background image
Manajemen Penunjang
Trend
Pengelolaan Pelayanan
Penunjang Rumah Sakit
dr. Imelda Emilia Dharma MARS
Rumah Sakit Husada, Jakarta
PENDAHULUAN
Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya ke-
mampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, se-
bagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari Tujuan Na-
sional. Untuk itu perlu ditingkatkan upaya untuk memperluas
dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima serta
dengan mutu yang baik dan biaya yang terjangkau.
Perubahan sosial ekonomi, perubahan pola penyakit dari
penyakit infeksi ke penyakit khronik degeneratif serta makin
berkembangnya ilmu dan teknologi kedokteran, menyebabkan
peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Penggunaan teknologi
modern dalam upaya untuk meningkatkan citra rumah sakit se-
cara otomatis akan meningkatkan biaya operasional. Hal tersebut
mengakibatkan pimpinan rumah sakit yang seyogyanya berada
di tangan orang-orang yang mempunyai latar belakang pendidikan
manajemen perlu mengadakan pendekatan-pendekatan baru da-
lam mengelola rumah sakit dengan tidak melupakan perhitung-
an ekonomi dalam rangka investasi modal serta pengelolaan
sumber daya manusia yang efisien dan efektif untuk memberikan
pelayanan medik, penunjang medik dan penunjang non medik
yang berkualitas.
PELAYANAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
Walaupun tiap rumah sakit mempunyai kemampuan ber-
beda dalam memberikan pelayanan kepada pasiennya, pada
dasarnya pelayanan di rumah sakit dapat dikelompokkan men-
jadi :
Makalah ini disajikan pada Kongres VI PERSI
Hospital Expo, Jakarta,
21-- 25 November 1993.
1) Pelayanan medik :
-- pelayanan medik umum
-- pelayanan medik spesialistik dan sub spesialistik
2) Pelayanan penunjang medik :
-- laboratorium
-- anestesi
-- gizi
-- farmasi
-- rehabilitasi medik
3) Pelayanan penunjang :
-- administrasi : umum
pasien
-- pemeliharaan : bahan linen
pengadaan air
kelistrikan
bangunan dan pertamanan
peralatan
mesin
sanitasi/kebersihan lingkungan
-- pelayanan
:
komunikasi
transportasi
pengamanan
perawatan jenazah
Pelayanan medik merupakan tugas pokok rumah sakit dan
lebih bersifat fungsional, lebih desentralisasi dan ditandai
dengan banyaknya tenaga profesional yang bekerja untuk meng-
hasilkan pelayanan medik. Selain itu pula pelayanan medik
memegang peranan penting dalam proses penyembuhan pen-
derita di samping pelayanan perawatan dan penunjang medik.
Cermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus
No. 91, 1994
89
background image
Seperti pelayanan medik, pelayanan penunjang medik juga
merupakan tugas pokok (jasa profesional) dari kegiatan rumah
sakit, tetapi lebih bersifat struktural.
Sedangkan pelayanan penunjang merupakan kegiatan pe-
nunjang (supportif) yang memberi dukungan bagi pelayanan jasa
profesional.
Seperti diketahui perawatan dan pelayanan kesehatan tra-
disionil hanya memfokuskan diri pada para dokter. Para pen-
derita percaya penuh bahwa para dokter sanggup mengetahui
dengan tepat serta menyembuhkan penyakit yang dideritanya.
Oleh sebab itu mereka mengenyampingkan kualitas pelayanan
lain di rumah sakit seperti kebersihan, makanan, keamanan, ke-
nyamanan dan lainnya. Tetapi beberapa dekade terakhir ini telah
terjadi peningkatan keadaan sosial masyarakat, tuntutan akan
fasilitas yang lebih baik serta mutu pelayanan yang lebih prima;
masyarakat bersedia membayar lebih untuk semua itu.
PENGELOLAAN PELAYANAN PENUNJANG RUMAH
SAKIT
Jumlah karyawan non medik yang bertugas memberikan
pelayanan penunjang biasanya paling banyak di semua rumah
sakit. (di RS Husada mencapai 47% dari seluruh karyawan). Hal
ini menyebabkan pengeluaran rumah sakit untuk gaji, transport,
lembur serta biaya pengobatan menjadi besar pula. Tanpa peng-
awasan dan pengendalian yang baik dan terpadu, kebocoran-
kebocoran sukar dihindari baik berupa pencurian kecil-kecilan
oleh tenaga pelaksana maupun lembur yang berkepanjangan.
Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut di atas, ada dua pilih-
an :
1) Pengelolaan dengan bantuan konsultan manajemen yang
profesional.
2) Pengelolaan oleh pihak ke tiga dengan pengawasan dan
pengendalian oleh pihak rumah sakit.
Kedua pilihan tersebut dapat memberikan manfaat antara lain :
­
peningkatan pelayanan terhadap pasien sehingga kepuasan
pasien akan meningkat pula.
­
peningkatan pemasaran rumah sakit yang secara otomatis
akan menambah sisa hasil usaha.
peningkatan produktivitas dan moral kerja karyawan.
.
­
dapat menjadi katalisator untuk mempercepat proses per-
ubahan menuju perbaikan manajemen rumah sakit.
­
biaya dapat dikendalikan.
Memang bantuan konsultan manajemen yang profesional
pada mulanya akan meningkatkan biaya, tetapi bila diperhitung-
kan untuk jangka panjang, kualitas pelayanan yang baik akan
meningkatkan pula pemasaran rumah sakit. Di samping itu
pengelolaan oleh pihak ke tiga tanpa dibarengi dengan peng-
awasan dan pengendalian yang ketat sukar memberikan hasil
yang semula diharapkan. Alternatif manapun yang akan dipilih
oleh pimpinan rumah sakit hendaknya dapat memberi dampak
positif bagi kemajuan dan pengembangan rumah sakit.
KESIMPULAN
Kepuasan penderita atas pelayanan dan perawatan di rumah
sakit akan merupakan suatu promosi gratis dan paling efektif
bagi rumah sakit yang bersangkutan. Mereka pasti akan men-
ceritakan pengalaman baik tersebut baik kepada keluarga serta
kerabatnya, serta apabila mereka memerlukan perawatan lagi
pada waktu yang akan datang, pasti akan memilih rumah sakit
yang sama. Hal tersebut perlu mendapat perhatian khusus da-
lam menghadapi "persaingan" antar rumah sakit dengan makin
banyaknya rumah sakit baru yang dikelola secara profesional.
Pengelolaan pelayanan penunjang baik oleh bantuan kon-
sultan manajemen ataupun pihak ketiga dalam bidang peme-
liharaan bahan linen, bangunan dan pertamanan, alat kesehatan,
sanitasi/kebersihan lingkungan serta makanan perlu menjadi
pemikiran dalam manajemen rumah sakit saat ini.
KEPUSTAKAAN
1. Aniroen S. Pelayanan medik, Penunjang medik dan Penunjang lainnya di
Rumah Sakit, Kuliah MARS FKM UI, 1991.
2. Cheng Chew Kient. Medical Excellence and Quality Support Services,
Jakarta, 1993.
3. McGibony JR. Principles of Hospital Administration, 1969.
4. Rowland HS, Rowland BL. Hospital Administration Handbook, An Alpen
Publication, 1984.
90
Cermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus
No. 91, 1994