background image
451
| AGUSTUS 2010
C
hlorhexidine adalah suatu anti-
septik yang termasuk golongan
bisbiguanide.
Chlorhexidine
merupakan antiseptik dan disinfektan
yang mempunyai efek bakterisidal
dan bakteriostatik terhadap bakteri
Gram (+) dan Gram (-). Chlorhexidine
lebih efektif terhadap bakteri Gram
positif dibandingkan dengan bakteri
Gram negatif. Chlorhexidine dapat
menyebabkan kematian sel bakteri
dengan menimbulkan kebocoran sel
(pada pemaparan chlorhexidine kon-
sentrasi rendah) dan koagulasi kand-
ungan intraselular sel bakteri (pada
pemaparan chlorhexidine konsentrasi
tinggi).
Chlorhexidine akan diserap dengan
sangat cepat oleh bakteri dan penyer-
apan ini tergantung pada konsentrasi
chlorhexidine dan pH. Chlorhexidine
menyebabkan kerusakan pada lapisan
luar sel bakteri, namun kerusakan ini
tidak cukup untuk menyebabkan ke-
matian sel atau lisisnya sel. Kemudian
chlorhexidine akan melintasi dinding
sel atau membran luar, diduga mela-
lui proses difusi pasif, dan menyerang
sitoplasmik bakteri atau membran
dalam sel bakteri. Kerusakan pada
membran semipermiabel ini akan dii-
kuti dengan keluarnya kandungan in-
traselular sel bakteri. Kebocoran sel
tidak secara langsung menyebabkan
inaktivasi selular, namun hal ini meru-
pakan konsekuensi dari kematian sel.
Chlorhexidine konsentrasi tinggi akan
menyebabkan koagulasi (penggump-
alan) kandungan intraselular sel bak-
teri sehingga sitoplasma sel menjadi
beku, dan mengakibatkan penurunan
kebocoran kandungan intraselular.
Jadi terdapat efek bifasik (memiliki 2
fase) chlorhexidine pada permeabilitas
membran sel bakteri, dimana pening-
katan kebocoran kandungan intrase-
lular akan bertambah seiring bertam-
bahnya konsentrasi chlorhexidine,
namun kebocoran ini akan menurun
pada chlorhexidine konsentrasi tinggi
akibat koagulasi dari sitosol (cairan
yang terletak di dalam sel) sel bakteri.
Baru-baru ini, gel bioadesif yang
mengandung CHX diperkenalkan di
pasaran. Pemberian gel ini secara in-
traalveolar memungkinkan efek terapi
CHX lebih langsung dan lebih lama
bertahan, yang berguna mencegah
terjadinya osteitis alveolar pasca pen-
cabutan molar ketiga yang impaksi.
Pemberian CHX gel intraalveolar pada
pasien dengan gangguan perdarahan
dapat meningkatkan risiko komplikasi
perdarahan pasca operasi. Sebaliknya,
kelainan perdarahan dapat mem-
pengaruhi efi kasi CHX sebagai obat
pencegah osteitis alveolar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengevaluasi keefektifan gel CHX
0,2% dalam menurunkan insidens os-
teitis alveolar pasca ekstraksi molar ke
tiga yang impaksi pada pasien dengan
gangguan perdarahan. Digunakan
metode penelitian tersamar ganda,
acak dan kelompok paralel pada 38
pasien gangguan perdarahan.
Kelompok eksperimen (n=14) diobati
dengan gel CHX 0,2% intraoperatif
setelah pembedahan pengangkatan
gigi molar ke tiga. Kelompok kontrol
(n=24) diobati dengan gel plasebo.
Hasil penelitian memperlihatkan
penurunan insidens osteitis alveolar
sebesar 57,15% pada kelompok eks-
perimen: insidens osteitis alveolar di
kelompok kontrol 17% dan di kelom-
pok eksperimen sebesar 7% (p=0,402).
Komplikasi perdarahan terjadi pada
21% kelompok eksperimen diband-
ingkan dengan 29% di kelompok kon-
trol (p=0,601).
Seperti hasil penelitian sebelumnya,
CHX 0,2% intraalveolar intraoperatif
dosis tunggal tampaknya menurunkan
insidens osteitis alveolar setelah pen-
cabutan molar ke tiga yang impaksi
pada pasien dengan gangguan perd-
arahan. (SFN)
REFERENSI:
1. Torres-Lagares D, Gutierrez-Perez JL, Hita-
Iglesias P. Randomized, double-blind study
of effectiveness of intra-alveolar application
of chlorhexidine gel in reducing incidence of
alveolar osteitis and bleeding complications in
mandibular third molar surgery in patients with
bleeding disorders. J Oral Maxillofac Surg.
2010 Jun;68(6):1322-6. Available from: http://
www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20346565
2. Torres-Lagares D, Gutierrez-Perez JL, Infante-
Cossio P, Garcia-Calderon M, Romero-Ruiz
MM, Serrera-Figallo MA. Randomized, double-
blind study on effectiveness of intra-alveolar
chlorhexidine gel in reducing the incidence of
alveolar osteitis in mandibular third molar sur-
gery. Int J Oral Maxillofac Surg 2005;35(4):348-
51. Nov 9. Available from: http://www.ncbi.
nlm.nih.gov/pubmed/16289676
Keefektifan Chlorhexidine Gel Intra-alveolar pada
Alveolar Osteitis dan Komplikasi Perdarahan
pada Pembedahan Molar Ketiga Mandibular
Pasien dengan Gangguan Perdarahan
BERITA
TERKINI
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 451
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 451
7/23/2010 10:33:47 PM
7/23/2010 10:33:47 PM