370
| JULI - AGUSTUS 2010
BERITA
TERKINI
T
erapi kombinasi sertraline-nal-
trexone menurunkan kejadian
depresi, serta meningkatkan
waktu pantang dan waktu bebas-alko-
hol pada pasien-pasien yang men-
derita depresi dan ketergantungan
alkohol. Simpulan ini merupakan hasil
penelitian dr. Helen M. Pettinati dan
rekan dari Departement of Psychiatry,
University of Pennsylvania School of
Medicine. Philadelphia, Amerika Seri-
kat.
Hingga kini, belum ada bukti empiris
yang cukup kuat untuk mendukung
pemberian antidepresan sebagai
terapi bagi pasien-pasien yang men-
derita depresi dan ketergantungan
alkohol. Walaupun banyak penelitian
memperlihatkan bahwa obat anti-
depresan menurunkan gejala depresi
pada pasien-pasien yang menderita
depresi dan ketergantungan alkohol,
pada umumnya pemberian obat an-
tidepresan tampaknya tidak berman-
faat dalam mengurangi kebiasaan
minum alkohol pada pasien-pasien
depresi ini.
Sebuah penelitian tersamar ganda,
kontrol plasebo dilakukan untuk me-
neliti efektifitas terapi kombinasi
depresi (sertraline) dan ketergantun-
gan alkohol (naltrexone) pada pasien-
pasien yang menderita depresi dan
ketergantungan alkohol. Penelitian
ini melibatkan 170 pasien depresi-
ketergantungan alkohol secara acak
dibagi menjadi 4 kelompok: kelompok
I (n=40) diterapi dengan sertraline 200
mg sehari; kelompok II diterapi den-
gan naltrexone 100 mg sehari (n=49);
kelompok III diterapi dengan kom-
binasi sertraline-naltrexone 200/100
mg (n=42); serta kelompok IV diterapi
dengan plasebo ganda (n=39). Terapi
berlangsung selama 14 minggu dan
selama terapi berlangsung, pasien
juga diberi terapi kognitif dan tingkah
laku (cognitive-behavioral therapy).
Hasil penelittian memperlihatkan
bahwa terapi kombinasi sertraline-nal-
trexon menghasilkan angka berpan-
tang-alkohol dan masa bebas minum
lebih besar dibandingkan dengan
terapi lainnya (tabel 1).
Selain itu juga dilaporkan bahwa
pasien yang tidak mengalami depresi
hingga akhir penelitian lebih banyak
pada kelompok terapi kombinasi ser-
traline-naltrexone (83,8%) dan lebih
baik secara bermakna bila dibanding-
kan dengan rata-rata terapi lainnya.
(83,8% vs 58.3%, p=0,014)
Dr. Pettinati mengatakan bahwa hasil
penelitian ini sangat penting, karena
dalam praktik, depresi dan ketergan-
tungan alkohol sering terjadi bersa-
maan pada seorang pasien dan pem-
berian terapi antidepresan saja tidak
cukup untuk mengurangi kebiasaan
minum alkohol. Harapan pasien untuk
sembuh makin kecil bila pasien seka-
ligus menderita depresi dan keter-
gantungan alkohol. Terapi kombinasi
sertraline-naltrexone dapat dipertim-
bangkan sebagai terapi pada pasien-
pasien yang mengalami depresi dan
ketergantungan alkohol.
Simpulan:
· Terapi kombinasi sertraline-na-
ltrexone menurunkan kejadian
depresi,
serta
meningkatkan
waktu pantang dan waktu bebas-
alkohol pada pasien-pasien yang
menderita depresi dan ketergan-
tungan alkohol.
· Hasil penelitian ini penting karena
depresi dan ketergantungan obat
sering terjadi bersamaan, dan
obat depresi saja tidak menguran-
gi ketergantungan minum alkohol
pada pasien-pasien ini. Perlu di-
berikan terapi kombinasi sertra-
line dan naltrexone pada pasien
penderita depresi dan ketergan-
tungan obat, untuk mencapai ha-
sil terapi optimal. n (YYA)
RefeRenSi:
1. Medscape Cardiology. Combination Therapy
Best for Co-Occurring Depression and Al-
cohol Dependence. [cited 2009 March 30].
Available from: http://www.medscape.com/
viewarticle/719168
2. Pettinati HM, Oslin DW, Kampman KM, Dun-
don WD, Xie H, Gallis TL, et al. A Double-
Blind, Placebo-Controlled Trial Combining
Sertraline and Naltrexone for Treating Co-Oc-
curring Depression and Alcohol Dependence.
Am J Psychiatry Published March 15, 2010. .
[cited 2009 March 30]. Available from: http://
ajp.psychiatryonline.org/cgi/content/abstract/
appi.ajp.2009.08060852v1
Kelompok i
Sertraline
200 mg
(n=40)
Kelompok ii
naltrexone
100 mg
(n=49)
Kelompok iii
Sertraline-
naltrexone
200/100 (42)
Kelompok iV
plasebo
(n=39)
nilai p
kelompok
sertraline-
naltrexonevs
terapi lainnya
angka berpantang
alkohol
27,5%;
21,3%;
53,7%
23,1%
P=0,001
masa bebas alkohol
23 hari
29 hari
98 hari
26 hari
P= 0,003
efek samping serius
37,5%
26,5%
11,9%
28,2%
P<0,02
Tabel 1. Perbandingan kejadian pantang alcohol dan masa bebas alkohol pada pasien depresi-
ketergantungan alkohol antara terapi sertraline, naltrexon, sertraline-naltrexone dan plasebo.
Kombinasi Sertraline-naltrexone
untuk penderita Depresi dan
Ketergantungan alkohol
CDK ed_178_b.indd 370
20/06/2010 21:52:32