background image
Produk Baru
Neural Tube Defects ­ Fact and Prevention
Defek tuba neuralis atau neural tube defects merupakan cacat
lahir yang sangat serius. Kelainan ini mengenai sumsum tulang (spina
bifida) dan otak (anensefalus).
(1,2)
Spina bifida terjadi jika kolum
spinal janin tidak menutup untuk melindungi batang spinal. Penutupan
ini seharusnya terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan.
Spina bifida menyebabkan berbagai masalah yang berkaitan dengan
gangguan neurologis. Anensefalus merupakan suatu kondisi otak bayi
tidak berkembang dengan semestinya dan biasanya menyebabkan bayi
lahir mati atau meninggal segera setelah lahir.
(3)
Di Amerika, defek tuba neuralis terjadi pada 3000 kehamilan
setiap tahunnya dan insidensinya menurun sekitar 50% pada kurun
waktu 1970 sampai 1989 (1.3 per 1000 menjadi 0.6 per 1000 kelahiran
hidup). Bayi-bayi yang dilahirkan dengan spina bifida dapat tumbuh
menjadi dewasa, namun, pada beberapa kasus, sering disertai dengan
kelainan-kelainan seperti paralisis, inkontinensia urin dan alvi dalam
derajat yang bervariasi.
(2,4)
Gambar 2. Respon Sel Darah Merah Terhadap Asupan Folat
Upaya pencegahan dan mengurangi risiko terjadinya defek tuba
neuralis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi vitamin yang dikenal
sebagai asam folat. Konsumsi asam folat pada periode peri konsepsi
dapat mengurangi kejadian defek tuba neuralis sebesar 50-70%.
Asam folat adalah vitamin B yang tersedia pada bahan makanan
sehari-hari seperti sayur-sayuran hijau, kacang buncis, padi, hati, ragi,
dan pada beberapa buah-buahan seperti jeruk. Meskipun seseorang
yang mengkosumsi sayur mayur dan daging segar akan mencerna
sebanyak 2 mg setiap harinya, ternyata tidak semua wanita hamil
memperoleh asupan asam folat yang adekuat dari diet sehari-hari ini.
Pada orang dewasa normal, asupan harian yang direkomendasikan
yaitu sebesar 400 mcg; wanita hamil, menyusui, serta pasien-pasien
dengan laju pergantian sel yang tinggi seperti pada pasien anemia
hemolitik membutuhkan asam folat sebesar 500-600 mcg atau lebih
setiap harinya. Namun, untuk mencegah cacat lahir berupa defek tuba
neuralis, US Public Health Service (1992) dan Institute of Medicine
(1998) merekomendasikan agar semua wanita usia reproduksi
terutama yang akan hamil diharuskan mengkonsumsi 400 mcg asam
folat setiap harinya.
(1,2,5,6)
Asam folat dalam bentuk suplemen dan bahan makanan alami
ternyata berbeda dalam hal penyerapan dan ketersediaan di dalam
tubuh. Penelitian selama 12 minggu oleh Nulty et al. menunjukkan
bahwa suplementasi asam folat sebesar 400 mcg/hari (group 1) dan
asupan bahan makanan dengan fortifikasi asam folat yang
mengandung asam folat 400 mcg/hari (group 2) terbukti efektif untuk
meningkatkan status folat pada seorang wanita secara bermakna (**).
Sementara konsumsi folat yang berasal dari bahan makanan alami
yang mengandung asam folat 400 mcg/hari (group 3), diet biasa
(group 4), dan kelompok tanpa intervensi (group 5) menunjukkan
peningkatan folat pada sel darah merah yang tidak bermakna.
(7)
Gambar 1. Anensephalus
Gambar 2. Anensephalus
Kalbe Farma sebagai salah satu perusahaan farmasi yang terus
mengembangkan produk-produk Obstetri dan Ginekologi,
merencanakan akan memasarkan suplemen asam folat dan vitamin B6
dengan nama VOMILAT
®
. Selain kandungan asam folat 40 mcg,
VOMILAT
®
juga mengandung vitamin B6 (30 mg) yang dapat
digunakan sebagai terapi mual dan muntah pada kehamilan. Dosis
anjuran pemberian VOMILAT
®
yaitu 1-2 tablet setiap hari.
KEPUSTAKAAN
1.
Carter H, Lindsey LL, Petrini JR, et.al. Use of Vitamins Containing Folic
Acid Among Women of Childbearing Age. MMWR CDC
2004;53(36):847-850. http://www.cdc.gov
2.
Houk VN, Oakley GP, Erickson GP, et al. Recommendations for the Use
of Folic Acid to Reduce the Number of Cases of Spina Bifida and Other
Neural Tube Defects. MMWR CDC 1992;41(RR-14):001.
http://www.cdc.gov
3.
Anonim. CERHR : Folic Acid.
http://cerhr.niehs.nih.gov/genpub/topics/folic_acid-ccae.html. Diakses
tanggal 25 Oktober 2005
4.
Jallo G, Becske T, Rust RS, et al. Neural Tube Defects.
http://www.emedicine.com
5.
Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ. Prenatal Care. In. Williams
Obstetrics 21st ed. New York : Mc Graw Hill, 1997. Hal 221-245.
6.
Hilman RS. Hematopoietic Agents ­ Growth Factors, Mineral, and
Vitamins. In. Goodman & Gilman's Pharmacological Basis of
Therapeutics. Eds. Hardman JG, Limbird LE, Gilman AG. New York :
Mc Graw Hill, 2001. Page 1487-1517
7.
Nulty HM, Cuskelly GJ, Ward M. Response of Red Blood Cell Folate to
intervention : implications for folate rekommendations for the prevention
of neural tube defects. Am J Clin Nutr 2000 ; 71 (Suppl) : 1308S ­ 11S.
Cermin Dunia Kedokteran No. 151, 2006
60

Document Outline