background image
299
| MEI - JUNI 2010
B
anyak bukti yang menunjukkan
bahwa vitamin D berperan pent-
ing dalam mencegah penyakit
dan menghindarkan orang lanjut usia
dari risiko terjatuh.Selain itu,orang-
orang dengan kadar vitamin D tinggi
berisiko hampir lima puluh persen
lebih rendah mengalami penyakit jan-
tung atau diabetes. Orang-orang bisa
meningkatkan kadar asupan vitamin
D melalui diet dan paparan sinar ma-
tahari, paling tidak 30 menit dua kali
seminggu.
Tim peneliti dari Warwick Medical
School menemukan bahwa orang-
orang dengan kadar vitamin D tinggi
dalam darah berisiko 43 persen lebih
rendah mengalami penyakit kardio-
vaskular, diabetes tipe2 dan sindrom
metabolik. Hasil ini dipublikasikan di
jurnal medis Maturitas seperti dikutip
situs dailymail.com.. Selain itu, risiko
diabetes tipe 2 berkurang sebanyak
55 persen dan risiko sindrom metabo-
lik berkurang hingga setengahnya.
Salah satu peneliti, Dr Johanna Parker,
menyatakan bahwa review tersebut
tidak menyertakan orang-orang yang
menggunakan
suplemen
vitamin
D."Kami menganjurkan untuk men-
gonsumsi diet sehat dengan dua atau
tiga porsi ikan seminggu dan lima por-
si buah dan sayuran."
Sekitar 90 persen vitamin D berasal
dari cahaya matahari. Jadi "Orang-
orang sebaiknya terpapar sinar ma-
tahari 30 menit dua kali seminggu. Ar-
tinya, membiarkan wajah dan lengan
terpapar tanpa menggunakan sun-
screen." Cara ini, menurut dia, akan
memberikan vitamin D yang cukup
untuk tubuh.
Cara kerja vitamin D belum sepenuh-
nya dipahami. Vitamin ini memperlam-
bat pertumbuhan sel-sel kanker dan
meningkatkan fungsi pembuluh darah
atau sistem kekebalan tubuh.
Vitamin D bisa ditemukan pada maka-
nan seperti salmon, tuna dan oily fish
lainnya. Vitamin D juga seringkali di-
tambahkan ke dalam susu. Suplemen
vitamin D tersedia dalam dua bentuk,
vitamin D2 dan D3. Peneliti meng-
anjurkan vitamin D3 karena lebih aktif
dan efektif.
Di Inggris, Food Standards Agen-
cy tidak menganjurkan dosis vitamin
D harian yang spesifik kecuali untuk
orang-orang tertentu. Badan ini me-
nyarankan konsumsi 10 mcg gram vi-
tamin D sehari untuk orang lanjut usia,
perempuan hamil, orang Asia , orang
yang sangat sedikit terpapar sinar ma-
tahari dan orang yang tidak makan da-
ging atau ikan.
Institusi ini juga menyatakan bahwa
suplemen harian sebanyak 25 mcg ti-
dak akan membahayakan.
Konsumsi suplemen vitamin D berle-
bih dalam jangka panjang, menurut
peneliti, akan membuat tubuh me-
nyerap terlalu banyak kalsium; hal ini
justru akan memperlemah tulang dan
kemungkinan merusak hati dan ginjal.
n
(NFA)
Vitamin d Mencegah Penyakit
jantung dan diabetes
BERITA
TERKINI
CDK ed_177 mei ok2.indd 299
4/25/2010 7:43:40 PM