background image
ABSTRAK
ANTIHIPERTENSI LARIS
Procardia® - nifedipin dan Pfizer -
masih tetap merupakan obat antagonis
kalsium oral yang paling laku di AS,
dengan pangsa pasar 24,7%; di tempat
ke dua ialah Cardizem® (diltiazem)
dengan pangsa pasar sebesar 20,8%,
kemudian berturut-turut Norvask®
(amlodipin) sebesar 10,8%, Calan®
(verapamil) sebesar 7%, verapamil
genenik - 4,3% dan Verelan® (vera-
pamil) - 3,8%. Sisanya - 28,6% thrdiri
dan berbagai produk lain.
Scrip 1995; 2032: 22
Brw
ANTIEPILEPSI BARU
Obat antiepilepsi baru - tiagabine
(Gabitrol®) - menunjukkan efektivitas-
nya pada pasien epilepsi parsial seder-
hana dan epilepsi parsial kompleks;
percobaannya sebagai terapi tambahan
(add-on) selama 4 minggu menghasil-
kan penurunan frekuensi serangan lebih
dari 50% pada 27-30% kasus epilepsi
parsial kompleks dan pada 27-45%
kasus epilepsi parsial sederhana.
Drug News 1995; 4(17): 7
Brw
ANTIDIABETIK ORAL BARU
Acarbose - suatu antidiabetik oral
baru dan Bayer - bekerja menghambat
penyerapan karbohidrat dan saluran
cerna meialui aksinya yang mengham-
bat aktivitas enzim aifaglukosidase;
obat ini mula-mula disetujui pengguna-
annya hanya untuk diabetes tipe I, tetapi
tahun ini telah disetujui juga untuk dia-
betes tipe II.
Obat ini efektif menurunkan kadar
gula darah dan juga kadar glycosilated
Hb; sedangkan efek sampingnya berupa
peninggian kadar SOOT darah terutama
pada dosis 300 mg. tiga kali sehari.
Scrip 1995; 2032: 20
Brw
FAMSIKLOVIR
Famsikiovir (Famvir®) selain dapat
digunakan untuk herpes zoster, saat ini
juga diindikasikan untuk herpes geni-
taiis; dosis yang dianjurkan iaiah 3 dd
250 mg. per hari selama 5 hari, sedang-
kan untuk kasus rekuren dosisnya 2 dd
125 mg. per hari selama 5 hari.
Cam pengguna seperti ini lebih Se-
derhana daripada askiovir (Zovirax®)
yang hams diminum 5 kali sehari.
Scrip 1995; 2021: 20
Brw
NEUROPATI DIABETIK
Neuropati diabetik merupakan kom-
plikasi yang sering ditemukan pada pen-
derita diabetes melitus dengan berbagai
manifestasi klinis; beratnya penyakit dan
luasnya abnormalitas sebanding dengan
derajat dan lama hiperglikemi. Hiper-
glikemi akut menurunkan fungsi sera-
but saraf, hipenglikemi kronis berkaitan
dengan berkurangnya serabut saraf, de-
generasi Wailer dan terhambatnya re-
generasi serabut saraf. Mekanismenya
belum dapat dipastikan, mungkin ber-
kaitan dengan terbentuknya metabolit
sepenti sorbitol.
Usaha pencegahan antara lain de-
ngan pengobatan hiperglikemi secara
intensif, inhibisi aidose reduktase dan
pengobatan simtomatik: amitniptilin
atau antidepresan lain, kapsaisin, feni-
tom atau karbamazepin untuk neuropati;
eritromisin, metoklopramid atau cisaprid
untuk gangguan motilitas gaster.
N. Engi. J. Med. 1995; 332: 1210­1 7
Hk
GANGGUAN VIRUS DI KALANG
AN MANULA
Parausia lanjut ( 30 tahun) yang
tinggal di panti di daerah Baltimore, AS
diperiksa fungsi penglihatannya.
Dari seluruh 738 orang di 30 panti
asuhan, 499 (67,6%) diikutkan dalam
studi ini; semuanya diwawancarai Se-
cara terperinci, dipeniksa matanya, ter-
masuk tajam penglihatannya. Mereka
yang tidak (bisa) diikutkan dalam studi
ini cenderung iebih tua, berkulit putih
dan berniiai Mini Mental State lebih
rendah.
Ternyata prevaiensi kebutaan bila-
teral (tajam penglihatan 20/200) Se-
besar 17,0%, sedangkan gangguan virus
(antara > 20/200 - < 20/40). Sebesar
18,8%. Frekuensi kebutaan meningkat
dari 15,2% di kalangan usia < 60 tahun
menjadi 28,6% di kalangan usia 90
tahun; prevaiensi di kalangan kulit hitam
50% iebih tinggi daripada di kalangan
kulit putih. Bila dibandingkan dengan
populasi di luar panti, tingkat kebutaan
di panti 13,1 kali lebih tinggi untuk ka-
langan kulit hitam dan 15,6 kali lebih
tinggi untuk kalangan kulit putih.
Penyebab utama gangguan peng-
lihatan ini ialah katarak, disusui keke-
ruhan kornea, degenenasi makula dan
glaukoma. Sebanyak 20% kebutaan dan
37% gangguan visus dapat dikoreksi.
N. Engl. J. Med. 1995; 332.' 1205­09
Hk
OBAT ANTIIMPOTENSI
Zonagen sedang meneliti efektivitas
fentolamin mesilat sebagai anti impo-
tensi oral; obat ini mula-mula dikem-
bangkan sebagai anti hipentensi.
Studi pendahujuan menunjukkan
bahwa obat ini ditoleransi dengan baik
dan efektif pada 30­50% pasien.
Drug News 1995; 4(7): 7
Brw
TERAPI KANKER PAYUDARA
Antara tahun 1979 dan 1987, Na-
tional Cancer Institute di AS mengada-
kan pencobaan yang membandingkan
efektivitas terapi kanken payudara sta-
Cermin Dunia Kedokteran No. 104, 1995
62
background image
ABSTRAK
dium I dan II, antara lumpektomi +
diseksi aksila dan radiasi dengan mas-
tektomi + diseksi aksila.
Dari 247 pasien, 237 pasien diikuti
selama rata-rata (median) 10 tahun; ter-
nyata overall survival kelompok mas-
tektomi sebesar 75% dan di kelompok
lumpektomi + radiasi sebesar 77% (p =
0,89).
Disease free interval setelah 10 tahun
adalah 69% di kelompok mastektomi dan
72% di kelompok lumpektomi +
radiasi (p = 0,93).
Rekurensi regional setelah 10 tahun
sebesar 10% di kelompok mastektomi
dan 5% di kelompok lumpektomi +
radiasi (p = 0,17).
Tidak ada perbedaan yang bermakna
dalam hal hasil pengobatan antara dua
metode tersebut setelah 10 tahun.
N. Engi. J. Med. 1995; 332: 907­11
Hk
PEMILIHAN PENYEKAT ACE
Saat ini terdapat 13 macam obat
penyekat ACE yang dipasarkan untuk
antihipertensi; semuanya efektif, juga
terhadap pengurangan hipertrofi ven-
trikel kiri. Selain itu juga dapat meng-
atasi resistensi insulin.
Perbandingan antara masing-masing
obat tersebut tidak menunjukkan per-
bedaan efektivitas, baik di kalangan
orang tua maupun dalam hal kualitas
hidup. Obat yang diekskresi baik melalui
hepar maupun ginjal mempunyai ke-
unggulan karena tidak memerlukan
penyesuaian dosis pada pasien-pasien
dengan gangguan fungsi ginjal.
Drugs 1995; 49(4): 516­35
Brw
MAGNESIUM UNTUK INFARK
MIOKARD
Hasil ISIS-4 yang menyatakan bahwa
magnesium (Mg) tidak bermanfaat un-
tuk pengobatan infark iokard akut ma-
sih diragukan oleh beberapa kalangan.
Pada studi atas 194 pasien infark
miokard akut yang tidak dapat diterapi
dengan trombolisis, ternyata pemberian
Mg iv. dengan dosis 6 g. pada 3 jam
pertama, 10 g. pada 21 jam berikutnya
dan diikuti dengan 6 g. pada 24 jam
berikutnya, telah menurunkan mortali-
tas di rumah sakit dengan bermakna.
Pengobatan dimulai dalam 7 jam setelah
serangan infark.
Kematian dijumpai pada 17 pasien di
kelompok plasebo dan pada 4 pasien di
kelompok Mg.; 11 pasien di kelompok
plasebo dan hanya I pasien di kelompok
Mg. meninggal akibat syok kardiogenik.
Dari kelompok di atas 70 tahun (n =
77), mortalitasnya 23% di kelompok
plasebo dan 9% di kelompok Mg.
Para peneliti menduga bahwa hasil
tidak memuaskan pada ISIS-4 disebab-
kan karena Mg diberikan setelah re-
perfusi ­ saat yang terlambat untuk
pencegahan Ca-overload di miosit, serta
para pasien umumnya telah mengguna-
kan obat-obat trombolitik atau anti-
platelet sehingga angka kematian tidak
dapat lebih rendah lagi.
Oleh karena itu para peneliti di sini
tetap menganjurkan agar Mg tetap diper-
timbangkan karena murah dan dapat
diberikan segera, bahkan sebelum pasien
sampai di rumah sakit.
inpharnza 1995; 976: 5
Brw
EFEK SAMPING ASPIRIN
Penggunaan aspirin dosis rendah
sekalipun berisiko perdarahan saluran
cerna. Menurut studi case-control yang
dilakukan di Inggnis, risiko perdarahan
ulkus peptikum adalah sebesar 2,3 bila
menggunakan 75 mg. aspirin perhari;
3,2 bila dosisnya 150 mg./hari dan 3,9
bila dosisnya 300 mg./hari.
Meskipun demikian, para peneliti
berpendapat bahwa manfaatnya dalam
mencegah penyakitjantung masih lebih
besar daripada risiko di alas.
Scrp 1995: 4014: 3
Brw
OBAT ALZHEIMER
Galanthamine-suatu alkaloid berasal
dari kuncup bunga dafodil dan snow-
drops agaknya bermanfaat untuk meng-
obati penyakit Alzheimer; zat ini juga
bersifat penyekat asetilkolinesterase
seperti takrin.
Uji klinis pendahuluan di Inggnis
menunjukkan bahwa zat ini memper-
lambat proses penurunan fungsi otak
pada 30% pasien Alzheimer, selain itu
lebih cepat diserap dan kurang hepato-
toksik.
Saat ini obat tersebut sedang dicoba-
kan pada 600 pasien Alzheimer di Eropa.
Inpharma 1995; 976: 11
Brw
IMUNISASI POLIO DAN SUPLE
MENTASI VITAMIN A
Pemberian suplemen vitamin A
100.000 IU bersamaan pada saat vaksi-
nasi campak sangat praktis karena tidak
memerlukan upaya tambahan; tetapi
vitamin A sebenarnyajuga mempenga-
ruhi sistim imun dan dikenal sebagai
vitamin `antiinfeksi'. Oleh karena itu
pengaruhnya terhadap serokonversi
terhadap campak diteliti pada 336 bayi
berusia 6 bulan berasal dari 19 desa di
wilayah Bogor, Indonesia.
Sejumlah 336 bayi berusia 6 bulan
divaksinasi menggunakan 0,5 ml. Mo-
bilivac®; bersamaan dengan itu diberi
kapsul 100.000 IU vitamin A atau pla-
sebo per oral. Secara keseluruhan 82%
bayi mengalami serokonversi (odds
ratio 0,40;95%CI:0,19-0,88) terutama
di kalangan penempuan (odds ratio
0,34; 95%CI: 0,15-0,76).
Imunisasi campak menggunakan
vaksin tipe Schwanz (Mobilivac®) ini
menghasilkan nilai serokonversi yang
tinggi, tetapi pembenian vitamin A
dapat mempengaruhi hasil tersebut.
Lancer 1995: 345: 1330­32
hk
Cermin Dunia Kedokteran No. 104, 1995 63