ABSTRAK
MEROKOK DAN FUNGSI PARU
Fungsi paru membaik jika sese-
orang berhenti merokok, tetapi man-
faatnya berkurang akibat kenaikan
berat badan yang menyertainya, teru-
tama di kalangan pria.
Sejumlah 6654 orang dari 27
kilinik/rumahsakit diukur fungsi paru-
nya di tahun 1991-93 saat mereka ber-
usia 20-44 tahun, kemudian diulang
pada tahun 1998-2002.
Dibandingkan dengan mereka yang
tidak pernah merokok, penurunan
FEV1 lebih rendah pada mereka yang
berhenti merokok (beda rata-rata 5.4
ml/tahun 95%CI: 1.7 sd. 9.1) dan di
kalangan mereka yang berhenti
merokok dalam masa survai (2.5 ml; -
1.9 sd. 7.0) dan paling nyata di
kalangan perokok (-4.8 ml; -7.9 sd.
1.6). Di kalangan perempuan, masing-
masing 1.3 ml/tahun (-1.5 sd. 4.1); 2.8
ml (-0.8 sd. 6.3) dan 5.1 ml (-7.5 sd.
2.8). Perbedaan ini tidak bermakna.
Selain itu FEV1 menurun 11.5 ml (-
13.3 sd. 9.6) per kg. kenaikan berat
badan di kalangan pria dan 3.7 ml (-
5.0 sd. 2.5) per kg. kenaikan berat
badan di kalangan perempuan; hal ini
menghilangkan manfaat berhenti
merokok pada 38% pria dan 17%
perempuan.
Lancet 2005;365:1629-35
brw
ALFAFETOPROTEIN SERUM
DAN RISIKO SIDS
Selama ini diketahui bahwa pe-
ningkatan kadar alfa fetoprotein serum
saat kehamilan trimester ke dua meru-
pakan pertanda disfungsi plasenta dan
dapat meramalkan risiko lahir mati.
Para peneliti di Inggris menyelidiki
kaitannya dengan risiko SIDS (sudden
infant death syndrome).
Di antara 214 532 wanita dengan
kelahiran tunggal di Skotlandia, terca-
tat 114 kasus SIDS (2.7 per 1000
kelahiran di antara mereka dengan
quintile tertinggi).
Dengan nilai quintile terendah
sebagai patokan, odd ratio kejadian
SIDS untuk empat quintile berikut
ialah 1.7 (95%CI: 0.8-3.5), (0.9-3.7),
2.5 (1.3-4.8) dan (1.4-5.4) p for trend =
0.001.
Risiko SIDS berbanding terbalik
dengan berat badan lahir dan usia
kehamilan; jika faktor-faktor di atas
dikoreksi, maka odd ratio SIDS
menjadi berturut-turut: 1.7 (0.8-3.5);
1.7 (0.8-3.5); 2.2 (1.1-4.4), 2.2 (1.1-
4.3), p for trend = 0.01.
Mereka menyimpulkan adanya
hubungan langsung antara kadar AFP
serum ibu pada trimester ke dua
dengan risiko SIDS, mungkin karena
risiko pertumbuhan janin terhambat
dan kelahiran prematur.
N.Engl.J.Med.2004;351:978-86
Betametason sering digunakan ibu
hamil untuk mencegah sindrom
gangguan pernapasan bayinya.
brw
BERHENTI MEROKOK MENG-
GUNAKAN KOYO (PATCH) NI-
KOTIN
Sejumlah 34 090 perokok yang
menghubungi hotline untuk berhenti
merokok dikirimi koyo nikotin untuk
penggunaan 6 minggu dengan dosis
21 mg., 14 mg. dan 7 mg./hari masing-
masing untuk 2 minggu. Setelah 6
bulan diambil secara acak 1305 orang
dari kelompok tersebut untuk diban-
dingkan dengan kontrol yang diambil
dari kelompok yang sebenarnya akan
diikutkan dalam percobaan ini, tetapi
karena kesalahan teknis, tidak.
Ternyata lebih banyak pengguna
koyo yang tetap tidak merokok setelah
6 bulan (33% vs. 6%, p<0.0001);
perbedaan ini tetap bermakna setelah
penyesuaian faktor demografik dan
jumlah rokok yang diisap (OD 8.8,
95%CI 4.4 -17.8).
Persentase berhenti merokok lebih
tinggi di kalangan yang lahir di luar
AS (87 - 39%), usia > 65 tahun (40
47%) dan merokok kurang dari 20
batang/hari (116 35%). Mereka yang
mendapat konseling lebih banyak yang
berhenti merokok (246 38% vs. 189
27%, p=0.001).
Dengan asumsi kelompok kontrol tetap
merokok, stop rate di kalangan pene-
rima NRT 20%; sedikitnya 6038
berhenti merokok karena program ini
dan biayanya $464 tiap orang yang
berhenti merokok.
Lancet 2005;365:1849-54
brw
RISIKO PENGGUNAAN BETA-
METASON ANTENATAL
Para peneliti mengamati risiko efek
samping pengobatan tersebut dengan
cara memeriksa 534 anak yang
dilahirkan setelah berusia 30 tahun. Di
akhir penelitian, 253 anak kelompok
betametason dibandingkan dengan 281
anak plasebo. Ternyata tidak
didapatkan perbedaan bermakna dalam
hal berat badan, lipid darah, tekanan
darah, kadar kortisol plasma,
prevalensi diabetes atau riwayat
gangguan kardiovaskuler. Pada tes
toleransi glukosa menggunakan 75 g.
glukosa, kelompok betametason
mempunyai kadar insulin plasma 30
menit yang lebih tinggi (60.5 vs. 52.0
mIU/L; ratio of geometric means 1.16
[95%CI 1.03-1.31], p=0.02) dan kadar
glukosa 120 menit lebih rendah (4.8 vs.
5.1 mmol/L; diff. 0.26 mmol/L [-0.53
0.00], p=0.05) dibandingkan dengan
kelompok plasebo.
Mereka menyimpulkan bahwa peng-
gunaan betametason cukup aman.
Lancet 2005;365:1856-62
brw
Cermin Dunia Kedokteran No. 149, 2005 65