background image
368
B
e
R
I
T
A
T
e
R
K
I
n
I
|
a g u s t u s 2 0 0 9
369
|
a g u s t u s 2 0 0 9
B
e
R
I
T
A
T
e
R
K
I
n
I
M
enurut penelitian di
Royal Edinburgh Hos-
pital Skotlandia, orang
yang tampak rata-rata
15 tahun lebih muda
dibandingkan umurnya adalah mereka
yang cenderung melakukan hubungan sek-
sual setiap hari.
Masalahnya, kemampuan hubungan
seksual setiap hari, tergantung pada kebu-
garan seksual.
Kebugaran seksual ialah kemampuan
seseorang untuk melakukan aktivitas sek-
sual dengan sempurna tanpa menimbulkan
kelelahan berarti (O Relly, 1983; Pangkahi-
la, I A, 1992). Faktor yang mendominasi
kebugaran seksual antara lain : faktor fisik,
psikis, sosial kultural, lingkungan dan pen-
galaman seksual (Pangkahila IA, 2007)
Latihan kebugaran seksual adalah sua-
tu paket pelatihan kebugaran jasamani,
pelatihan otot dasar panggul, paha, pantat,
perut dan punggung, untuk meningkatkan
kebugaran seksual seseorang. (Lance and
Latihan Kebugaran,
Varikokel dan Sildenafil
Makalah pada Kongres Nasional PANDI X &
1.
PERSANDI II, Surabaya 28-30 Mei 2009 oleh
Prof. Dr. Dr. O.S Tendean, SpAndr (Manado).
Sumber
Agardy, 1981; Pangkahila,1992).
Dari hasil penelitian Prof.Dr. O.S Ten-
dean, SpAndr dari Manado, Sulawesi Utara
pada tahun 1995, ternyata tidak semua la-
tihan kebugaran seksual dapat meningkat-
kan kebugaran seksual; misalnya, latihan
lompat katak untuk otot paha dan panggul
dapat menyebabkan varikokel. Varikokel
adalah pelebaran vena daerah skrotal, me-
nyebabkan gangguan fungsi testis sehing-
ga kualitas sperma terganggu, berakibat
infertilitas pria ( 8% -23%) dan gangguan
potensi seksual pria (Disfungsi Ereksi / DE
sebesar 30%). Latihan lompat katak untuk
kebugaran fisik maupun kebugaran seksu-
al tidak lagi dianjurkan. (Steeno et al 1976;
Adimoelja et al, 1980; Comhaire et al, 1991;
Tendean OS, 1995).
Ada Latihan Kegel yang ditemukan
oleh Dr. Arnold Kegel pada tahun 1940
untuk membantu wanita mengendalikan
kandung kemih. Latihan ini juga dapat
membantu pria mempertahankan ereksi,
mendapatkan orgasme yang lebih kuat dan
daya tahan yang lebih lama; fokusnya ada-
lah otot yang mengendalikan aliran urin.
Terdiri dari tiga latihan dasar yang semua-
nya cukup sederhana. Pertama, bayang-
kan anda ingin menghentikan aliran urin;
and a akan merasakan otot-otot selangkang
mengencang; tahan sampai hitungan tiga.
Untuk latihan kedua, kencangkan dan
kendurkan otot yang sama secepat mung-
kin. Untuk latihan ketiga, bayangkan anda
memaksa tetes urin terakhir keluar setelah
mengosongkan kandung kemih anda. Pada
wanita latihan ini dapat mengendalikan or-
gasme dan pada sebagian pria mendapat-
kan orgasme yang lebih panjang. n
IWA
K
ombinasi dua jenis anti-
biotik yang sudah dipakai
untuk mengobati infeksi
bakteri lain kemungkinan
dapat mengobati tuberkulo-
sis yang resistan terhadap obat secara luas
(TB-XDR). Hal itu dilaporkan oleh para
ilmuwan dari Universitas Yeshiva New
York dalam jurnal Science edisi 27 Februa-
ri 2009.
Apabila hasil penelitian pada manusia
yang akan dimulai pada akhir 2009 di Af-
rika Selatan dan Korea Selatan juga serupa
maka, "temuan ini mungkin merupakan
salah satu pengembangan penelitian TB
yang paling memberi harapan sejak pene-
muan isoniazid ­ temuan yang sangat
menggembirakan," dikatakan oleh Profesor
William Jacobs dari Fakultas Kedokteran
Albert Einstein Universitas Yeshiva.
Pengobatan saat ini untuk TB yang
resistan terhadap berbagai jenis obat (TB-
MDR) merupakan pengobatan jangka
panjang dan toksik serta sering menyeng-
sarakan pasien. Beberapa pengobatan da-
pat berlangsung selama dua tahun. Dalam
kasus TB-XDR, keadaannya lebih sulit lagi.
Pasien TB-XDR sudah mengembangkan
atau mendapatkan jenis TB yang resistan
terhadap sebagian besar obat TB lini kedua,
dan kesempatan untuk sembuh lebih ren-
dah dibandingkan TB yang hanya resistan
terhadap isoniazid dan rifampisin (definisi
baku untuk TB-MDR.)
Dalam beberapa tahun ini TB-XDR su-
dah dilaporkan di 45 negara, dengan ting-
kat tertinggi dilaporkan di Eropa Timur,
Asia dan Afrika Selatan.
Jangkitan di Afrika Selatan telah
menim bulkan kekhawatiran khusus kar-
ena muncul pada pasien AIDS dan dokter
yang merawat mereka.
Penelitian yang dilakukan di Fakultas
Kedokteran Albert Einstein dirancang un-
tuk menentukan apakah mungkin untuk
membuat mikobakteri TB (mTB) yang
rentan terhadap antibiotik dari golongan
laktam-ß. Antibiotik golongan itu, yang
mengandung penisilin belum terbukti ak-
tif terhadap mTB karena mTB mengand-
ung enzim yang disebut laktamase-ß yang
menghambat kegiatan antibiotik laktam-ß.
Penghambat laktamase-ß dikembang-
kan untuk mengatasi dampak enzim terse-
but, yang ditemukan pada banyak bakteri
dan tercatat banyak yang menyebar sejak
antibiotik ditemukan. Laktamase-ß pada
mTB secara khusus sulit diatasi; dua peng-
hambat laktamase-ß tidak efektif mela-
wannya.
Namun asam klavulanik, satu-satunya
penghambat laktamase-ß yang disetujui
oleh Badan Pengawas Makanan dan Obat
(FDA) AS, menghambat enzim tersebut
secara permanen. Oleh karena itu para
peneliti mengamati kegiatan antibiotik lak-
tam-ß meropenem yang dikombinasikan
dengan asam klavulanik terhadap 13 jenis
TB-XDR dan jenis mTB rekayasa yang
tidak resistan terhadap obat.
Meropenem dipilih setelah antibiotik
laktam-ß diuji coba secara luas sebagai obat
yang paling berpotensi untuk menghambat
pertumbuhan mTB, dan diuji dalam bia-
kan sel dengan klavanulat. Penyembuhan
secara sterilisasi ­ pemberantasan mTB se-
cara tuntas ­ tercapai dalam kurun waktu
9-13 hari, dan kombinasi obat itu setara
efektifnya untuk jenis TB yang rentan dan
yang resistan terhadap obat.
Apabila temuan itu juga terjadi dalam
penelitian pada manusia, penggunaan ke-
dua obat itu berpotensi menyederhanakan
pengobatan TB yang resistan terhadap obat
dari 4-6 jenis obat menjadi dua jenis obat,
dikatakan oleh Profesor John S. Blanchard
dari Fakultas Kedokteran Albert Einstein.
National Institute of Allergy and Infec-
tious Diseases AS, yang turut mendanai
penelitian itu, saat ini sedang membahas
bersama produsen obat untuk menyedia-
kan klavanulat dalam bentuk yang cocok
untuk penelitian (saat ini hanya tersedia
dalam bentuk gabungan dengan amoksisi-
lin). Uji coba pertama direncanakan di Ko-
rea Selatan pada akhir 2009 terhadap 100
pasien. Sementara itu Fakultas Kedokteran
Albert Einstein akan melakukan penelitian
kedua, bekerja sama dengan Fakultas Ke-
dokteran Nelson Mandela di Durban, Afri-
ka Selatan.
Upaya saat ini untuk menemukan
pengobatan yang lebih baik untuk TB
yang resistan terhadap obat berpusat pada
pengembangan antibiotik golongan baru,
dengan beberapa unsur yang memiliki
mekanisme baru pada kegiatan TB sudah
dalam uji coba fase II.
Namun para peneliti juga tekun beru-
paya untuk mempersingkat masa pengobat-
an TB lini pertama. Saat ini pasien harus
memakai empat obat selama dua bulan,
kemudian dua obat selama 4-6 bulan lagi.
"Kami melihat potensi yang luar biasa
untuk mengobati tidak hanya kasus TB-
XDR, tetapi juga kasus TB biasa," dikatakan
oleh Profesor Brian Currie dari Fakultas
Kedokteran Albert, yang akan memimpin
penelitian yang direncanakan dilakukan di
Afrika Selatan. n
NFA
Kombinasi Meropenem dan
Asam Klavulanat
untuk Pengobatan
TB-XDR