Menurut data NIH Consensus Conference 1993, kurang lebih 30 juta laki-laki di Amerika
menderita disfungsi ereksi. Dan karena meningkatnya angka harapan hidup di Amerika,
angka kejadian disfungsi ereksi akan meningkat lebih dari 30% dalam 25 tahun mendatang.
BERITA TERKINI
CDK 166/vol.35 no.7/November - Desember 2008
428
CDK 166/vol.35 no.7/November - Desember 2008
429
BERITA TERKINI
Sebuah penelitian oleh Dr. Janaka Karalliedde dan rekan dari King's College London School of
Medicine menemukan bahwa valsartan, sebuah obat antihipertensi dari golongan ARB
(Angiotensin Receptor Blocker) dapat memperbaiki kekakuan arteri lebih baik dibandingkan
dengan amlodipin pada pasien diabetes tipe 2 dengan hipertensi sistolik dan albuminuri.
Temuan ini dimuat dalam jurnal Hypertension edisi Juni 2008.
P
enelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ARB dalam
hal ini valsartan dapat memperbaiki kekakuan arteri, diban-
dingkan dengan amlodipin, yang merupakan obat antihiper-
tensi golongan CCB (Calcium Channel Blocker). Penelitian
acak atas 131 pasien dengan hipertensi sistolik dan albuminuri
selama 24 minggu, dengan washout period 4 minggu dengan
moxonidine. Kemudian diberi Valsartan 160 mg (n=66) atau
Amlodipine 5 mg (n=65). Setelah 4 minggu HCT 25 mg di-
tambahkan pada valsartan dan dosis amlodipin dititrasi hingga
10 mg untuk memastikan kontrol tekanan darah yang sama
dengan valsartan
Metode penilaian dengan Aortic pulse wave velocity.
Hasil penelitian: Setelah minggu ke-24, tekanan denyut arteri
brachial dan aorta menurun pada kedua kelompok terapi.
Perbedaan lainnya yang dihasilkan adalah penurunan aortic
pulse wave velocity yang lebih bermakna di kelompok valsar-
tan (p= 0.002). Albumin excretion rate di kelompok amlodipin
dari 27.5 menjadi 32.6 mcg/min, sedangkan di kelompok
valsartan dari 30.8 menjadi 18.2 mcg/min (p<0.001 untuk
kelompok terapi valsartan dan tidak bermakna pada kelom-
pok terapi amlodipin).
Para peneliti mengatakan bahwa perbaikan kekakuan arteri
terhadap respon obat antihipertensi sangatlah penting untuk
meningkatkan survival pasien gagal ginjal tahap akhir dan
penelitian yang telah mereka lakukan memperlihatkan perlu-
nya penanganan cepat, yang selain menurunkan tekanan darah,
dapat memberikan keuntungan tambahan mengurangi aortic
pulse wave velocity. Hasil penelitian dr. Karalliedde dan rekan
menyimpulkan bahwa valsartan dapat mengurangi kekakuan
arteri lebih baik dibandingkan dengan amlodipin. Yang menjadi
pertanyaan adalah, apakah penambahan HCT 25 mg menu-
runkan tekanan darah seimbang dengan penambahan amlodipin
5 mg (menjadi 10 mg)? Mengapa tidak diberi obat antihiper-
tensi tambahan yang sama? (misalnya keduanya diberi HCT,
dengan dosis amlodipin tetap 5 mg).
Atau yang harus dipikirkan adalah, apakah obat diuretik,
yang selama ini diremehkan tidak memiliki fungsi apa-apa
terhadap pembuluh vaskular, justru memiliki keuntungan
memperbaiki vaskular? Apakah mungkin justru penurunan
aortic pulse wave velocity disebabkan karena adanya tamba-
han pemberian diuretik.
Tentu saja valsartan memperbaiki albumin excretion rate lebih
baik dibandingkan dengan amlodipin, karena valsartan temasuk
golongan ARB yang memang baik mengurangi mikro dan
makro albuminuri. Walaupun tidak bermakna, amlodipin juga
dapat mengurangi albuminuri. Dalam sebuah penelitian selama
12 minggu dan dipublikasikan Journal of Human Hypertension
2006, diketahui bahwa selain valsartan, amlodipin juga dapat
memperbaiki kekakuan arteri pada pasien-pasien hipertensi.
Jadi apa benar penelitian ini memperlihatkan bahwa valsartan
lebih baik dibandingkan dengan amlodipin dalam memper-
baiki kekakuan pembuluh darah dan menurunkan pengeluaran
albumin ? Atau penelitian ini memperlihatkan keuntungan
lain amlodipin, atau adakah manfaat lain HCT yang belum
diketahui ?
(YYA)
Referensi :
1. Ichihara A, Kaneshiro Y, Takemitsu T et al. Effects of amlodipine and
valsartan on vascular damage and ambulatory blood pressure in untreated
hypertensive patients. J. Hum. Hypertens.2006; 20: 78794
2. Karalliedde J, Smith A, DeAngelis L et al. Valsartan improves arterial
stiffness in type 2 diabetes independently of blood pressure lowering.
Hypertension
2008
Jun;51(6):1617-23.
3. Novartis International AG. Leading blood pressure medication Diovan®
with diuretic reduces key sign of artery ageing which is linked to risk of
heart attack and stroke. http://hugin.info/134323/R/1225571/259161.pdf
L
aki-laki dengan disfungsi ereksi pada umumnya memiliki kondisi
komorbid, di antaranya adalah hipertensi, penyakit kardio-
vaskular, diabetes dan penyakit kronik lainnya. Faktor yang
mendasari kondisi-kondisi tersebut di atas di antaranya adalah
disfungsi endotelial atau kerusakan endotel pembuluh darah.
Tadalafil adalah obat yang diresepkan dokter untuk pasien
dengan masalah ereksi. Cara kerjanya kurang lebih sama dengan
sildenafil. Tadalafil menghambat kerja enzim fosfodiesterase
tipe 5, yang berfungsi menghancurkan siklik GMP, sehingga
pelebaran pembuluh darah dapat dipertahankan dan dengan
demikian dapat mempertahankan ketegangan penis.
Pasien dianjurkan menggunakan obat ini setengah jam sebelum
melakukan hubungan seksual dan obat ini memiliki pengaruh
selama kurang lebih 36 jam. Jadi pasien harus mengatur jadual
terlebih dahulu, dan apabila sudah dimakan, harus melakukan
hubungan seks dalam waktu yang terbatas. Efek samping yang
paling sering ditemukan adalah nyeri kepala, mialgia, dispepsia
dan nyeri punggung. Dalam penelitian-penelitian yang sudah
dilakukan, tadalafil merupakan terapi yang efektif dan ditoleransi
dengan baik oleh pasien yang menderita disfungsi ereksi.
Penderita diabetes laki-laki pada umumnya menderita disfungsi
ereksi. Tadalafil 10-20 mg adalah terapi yang aman dan efektif
bila digunakan sesuai dengan dosis dan cara penggunaan yang
direkomendasikan.
Para peneliti di Yunani menyelidiki apakah penggunaan tadalafil
dalam dosis 5-10 mg juga memberikan efek yang bermanfaat.
Metode penelitian: acak, tersamar ganda, kontrol-plasebo, multi-
senter atas 298 pasien diabetes yang mengalami disfungsi ereksi
selama 12 minggu. Menggunakan dosis Tadalafil 5 mg, Tadalafil
10 mg, atau plasebo. Penilaian dilakukan atas kepuasan pasien,
keberhasilan penetrasi vaginal, terpenuhinya hubungan seks
(completion of intercourse) dan Skor dari International Index of
Erectile Function Domain, untuk menentukan sukses tidaknya
terapi yang dilakukan.
Ternyata walaupun dosis yang diberikan lebih rendah, tetap
memberikan perbaikan yang bermakna terhadap kepuasan
pasien, penetrasi vaginal, keterpenuhan hubungan seks (com-
pletion of inter course), dan skor dari International Index of
Erectile Function Domain, untuk menentukan sukses tidaknya
terapi (p < 0.005) Efek samping: nyeri punggung, sakit kepala
dan dispepsia
Para peneliti menyimpulkan bahwa tadalafil dengan dosis
harian lebih rendah (5-10mg) dapat memberikan perbaikan
yang bermakna terhadap fungsi ereksi, dapat menjadi alterna-
tif yang efektif dan dapat mengurangi perencanaan yang
harus dilakukan sebelum melakukan hubungan seks dalam
rentang waktu yang terbatas.
Kesimpulan:
Tadalafil dosis harian 5-10 mg efektif dan merupakan dosis
harian alternatif untuk terapi disfungsi ereksi pada pasien
dengan diabetes melitus, sehingga pasien tidak perlu terlalu
repot untuk mengatur jadual hubungan seksual.
(YYA)
Referensi :
1. BMJ.Tadalafil(Cialis®).http://besttreatments.bmj.com/btuk/conditions/
1000420411.html?grp=1
2. Carson CC, Rajfer J, Eardley I. et al. The efficacy and safety of tadalafil:
an update. BJU Int. 2004; 93(9): 1276-81
3. Hatzichristou D, Gambla M, Rubio-Aurioles E et al. Efficacy of tadalafil once
daily in men with diabetes mellitus and erectile dysfunction. Diabetic Med.
2008; 25 (2): 138-46
4. Lundberg DG. Daily Tadalafil Prevents Erectile Dysfunction in Diabetic Men.
http://www.medscape.com/viewarticle/573668
5. Seftel AD, Wilson SK, Knapp PM et al. The efficacy and safety of tadalafil
in United States and Puerto Rican men with erectile dysfunction. J. Urol.
2004; 72: 652-7
6. Young JM, Feldman RA, Auerbach SM et al. Tadalafil Improved Erectile
Function at Twenty-Four and Thirty-Six Hours After Dosing in Men with
Erectile Dysfunction: US Trial. J Androl 2005;26:310-8
Tadalafil dan Disfungsi Ereksi
Tadalafil dan Disfungsi Ereksi
Pasien Diabetes
Pasien Diabetes
Tadalafil dan Disfungsi Ereksi
Pasien Diabetes
Valsartan Memperbaiki Kekakuan
Valsartan Memperbaiki Kekakuan
Arteri pada Pasien Diabetes Tipe 2,
Arteri pada Pasien Diabetes Tipe 2,
lebih baik daripada Amlodipin ?
lebih baik daripada Amlodipin ?
Valsartan Memperbaiki Kekakuan
Arteri pada Pasien Diabetes Tipe 2,
lebih baik daripada Amlodipin ?