat memberikan pro-
teksi pada tindakan bedah non implant
yang bersih; digunakan sefalosporin
generasi pertama atau kedua dengan
dosis tunggal intravena sesaat sebelum
anestesi dan diulang tiap 3 jam selama
prosedur operasi.
2) Profilaksis antibiotik diberikan pada
tindakan operasi clean, contaminated
menggunakan ko-amoksiklav atau
kombinasi sefalosporin generasi per-
tama/kedua dengan metronidazol dosis
tunggal sesaat sebelum anestesi dan
diulang tiap 3 jam selama prosedur
operasi.
3) Pada pembedahan shunt belum ada
kesepakatan; untuk mencegah infeksi
shunt (internal) dapat diberikan van-
komisin atau gentamisin intraventrikel
saat operasi, sedangkan pencegahan
infeksi eksternal menggunakan sefa-
losporin seperti pada prosedur bedah
lain.
4) Antibiotik tidak digunakan sebagai
profilaksis pada fraktur kranium yang
disertai kebocoran cairan serebrospinal.
Lancet 1994; 344: 1547­51
Hk
AMOKSISILIN UNTUK INFEKSI
KLAMIDIA
Infeksi genital yang disebabkan
kiamidia biasa diobati dengan eritro-
misin; para peneliti di Quebec, Kanada
mencoba alternatif lain dengan meng-
gunakan amoksisilin. Pengobatan de-
ngan amoksisilin 3 dd 500 mg/hari atau
eritromisin 4 dd 500 mg/hari selama 7
hari dilakukan atas 210 wanita hamil
dengan infeksi klamidia trachomatis
secara acak.
Follow-up berupa kultur dilakukan
21 hari setelah pengobatan, pada keha-
milan fase lanjut dan pada bayi 1 minggu
setelah dilahirkan. Hanya satu kultur
positif dan wanita hamil trimester ke-
tiga yang mendapat amoksisilin. Sebe-
las wanita hilang dalam follow-up.
Penghentian pengobatan akibat efek
samping dilakukan pada I (dari 100)
wanita kelompok amoksisilin dan pada
12 (dari 99) wanita kelompok eritro-
misin (p = 0,002). Gangguan gastro-
intestinal berat lebih sering dijumpai di
kelompok eritromisin (31% vs. 6%, p <
0,001),sedangkan kegagalan sebesar 2%
di kelompok amoksisilin dan 12% di
kelompok eritromisin (p = 0,005).
Amoksisilin dapat dipertimbangkan
sebagai alternatif pengobatan infeksi
klamidia pada wanita hamil.
Lancet 1994; 344: 1461­65
Hk
MANFAAT BIOPSI KELENJAR
GETAH BENING LEHER
Hasil pemeriksaan patologi anato-
mik atas jaringan hasil biopsi kelenjar
getah bening leher untuk membantu
mendiagnosis keganasan ternyata
masih rendah.
Dari 175 pasien yang menjalani
pemeriksaan tersebut selama Januari ­
Oktober 1994 di RS Hasan Sadikin,
Bandung, sensitivitasnya hanya 55%
dan spesifisitasnya 44%; sedangkan
positive predictive valuenya sebesar
13%.
PIT X IKABI 1995, hal. 112
Brw
EPILEPSI PASCA TRAUMA
Dari 952 pasien cedera kepala yang
berobat ke RSUD Dr. Soetomo, Sura-
baya selama bulan Januani ­ Juli 1994,
28 (2,94%) mengalami epilepsi pasca
trauma; 7 pasien menderita serangan
epilepsi dalam satu jam pertama, 18
(64%) dalam 1 ­ 24 jam dan 3 (10,7%)
setelah 24 jam.
Di antara pasien epilepsi pasca
trauma tersebut, 23 (82%) mempunyai
Skala Koma Glasgow kurang dan 13
selama lebih dan 24 jam, 15 (53,6%)
mempunyai defisit neurologik, 13
(46,4%) fraktur tengkorak dan 10
(35,7%) di sertai hematoma intra-
kranial yang bermakna.
Serangan epilepsi berupa kejang mo-
torik umum (10 pasien­35,7%), kejang
motorik fokal (15 pasien ­ 53,6%) dan
tipe Jackson (3 pasien ­ 19,7%).
PIT X IKABI 1995, hal. 112
Brw
HEMATOMA SUBDURAL
Penelitian retrospektif selama 4 tahun
(Januari 1990­ Desember 1993) di RS
Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
mendapatkan 56 kasus hematoma sub-
dural akut. Operasi dilakukan atas 25
kasus, sisanya ditangani secara konser-
vatif.
Dari 25 kasus yang dioperasi, 20 ka-
sus meninggal dunia; sedangkan dari 31
kasus yang dirawat konservatif, 8
kasus meninggal dunia.
PIT X IKABI 1995, hal. 112
Brw
Cermin Dunia Kedokteran No. 101, 1995 63