ABSTRAK
HIRUDIN
Hirudin suatu thrombin inhibitor
agaknya kurang bermanfaat untuk pasien
infark miokard akut.
Studi yang melibatkan 3002 pasien
infark miokard akut membandingkan
efek heparin dengan dosis 5000 U bolus
diikuti dengan infus 1000 U/jam, de-
ngan hirudin dosis 0,1 mg/kgbb/jam
lama 96 jam.
Setelah 30 hari, kematian, reinfark
atau gagal jantung terdapat pada 11,8%
pasien dengan hepanin dan pada 12,8%
pasien dengan hirudin (tidak bermakna);
sedangkan kematian dan/atau reinfark
terdapat pada 9,3% pasien heparin dan
pada 9,6% pasien hirudin (tidak ber-
makna). Perdarahan terjadi pada 4
pasien dengan hepanin dan pada 4,4%
pasien dengan hirudin (tidak bermakna),
sedangkan perdarahan intrakrainal ter-
di pada 0,7% pasien dengan heparin
an pada 0,4% pasien dengan hirudin.
uk obat trom-
tuk kombinasi
3,7% untuk strepto-
hirudin dan 4,7% untuk T
Scrip 995; 20
Brw
IS AK
Sebuah surat pembaca di Lancet me-
porkan satu kasus wanita 37 tahun
endenita miastenia gravis kira-kira 6
ulan setelah menggunakan implan
vonorgestrel; gejalanya memberat
elama 10 bulan, tetapi dapat diatasi
engan piridostigmin 4 dd 60 mg. per-
ari.
Seta n kemudian, implan tersebut
diangkat dan dalam bebe
gejala miastenia gravisn
dan penggunaan piridostig
kurangi sampai separuhny
Lancet 1995; 346: 1556
Hk
-
D
UT
s
t
ok.
w
l
k
v
rahan senius (15% vs. 7%, p <0,001),
reinfark (5,1% vs. 3,6%, p <0,001) dan
stroke (2,1% vs. 1,2%, p <0,001). Ke-
matian juga lebih sering di kalangan
wanita (1 3% vs. 5, %,. p <0,001) de-
ngan relat ve
sar 1,15 (95%CI:
1,0 1,31).
Tindakan
og
da
, te
i an
h ba-
i ka
p <
,
erasi
h sedikit
9%
,0
JA
82
brw
MEROKOK UNTUK PARKINSON
Satu-satunya data statistik yang
mendukung para perokok ialah rendah-
nya kejadian penyakit Parkinson di
kalangan perokok dibandingkan dengan
pada populasi normal.
Para peneliti di New York mengguna-
diketahui berperan dalam metabolisme
dopamin; hal ini yang mungkin dapat
menerangkan efek di atas.
Di lain pihak, para peneliti mengaju-
kan kemungkinan bahwa penurunan
ui berperan dalam memperkuat/
h laku.
Lancet 1996; 347: 527
ASI BEDAH CAESAR
Suatu studi mengenai bedah caesar
an di
ak 282 ahli kebidanan
1 klinik di London dikirimi per-
a persalinan apa yang dipilih
tner anda primigravida
kepala.
Sebanyak 73% mengi
an; dan 17% memilih bedah caesa
Sebanyak 31% ahli kebidanan wanita
memilih bedah caesar, dibandingkan
dengan hanya 8% di kalanga ahli ke
bidanan pria (p <0,001). Di an ra yang
ena
an
k
m
(rupt
phin
r),
58% ka
i se
al,
39% karena al
a bay
27% ka
em
an
saat bersalin.
Preferensi bedah caesar lebih me-
nonjol pada risiko persalinan, meskipun
bukan indikasi bedah; bila kedudukan
bayi sungsang, meskipun dapat dila-
hirkan per vaginam, 57% tetap memilih
bedah bila merupakan persalinan per-
tama; bila merupakan persalinan ke dua,
40% tetap memilih tindakan bedah. Se-
banyak 68% memilih bedah bila taksir-
bih dani 4,5 kg; se-
nya 44,5 kg., 30%
, meskipun presen-
1996: 347: 544
hk
KARAKTERISTIKPRIA DAN WA
NITA PASIEN INFARK MIOKAR
AK
Karakteristik 10315 wanita dan 30706
pria penderita infark miokard akut pe-
serta GUSTO-1 yang berasal dari 15
negara, diperbandingkan.
Ternyata, pasien-pasien wanita rata-
aktivitas MAO-B yang meningkatkan
kadar dopamin mungkin merupakan
faktor penyebab adiksi di kalangan pe-
rokok atau alkoholisme karena dopamin
diketah
rata berusia 7 tahun lebih tua, dan 18
memotivasi tingka
menit (median) lebih lama tiba di rumah-
akit setelah serangan. Para wanita lebih
banyak yang mempunyai riwayat diabe-
hk
INDIK
es, hipertensi dan merok
Pengobatan lebih lambat di kalangan
dilakukan di kalangan ahli kebidan
anita (1,2jam vs. 1 jam, p <0,001), se-
Inggris; sebany
ain itu wanita lebih sering mengalami
darn 3
omplikasi non fatal seperti shock (9%
tanyaan:car
s. 5%, p < 0,01), payah jantung ko-
bila anda/par
ngestif (22% vs. 19%, p < 0,001), perda-
tanpa komplikasi, bayi tunggal letak
rimkan jawab-
r
ja
d
Risiko perdarahan unt
olitik lain ialah 3,8% un
b
streptokinase + heparin, 5,7% untuk
TPA + heparin,
kinase
PA
bermakna
nyak dilakukan d
+
+ hirudin.
78: 21
vs. 32%,
MIASTENIA GRA
AT
RAL
(7% VS.
V
IB
by-pass lebi
KONTRASEPSIO
la
m
b
le
s
d
h
1,
i
5
risk sebe
angi rafi tidak berbe
memilih bedah caesar,80% kar
tap
gioplasti
omplikasi persalinan per va
ur perineum, kerusakan s
lebi
langan wanita (35%
0,001) sebaliknya op
rena kekuatiran fungs
di kalangan wanita
, p <0 01).
MA 1996; 275: 777
a menginginkan p
.
n
ta
alas
gina
e
ct
ksu
asan risiko pad
ren
i dan
ilih
hu
rapa minggu
ya berkurang
kan PET mendapatkan bahwa aktivitas
MAO-B isoenzim di kalangan perokok
an berat bayinya le
dangkan bila berat
min dapat di-
a.
40% lebih rendah dibandingkan dengan
populasi normal, padahal enzim itu
tetap memilih bedah
tasi kepala.
Cermin Dunia Kedokteran No. 113, 1996
62
ABSTRAK
PR
kadar koleste-
rol
tapi tanpa riwayat infark
m
tu
ravastatin (95%CI: 040%,
p = 0,05 1).
Para peneliti menyimpulkan ba
d dan kemati-
an
Setelah 16 minggu, tekanan diasto
rata-rata di kalangan aerobik turun dari
sedangkan di kalangan tanpa
ae
ntihipertensi
di
menjalani
ex
lative risknya 1,06 (95%CI: 0,971,
= 0,19). Dibandingkan dengan ke-
fer
1,13 (95%CI:
1,
PR
ai kejangnya
terhenti; dosis total
berkisar antara 100200 mg.
h me-
m
Scrip 199
AVASTATIN UNTUK HIPER-
KOLESTEROLEMI
Mengingat penurunan
darah dapat menurunkan risiko pe-
nyakit jantung koroner, para peneliti
memberikan 40 mg. pravastatin secara
buta-ganda kepada 6595 pria berusia
4564 tahun yang menderita hiperko-
lesterolemi te
iokard. Setelah rata-rata 4,9 tahun,
kadar kolesterol darah rata-rata turun
20%, kadar LDL-kolesterol rata-rata
turun 26% di kelompok studi, sedang-
kan di kelompok plasebo tidak ditemui
penurunan.
Terdapat 248 kejadian koroner di
kelompok plasebo dan 174 dikelompok
pravastatin (relative reduction risk 31%,
95%CI: 17-43%, p <0,001); juga ter-
dapat penurunan kejadian infark miokard
sebesar 31% (p < 0,001), penurunan
kejadian kematian akibat penyakit jan-
ng koroner untuk kasus pasti
penurunan sebesar 28% (p = 0,13) dan
untuk kasus pasti + tersangka sebesar
33% (p = 0,042). Sethngkan risiko ke-
matian akibat semua sebab turun 22% di
kalangan p
hwa
pravastatin secara bermakna menurun-
kan kejadian infark miokar
akibat kejadian kardiovaskuler pada
pria dengan hiperkolesterolemi sedang
tanpa niwayat infark miokard.
N. Engl .J. Med. 1995; 333: 13017
hk
EXERCISE UNTUK IHPERTENSI
Sejumlah 46 pria Afrika-Amerika
berusia 3576 tahun penderita hipertensi
menjalani dua cara pengobatan, yaitu
obat antihipertensi (23 pria) atau anti-
hipertensi + aerobik menggunakan
sepeda statis (23 pria).
lik
rata-rata 88 ± 7 mmHg menjadi 83 ± 8
mmHg,
robik justru naik dan 88 ± 6 mmHg
menjadi 90 ± 7 mmHg (p 0,002); te-
kanan diastolik ini tetap bertahan sam-
pai 32 minggu meskipun a
kurangi dosisnya.
Selain itu terdapat pengurangan kete-
balan septum interventrikuler (p = 0,03),
massa ventrikel kiri (p = 0,02) dan index
massa ventrikel kin (p = 0,04) secara
bermakna setelah 16 minggu
ercise.
N. Engl .J. Med 1995; 333: 1462-7
hk
SUPLEMENTASI VITAMIN UN-
TUK ANGINA PEKTORIS
Sebagai bagian dan studi atas 29133
pria perokok berusia 5069 tahun di
Finlandia, 22269 pria tanpa riwayat
angiunapektoris diberi 50 mg. alfatokof-
erol/hari, atau 20mg. beta karoten/hari,
atau keduanya, atau plasebo.
Selama 4,7 tahun (96427 person-
years) tercatat 1983 kasus angina pekto-
ris baru. Analisis perbandingan antara
kelompok alfa-tokoferol dengan kelom-
pok non alfa-tokoferol menunjukkan
relative-risk 0,91 (95%CI: 0,834-0,99,
p = 0,04), antara kelompok beta-karoten
dengan kelompok non beta-karoten re-
16,
p
lompok plasebo, kelompok alfa-toko-
ol relative risknya 0,97 (95%CI:
0,851,10), kelompok álfa-tokoferol +
beta-karoten sebesar 0,96 (95%CI:
0,851,09), sedangkan untuk kelompok
beta-karoten sebesar
00-1,27, p = 0,06).
Alfa-tokofenol hanya sedikit menu-
runkan kejadian angina pektoris, se-
dangkan beta-karoten berkaitan dengan
sedikit peningkatan kejadian angina
pektoris.
JAMA 275:69398
brw
OPOFOL UNTUK STATUS
EPILEPTIKUS
Bila selama ini kita menggunakan
diazepam untuk mengatasi status epi-
leptikus, dokter di Finlandia mencoba
propofol: 8 pasien yang gagal diatasi
dengan diazepam, diberi 30 mg. pro-
pofol tiap 30 detik samp
yang diperlukan
Hanya satu pasien yang masi
erlukan perawatan intensif setelah ke-
jangnya teratasi, dan tujuh pasien kem-
bali ke keadaan semula tanpa gejala
sisa.
Inpharma 1996; 1020: 12
brw
BAHAYA TAMOKSLFEN
Dua studi yang dilaksanakan di AS
dan Skotlandia menunjukkan bahwa
penggunaan tamoksifen selama lebih
dari 5 tahun untuk pengobatan kanker
payudara dapat memberikan efek me-
rugikan.
Studi di AS yang melibatkan 1166
wanita pasien kanker payudara yang
node-negative, estrogen receptor posi-
tive menunjukkan bahwa mereka yang
menggunakan tamoksifen selama 5
tahun, 92% masih bebas kanker sampai
4 tahun setelah menghentikan peng-
obatan, sedangkan di kalangan yang
menggunakan tamoksifen selama lebih
dari 5 tahun, hanya 86% yang masih
bebas kanker; selain itu di kelompok ini
juga ditemukan 6 kasus kanker endo-
metrium, dibandingkan dengan hanya 2
kasus di kelompok kurang dan 5 tahun,
6 kasus kanker payudara baru kontra-
lateral vs. 2 kasus, dan 12 kasus kanker
primer lain vs. 9 kasus.
Penurunan efek terapeutik ini dapat
disebabkan oleh adaptasi tumor; ke-
pastiannya masih memerlukan peneliti-
an lanjutan.
5; 2087: 22
brw
Cermin Dunia Kedokteran No. 113, 1996 63