ABSTRAK - ABSTRAK
PERANG NUKLIR DAPAT MENYEBABKAN
SINDROM SERUPA AIDS
Menurut peneliti dari Brown University, orang-
orang yang selamat setelah perang nuklir akan
mengalami sindrom, di mana kekebalan tubuh
terhadap penyakit akan jauh menurun, menye-
rupai "Acquired Immune Deficiency Syndrome"
(AIDS).
Dengan meningkatnya korban terhadap radiasi
ultraviolet, trauma fisik, luka bakar, kurang gizi
dan stress psikososial akan merusak fungsi selsel
T yang merupakan komponen darah yang penting
untuk memerangi penyakit-penyakit yang
disebabkan oleh karena bakteri, virus dan jamur.
Akibatnya akan terjadi epidemi tuberkulosis,
lepra, pneumonia, dan kanker.
SUPLEMEN KALSIUM. JANGAN DIGUNA-
KAN UNTUK MENGONTROL TEKANAN
OARAH
Preparat kalsium dapat dijumpai dalam berbagai
bentuk kemasan, seperti: bubuk, tablet dan kap-
sul. Para wanita sering menggunakan tambahan
kalsium ini untuk mencegah terjadinya osteo-
porosis.
Akhir-akhir ini, beberapa peneliti menyimpul-
kan rendahnya diet kalsium dalam makanan kita
sehari-hari dapat meningkatkan tekanan darah.
Dalam ,suatu percobaan, pada suatu kelompok
orang percobaan diberikan diet kalsium tambahan
sebanyak 1000 mg perhari dalam bentuk tablet.
Hasilnya: sebagian dari mereka, baik yang tekanan
darahnya normal atau yang memang menderita
hipertensi ringan, tekanan darahnya sedikit
menurun. Atas dasar itulah para dokter
memberikan tambahan kalsium pada penderita
hipertensi borderline maupun hipertensi ringan.
Bahkan ada yang menyimpulkan, bila pada se-
luruh orang dewasa diberikan kalsium tambahan
dalam dietnya, insidensi tekanan darah tinggi
akan menurun.
Tapi, konklusi di atas masih terlalu prematur.
Jumlah kalsium yang dianjurkan perhari adalah
800 mg pada laki-laki dan 1500 mgpada wanita.
Diet kalsium yang berlebihan selama waktu ter-
tentu dapat menyebabkan timbulnya risiko buruk
yang lain. Sebagai contoh: batu ginjal dan
kerusakan ginjal.
Karena hipertensi merupakan faktor utama
sebagai penyebab timbulnya penyakit jantung,
sungguh merupakan suatu berita baik bila diet
kalsium yang berlebihan dapat menurunkan te-
kanan darah secara aman.Tapi penyelidikan yang
lebih teliti dan mendalam masih diperlukan se-
belum kita tabu pasti keuntungan dan kerugian
diet tambahan kalsium tadi.
Mayo Clinic Health Letter, March 1987
TARTRAZINE
Tartrazine yang juga dikenal dengan nama FD&C
Yellow No. 5 merupakan zat warna makanan
yang paling sering menimbulkan gejala-gejala me-
nyerupai alergi. Zat warna ini banyak digunakan
dalam minuman, makanan, kosmetik dan obat.
Gejala-gejala tersebut meliputi angioedema, bron-
kial rinitis, urtikaria- dan bahkan dapat menye-
babkan anafilaksis.
Sensitivitas terhadap tartrazine nampak lebih
tinggi pada penderita asma dan mereka yang
alergi terhadap aspirin. Menurut FDA, ada sekitar
50.000 -- 100.000 orang Amerika yang sensitif
terhadap zat warna ini. Sehubungan dengan hal
tersebut di atas, makanan yang diperuntukkan
untuk manusia yang mengandung FD&C Yellow
No. 5 yang beredar di USA, termasuk mentega,
keju dan. es krim harus mencantumkan adanya zat
warna tersebut.
Peraturan dari
.
FDA yang berlaku efektif sejak
26 Juni 1980 mensyarakatkan untuk dicantum-
kannya adanya zat warna FD&C Yellow No. 5
pada label obat keras san obat bebas yang me-
ngandung zat warna tersebut yang diperuntukkan
bagi manusia, baik yang diberikan secara per oral,
nasal, rektal maupun melalui vagina. Label obat
tersebut harus berisi pernyataan seperti: "Meng-
andung FD&C Yellow No. 5 (tartrazine) sebagai
zat warna" atau "Mengandung zat-zat warna ter-
masuk FD&C Yellow No. 5 (tartrazine)". Pada
label juga harus dicantumkan peringatan bahwa
obat tersebut mengandung FD&C Yellow No. 5
(tartrazine) yang dapat menyebabkan reaksi alergi
(termasuk asma bronkial) pada orangorang yang
peke-. Walaupun sensitivitas terhadap FD&C
Yellow No. 5 (tartrazine) frekuensinya rendah,
tetapi sering dijumpai pada pasien dengan
hipersensitivitas terhadap aspirin.
(Doug FM, All About Food Allergy, p.20-23)
Cermin Dunia Kedokteran No. 47, 1987
60