background image
ABSTRAK ­ABSTRAK
AIR SUSU IBU TIDAK SELALU YANG TERBAIK
Sejumlah obat dapat masuk dengan bebas dari plasma ke dalam air susu, sehingga akan
membahayakan bayi yang meminumnya. Acebutolol suatu -- adrenergic blocking agent
dengan indikasi untuk hipertensi berat, moderat dan ringan, angina pektoris, aritmia
kardiak serta metabolit aktifnya diacetolol dapat masuk ke dalam air susu ibu. Suatu
penelitian yang dilakukan terhadap 7 orang ibu penderita hipertensi yang minum acebutolol
200. sampai 1200 mg per hari menunjukkan bahwa konsentrasi acebutolol dan diacetolol
dalam. air susu lebih tingngi dibandingkan dengan konsentrasinya dalam plasma, bahkan
sampai 3 hari setelah tidak minum obat tersebut (European Journal of Clinical
Phamacology 30 737, 1986). Salah satu dari bayi tersebut menunjukkan gejala-gejala /3--
blockade. (hipotensi, bradikardia, transient tachypnoe). Oleh karena itu tidak dianjurkan
untuk ibu-ibu yang rninum acebutolol 400 mg per hari, terutama dengan gangguan fungsi
ginjal menyusui bayinya. -
(Medical Progress October 1987)
PAKISTAN MELARANG INJEKSI MULTIDOSIS
Sejak tanggal 31 Desember 1987 produksi injeksi multidosis telah dilarang oleh Ke-
menterian Kesehatan Federal Pakistan. Larangan tersebut dimaksudkan untuk membantu
mencegah penyebaran penyakit AIDS, hepatitis dan penyakit-penyakit infeksi lainnya.
Adapun penjualan produk-produk tersebut mulai tanggal 30 Juni 1988 tidak akan diizinkan
lagi. Sementara itu Pakistan Chemist and Druggist Association (PCDA) dan Pakistan
Pharmaceutical Manufacturers Association (PPMA) telah mendesak pejabat yang
berwenang untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka. Menurut PCDA
keputusan tersebut dapat mengakibatkan Pakistan kekurangan injeksi, mengingat dewasa
ini kebutuhan akan ampul dosis tunggal per tahunnya mencapai 1000 juta, sedangkan
kapasitas produksi hanya 100 juta per tahunnya. Sejumlah produk seperti insulin diimpor
dandikemas dalam vial multidosis. Menurut PPMA dan PCDA untuk memproduksi injeksi
dalam kemasan dosis tunggal diperlukan biaya delapan sampai sembilan kali lebih tinggi
dibandingkan memproduksi injeksi dalam kemasan multidosis.
(SCRIP No. 1277, 1988)
TRANQUILLISER DARI JAMU TRADISIONAL CHINA
Menurut laporan dari South China Morning Post, peneliti pada Hong Kong Chinese
University
'
s Chinese Medicinal Material Research Centre (CMMRC) telah berhasil
mengisolasi addiction free tranquilliser dari suatu jamu teradisional China yang nam-
paknya memiliki sifat-sifat yang sama dengan diazepam dan chlordiazepoxide, tetapi tanpa
efek samping seperti yang dimiliki oleh kedua obat tersebut. Selain tranquilliser, team yang
dipimpin oleh Dr Lee Chi-ming tersebut juga menemukan bahan yang berguna untuk
mengobati penyakit jantung koroner. Di RRC crude extracts tanaman tersebut telah
dipergunakan secara intra-vena untuk mengobati penyakit jantung koroner akut pads
sejumlah rumah sakit. Kedua bahan yang diketemukan di atas nampaknya mempunyai
prospek yang cerah untuk dikembangkan sebagai obat modern. Menurut Dr Lee sedang
dibicarakan tentang kemungkinan lisensi tranquilliser tersebut dengan sejumlah industri
faimasi. Penelitian lain yang sedang dilakukan terhadap jamu tradisionail yaifu
kemungkinan adanya bahan yang bekerja sebagai imunomodulator dan yang menurunkan
konsentrasi kolesterol darah.
(SCRIP No. 1278, 1988)