P
ara peneliti mengamati fakta bahwa karbon-14 hasil uji
bom nuklir saat perang dingin bisa masuk ke dalam DNA,
termasuk ke dalam sel-sel otot jantung (kardiomiosit). Hal ini
dapat digunakan untuk mengukur umur sel-sel otot jantung
manusia.
Isotop radioaktif secara bertahap melepaskan radioaktivitasnya
dan meluruh seiring waktu menjadi bentuk normal senyawanya.
Karbon-14 secara bertahap melepaskan neutron di dalam
inti dan menjadi bentuk stabilnya, karbon 12. Ketika sel-sel
membelah mereka membentuk DNA baru mengandung
karbon 14. Jika teori lama menyebutkan kita mati dengan
sel-sel jantung sama dengan saat kita lahir itu benar, maka
orang-orang yang lahir sebelum karbon 14 diperoleh dari
rantai makanan (uji nuklir belum dimulai sampai tahun 1955)
tidak akan memiliki karbon 14 di dalam jantungnya.Tapi
ternyata, tidak demikian hasilnya.
Menggunakan pendekatan ini, Frisen dan koleganya menemu-
kan bahwa sel-sel otot jantung memperbaharui dirinya secara
bertahap seumur hidup dan kecepatannya menurun saat
kita menjadi tua : 1% sel-sel jantung digantikan per tahun
pada umur 25 tahun dan turun menjadi 0,45 pada umur 75
tahun. Mereka juga menemukan bahwa sepanjang umur
kehidupan normal, kurang dari 50% dari sel-sel otot jantung
diganti. Frisen dan koleganya menjelaskan bahwa hal ini
dapat membuka pintu penanganan penyakit jantung dengan
menggantikan kerusakan sel-sel melalui stimulasi proses
pembaruan sel-sel jantung.
Dr Charles Murry dari University of Washington di Seattle,
yang menulis hal serupa, berkomentar bahwa temuan ini
merupakan salah satu studi paling penting dalam bidang
kardiovaskular. Menurutnya, ada dogma bahwa orang mati
dengan sel-sel yang sama dengan saat dilahirkan dan hal ini
masih diajarkan di sekolah-sekolah kedokteran. Namun,
studi ini membantu menghilangkan kontroversi yang sudah
lama berlangsung. Mengggunakan radioaktivitas untuk
mengukur seberapa cepat sel-sel menggantikan bukan ide
baru. Para ilmuwan menggunakan metode ini menggunakan
hewan dengan menempatkan sel-sel radioaktif sehingga
mereka dapat mengukur kecepatan penggantian sel.
Penggunaan hal ini pada manusia merupakan tindakan tidak
etis. Namun, Frisen dan koleganya mendapatkan ide bahwa
uji senjata nuklir sampai dengan tahun 1963 secara efektif
melepaskan isotop radioaktif ke atmosfir, kemudian masuk
ke dalam rantai makanan manusia. Sehingga manusia di
preiode tersebut akan terpapar dengan isotop radioaktif
tersebut. (NFA)
Penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan Swedia menemukan bahwa sel-sel otot jantung
dapat diperbaharui selama hidup, tidak dibatasi hanya pada saat lahir saja. Mereka
percaya penemuan ini membuka pintu penanganan yang dapat mengganti kerusakan
jaringan jantung dengan sel-sel baru. Studi oleh Profesor Jonas Frisen dkk dari
Karolinka Institute di Swedia ini dipublikasikan dalam jurnal Science edisi 3 April 2009.
Para Ilmuwan Menemukan
Para Ilmuwan Menemukan
Bahwa Otot Jantung Dapat
Bahwa Otot Jantung Dapat
Diperbaharui
Diperbaharui
Para Ilmuwan Menemukan
Bahwa Otot Jantung Dapat
Diperbaharui
BERITA TERKINI
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
286
F
lu babi sendiri awalnya merupakan penyakit virus yang
mengenai saluran pernapasan babi. Jenis virus ini secara
rutin muncul pada babi tetapi biasanya tidak menimbulkan
banyak kematian pada babi itu sendiri, flu babi biasanya
tidak menginfeksi manusia. Hanya ada beberapa kasus yang
ditemukan pada orang-orang yang melakukan kontak langsung
dengan babi.
Saat ini flu babi telah ditemukan beberapa kasus yang
menyebar dari manusia ke manusia. Penyebaran ini mungkin
terjadi dengan cara yang sama seperti flu biasa, melalui batuk
dan bersin dari orang-orang yang terinfeksi. The Centers for
Disease Control and Prevention AS menyatakan kalau sampel
virus yang di Meksiko cocok dengan virus yang ditemukan
di Amerika, virus ini merupakan campuran dari virus pada
manusia, virus burung dari Amerika Utara dan virus babi dari
Amerika Utara, Eropa dan Asia. Minggu tanggal 26 April
2009 lalu A U.S. Centers for Disease Control and Prevention,
menyatakan bahwa tes vaksin flu biasa pada virus flu babi tidak
menunjukkan adanya hubungan menyilang, artinya, orang yang
menggunakan vaksin tersebut tidak akan mendapatkan per-
lindungan tambahan dari serangan virus tersebut.
Keluhan pasien dengan flu babi ini sama seperti halnya infeksi
virus influensa lainnya, berupa demam, batuk, nyeri teng-
gorokan, menggigil dan rasa lemah, dapat dikatakan keluhan
yang tidak spesifik dan dapat disebabkan oleh berbagai hal
yang menyulitkan membedakan dengan infeksi influensa
lainnya, kondisi yang lebih berat secara klinis dapat ditemukan
pasien sulit bernafas, demam tinggi, pusing, muntah hebat
disertai nyeri dada dan perut.
Terapi yang ada saat ini adalah melibatkan pemberian antivirus
sesegera mungkin setelah onset infeksi didapatkan. Obat
antivirus saat ini yang digunakan adalah Tamiflu (Roche) dan
Relenza (GSK), sedangkan vaksin yang saat ini sedang
dikembangkan oleh Novartis yaitu Novatax.
Ada beberapa tip yang disarankan mencegah penye-
baran virus flu babi ini yaitu :
· Jika mengalami gejala flu, sebaiknya cukup beristirahat
paling tidak hingga 2 hari setelah gejala-gejala flu tersebut
hilang.
· Sering-seringlah cuci tangan dan tutuplah hidung serta
mulut ketika Anda batuk atau bersin.
· Segeralah periksa ke rumah sakit jika Anda mengalami
gejala seperti kesulitan bernapas. Tapi, jika gejala Anda
ringan, tetaplah di rumah untuk menghindari penyebaran
virus kepada orang lain di rumah sakit.
· Pemakaian masker direkomendasikan bagi petugas kesehatan,
anggota keluarga dan orang lain yang mengadakan kontak
langsung dengan pasien flu babi.
· Bagi Anda yang mengkonsumsi daging babi, masaklah dengan
cara yang aman. Masak paling tidak dengan suhu 160F.
· Tingkatkan daya tahan tubuh, beberapa suplemen
telah disarankan dapat digunakan untuk proteksi secara
individu diantaranya adalah Probiotik, yang mampu
meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mening-
katkan fungsi dinding saluran cerna, dengan dosis yang
diharapkan cukup adalah 5 x 10
9
CFU setiap harinya,
suplemen probiotik yang dapat digunakan adalah dari
spesies Lactobacillus acidophillus, L.plantarum, L.casei,
Bifidobacterium
longum
dan B.bifidum.
· Echinacea, beberapa ahli telah menyetujui herbal ini akan
menstimulasi sistem kekebalan tubuh, penelitian di Canada
menunjukkan Echinasea meningkatkan sistem kekebalan
tubuh terutama dengan mengaktifkan sel makropag,
dianjurkan setidaknya 300 mg echinacea diberikan 3 kali
perhari hingga keluhan influensa menghilang.
· Zinc, Mineral ini akan membantu meningkatkan produksi
sel darah putih dan membantu pula terbentuknya antibodi,
dengan dosis yang direkomendasikan 15-25 mg. (ARI)
Referensi:
1. Emerging Disease. Countries consider ways to cease spread of swine flu as numbers
rise;
Infectious Disease News. IDN-SysAdmin@SLACKINC.COM 28 April 2009
2. Fight swine flu with alternative remedies. www.examiner.com. 28 April 2009
3. M.Stoppler. How does a person cacth swine flu. www.medicinenet.com. 28 April 2009
4. WHO Concerned at New Swine Flu in U.S. www.medscape.medicalnews.com. 28 April 2009
Kasus swine influenza A/H1N1 atau virus flu babi yang pertama berkembang di
Meksiko, AS, Selandia Baru kini telah menyebar ke Asia, dengan jumlah kasus ribuan
dan beberapa dilaporkan meninggal.
Probiotik, Echinasea
Probiotik, Echinasea
Meningkatkan Imunitas
Meningkatkan Imunitas
Melawan Infeksi Flu Babi
Melawan Infeksi Flu Babi
Probiotik, Echinacea
Meningkatkan Imunitas
Melawan Infeksi Flu Babi
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
285
BERITA TERKINI