ABSTRAK - ABSTRAK
TETRASIKLIN DALAM TULANG-TULANG ANTIK
Antibiotika tetrasiklin mulai dipergunakan di dalam ilmu kedokteran modern sejak
tahun 1950. Mengherankan sekali, bahwa antibiotika ini dapat ditemukan di dalam
tulang-tulang suku Nubia (Sudan) yang hidup antara tahun 350 s/d 550 sebelum
Masehi di dataran sungai Nil.
Oleh peneliti-peneliti dari Universitas Massachusetts dan Henry Ford Hospital,
USA antibiotika ini ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan tulang-tulang kuno
melalui mikroskop fluorescensi di bawah penyinaran cahaya ultraviolet.
Menurut para peneliti tadi, antibiotika ini berasal dari suatu jenis bakteri, Strepto-
myces, yang tumbuh pada gandum, barley dan millet yang disimpan didalam tempat-
tempat penimbunan yang terbuat dari lumpur. Dan Streptomyces yang merupakan
60 -- 70% dari bakteri-bakteri yang terdapat dalam tanah di Nubia (Sudan) ini memang
penghasil alamiah tetrasiklin.
Penemuan ini dapat menerangkan angka infeksi yang rendah dan resistensi terhadap
antibiotik tertentu pada beberapa golongan penduduk yang hidup dijaman dahulu.
OLH
International Exchange News, Spring 81
ANTIBIOTIKA YANG MURAH : MADU
Untuk mempercepat penyembuhan luka dengan cara yang sederhana, efektif, dan
murah, gunakan madu -- kata PJ Armon. Dia pertama kali mendengar khasiat madu
ini dari seorang desa di Inggris tahun 1966. Setelah itu telah dicobanya berulang
kali dengan hasil yang memuaskan. Cavanagh dkk (1970) pernah juga mencoba meng-
gunakan madu untuk pengobatan luka setelah pembedahan radikal pada karsinoma
vulva. Luka-luka itu ternyata secara bakteriologik menjadi steril dalam 3 -- 6 hari
dan sembuh dengan cepat. Komplikasinya coma dehidrasi jaringan sekitarnya, yang
dengan mudah dapat diatasi dengan kompres cairan garam faali. Pengobatan dengan
cara ini dikatakan lebih efektif daripada penggunaan antibiotika yang mahal-mahal.
Dalam percobaan in-vitro madu memang berkhasiat bakterisidal terhadap banyak
macam bakteri, termasuk Streptococcus beta-hemolytious, Staphylococcus coagulase
positif, Proteus mirabilis, E coli. dan Candida albicans.
Madu juga telah digunakan untuk pengobatan luka-luka yang terinfeksi pada
kasus-kasus obstetri-ginekologi 4 tahun ini dengan hasil yang memuaskan.
Tapi diingatkan, prinsip-prinsip ilmu bedah tak boleh dilupakan. Toilet luka perlu
dilakukan dan semua kantong-kantong nanah mesti dibuka. Setelah semua itu dila-
kukan, pengolesan madu akan mempercepat proses penyembuhan.
PJ Armon. Tropical Doctor 1980; 10:91
60
Cermin Dunia Kedokteran No. 25, 1982