background image
HUMOR
ILMU KEDOKTERAN
TIADA KABAR
Seorang dokter menyapa seorang
ibu yang sedang berbelanja di pasar
swalayan. Soalnya, seminggu yang lalu
si ibu mengobatkan anak balitanya
pada dokter tersebut.
"Apa kabar mengenai putranya, Bu?
Apa dia sudah sembuh sekarang?"
"Tidak ada kabarnya lagi tentang
anak saya, Dok! Yang ada sekarang
cuma kuburnya!"
Dr. Ketut Ngurah
Lab. Parasitologi FK Unud, Denpasar
PENCEGAH ABORTUS
Seorang ibu hamil muda dengan
pendarahan datang berobat.
Dokter
: (Pada waktu akan dila-
kukan pemeriksaan fisik)
Lho, apa ini bu? (sebuah
paku dengan panjang 12
cm terletak vertikal di
umbilicus).
Penderita : (Dengan malu mengam-
bil paku tersebut) Katanya
untuk mencegah kegu-
guran.
Dokter
: Ibu ini bagaimana? Bukan
kegugurannya nanti yang
menjadi masalah, tetapi
karena perut ibu tertusuk
paku ini.
Penderita : Susah dokter, kalau ke-
mauan orangtua tidak di-
turuti.
Dokter
: Yang dituruti toh yang
masuk akal lho bu!
Emiliana Tjitra
Jakarta
PAKAI KALENDER
Dalam program KB banyak metode kontrasepsi yang diperkenalkan kepada ma-
syarakat. Dan yang paling sederhana hingga yang paling rumit. Untuk yang sederhana
dapat dilakukan oleh akseptor sendiri, yang tentu berkonsultasi dulu dengan dokter atau
bidan. Sedangkan yang rumit, lebih banyak peranan tenaga kesehatan.
Salah satu cara sederhana adalah penggunaan kalender, yang temyata di lapangan
juga tak jarang mengalami distorsi informasi. Seperti yang diungkapkan pada dialog
di bawah ini.
Ali : "Aidi (seorang petugas kesehatan di puskesmas), istri saya kok masih hamil,
pada hal sudah ikut KB."
Aidi : "Au.........., istri kamu pakai KB apa ?"
Ali : "Pakai kalender."
Aidi : "Tahu nggak, cara pakainya ?"
Ali : "Tahu !"
Aidi : "Caranya bagaimana ?"
Ali : "Setiap kami kumpul, kalendemya saya alaskan di tempat tidur," ungkapnya
dengan polos.
Refinaldi
Sambaliung, Berau
SIAPA YANG LEBIH MODERN????
Tiga usahawan, masing-masing dari Inggris, Amerika Serikat dan Rusia berkumpul
sewaktu rehat kopi (coffee break) sebuah konperensi internasional tentang peternakan.
Sambil menikmati kopinya sarjana Inggris bercerita: "Di Inggris pembunuhan sapi
di tempat pemotongan hewan berlangsung sangat modern, yaitu tidak dipotong lagi
dengan pisau, akan tetapi binatang tadi dibunuh dengan kejutan listrik."
Sarjana dari Amerika Serikat langsung berreaksi: "Wah, cara itu sudah ketinggalan
jaman. Di negeri saya tidak dipakai kejutan listrik lagi, tapi sapi-sapi dibunuh dengan
tembakan laser!"
Kedua sarjana dari Inggris dan Amerika Serikat lantas berpaling kepada rekannya
dari Rusia dan dengan nada agak mengejek menanyakan bagaimana caranya membunuh
sapi di Rusia.
Sarjana dari Rusia merasakan bahwa kedua rekannya dariBarat tadi hendak mengejek
keadaan di negerinya. Sambil meningkatkan nada suaranya ia berkata: "Di Rusia cara-
cara yang kalian pakai sudah lama ditinggalkan. Di Rusia sapi-sapi dibunuh dengan
meledakkannya dengan bom!"
"Dengan bom?????," Kedua sarjana dan negara makmur tadi balas menanya.
"Ya, dengan bom. Lihat saja; di toko-toko penjual daging di Rusia yang tinggal
hanya tulang-tulang sapi saja!"
OLH
Jakarta
Cermin Dunia Kedokteran No. 82, 1993
62