background image
531
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
P
enelitian epidemiologi menun-
jukkan bahwa resistensi insulin
atau diagnosis diabetes mel-
litus tipe 2 berkaitan dengan risiko
terjadinya keganasan epithelial di
antaranya kanker payudara post-
menopause, prostat, kolon dan gin-
jal, meskipun adapula beberapa pe-
neliti lain yang tidak menyetujuinya.
Penelitian lain juga menunjukkan
kadar insulin puasa yang tinggi pada
wanita meningkatkan risiko kanker
payudara, lebih lanjut pasien kanker
payudara dan menderita pula dia-
betes mellitus, mortalitasnya lebih
tinggi dibandingkan pasien kanker
payudara non diabetes.
Oleh karena itu perbaikan resistensi
insulin dan koreksi hiperinsulinemia
mungkin dapat menjadi strategi yang
efektif untuk menurunkan risiko kanker
payudara dan menurunkan risiko mor-
talitas pada pasien kanker payudara
dengan diabetes.
Landasan pemikirannya adalah bahwa
diabetes tipe 2 memiliki karakteristik
resistensi insulin dan hiperinsulinemia,
dan insulin memiliki efek metabolik
termasuk efek mitogenik diperantarai
oleh reseptor IGF (insulin like growth
factor)-1 dan reseptor insulin; sedan
factor
factor
-
gkan metformin bekerja memperbaiki
hiperinsulinemia dan resistensi insulin
terutama dengan menurunkan gluko-
neogenesis di hati dan meningkat-
kan ambilan glukosa darah ke otot.
Penelitian in vitro menunjukkan pada
sel kanker payudara metformin tidak
hanya bekerja sebagai "insulin sen-
sitizing drug" tetapi mampu sebagai
penghambat pertumbuhan, diperan-
tarai dengan upregulasi aktivitas AMP
activated protein kinase (AMPK) dan
menekan aliran sinyal pada mTOR
(mammalian Target of Rapamycin).
Dengan hasil kerja tersebut diduga
metformin akan secara langsung bek-
erja sebagai antitumor dengan men-
gaktivasi AMPK dan konsekuensi akh-
irnya akan menggangu metabolisme
sel kanker.
Berdasarkan hal di atas, peneliti di
Inggris menggunakan data General
Practice Research Database (GPRD)
untuk case control analysis menye-
lidiki hubungan antara penggunaan
jangka panjang metformin dan obat
hipoglikemik lainnya terhadap risiko
berkembangnya kanker payudara.
Penelitian ini melibatkan 22.621 pasien
wanita yang setidaknya menerima satu
peresepan OHO (Obat Hipoglikemik
Oral) dalam 1 penelitian. Dalam pe-
nelitian ini teridentifikasi 305 pasien
terdiagnosis kanker payudara yang
memenuhi kriteria inklusi dengan rata
rata usia 67,5 tahun pada saat kanker
terdiagnosis, dengan kelompok kon-
trol (matched) adalah 1.153 wanita be-
bas dari kanker
Penggunaan Jangka Panjang
Metformin Menurunkan Risiko
Kanker Payudara
Tabel 1. Karakteristik respoden kelompok kasus dan kelompok kontrol
BERITA
TERKINI
background image
532
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
Karakteristik kelompok kasus dan
kontrol sbb (tabel 1):
Proporsi usia, BMI, status merokok,
penggunaan hormonal, riwayat dia-
betes, persentase kadar HbA1c dan
fungsi jantung dan hati pada kedua
kelompok sebanding.
Odd ratio pada kelompok non met-
formin adalah 1,03 (95% CI, 0,76-1,39)
pada pemberian insulin, sulfonylurea,
thiazolidinediones, sedangkan lama
penggunaan metformin lebih dari 40
kali peresepan (5 tahun) menurunkan
risiko kanker payudara dengan OR
0,44 (95% CI 0,24-0,82, p = 0,01).
Analisa
lebih
lanjut
dengan
mengeksklusi kelompok metformin
yang juga mendapatkan insulin pada
peresepan di atas 40, antara kelom-
pok metformin dan non metformin
didapatkan OR kelompok metformin
0,42 (95% CI 0,21-0,87, p = 0,02), se-
dangkan pada kelompok non metfor-
min tidak ada perubahan.
SIMPULAN
Hasil observasi tersebut makin mengu-
atkan bukti ilmiah pemberian metfor-
min dalam periode lama nampaknya
berkaitan dengan penurunan risiko
kanker payudara, meskipun penelitian
ini hanya berupa penelitian observasi
sehingga kaitan langsung tidak dapat
disimpulkan. n (ARI)
REFERENSI
1. GW Landman et al. Metformin associated
with lower cancer mortality in type 2 diabetes
(ZODIAC-16). Diabates Care 2009
2. M.Bodmer et al. Long term metformin use is
associated with decreased risk of breast can-
cer. http://care.diabetesjournals.org
Tabel 2. Proporsi Kombinasi Antidiabetik pada Kelompok Kasus dan Kelompok Kontrol.
Tabel 3. Korelasi Terjadinya Kanker Payudara pada Pasien Diabetes yang mendapatkan
terapi OHO dan Insulin
BERITA
TERKINI
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 532
8/26/2010 3:39:46 PM