background image
Kegiatan Ilmiah
Konggres Ke-14 Farmakologi Sedunia
Konggres ke-14 Farmakologi Sedunia (XIVth World
Congress of Pharmacology) berlangsung di Kalifornia tanggal
7 hingga 12 Juli 2002. Kongres akbar ini terutama difokuskan
pada intervensi molekuler yang mendasari semua disiplin ilmu.
Dihadiri oleh 2.200 peserta terdaftar dari 63 negara, Kongres
Farmakologi ini menyajikan 18 plenary lectures, 50 simposia
dan workshops, serta 1.375 makalah yang dipresentasikan
dalam bentuk poster.
Masalah yang dibahas sangat luas, meliputi bidang
farmakologi klinik, farmakologi kardiovaskuler, neurofarmako-
logi dan farmakologi psikiatrik, toksikologi, metabolisme obat,
dan tentunya farmakologi molekuler dan seluler.
Sesi pertama diawali dengan topik Microbial Genome
Sequencing: Insight into Physiological and Evolution oleh
Claire Fraser dari The Institute for Genomic Research (TIGR).
Menurut Fraser, lebih dari 60 proyek sekuensing genome
mikrobial telah selesai dikerjakan dan lebih dari 100 proyek
masih dalam pengerjaan. Informasi mengenai genome ini bisa
digunakan untuk mengembangkan vaksin-vaksin baru, demi-
kian juga bisa mendasari pemahaman dan terapi penyakit
infeksi.
Malaria diderita oleh hampir sepuluh persen penduduk
dunia dan menyebabkan lebih dari sejuta kematian setiap
tahun. Meskipun malaria akibat gigitan nyamuk jarang di-
jumpai di Amerika Utara dan Eropa, prevalensi penyakit ini
terus meningkat di negara-negara tropik disebabkan peningkat-
an resistensi obat antimalaria yang digunakan dan penggunaan
insektisida untuk membunuh vektor. Vaksin yang sangat
didambakan sejak bertahun-tahun masih sulit dijadikan ke-
nyataan disebabkan oleh kemampuan parasit untuk me-
nyembunyikan diri terhadap sistem imun. Sekuensing dari
genome plasmodium yang baru-baru ini dikerjakan memberi
jalan untuk pengembangan vaksin malaria, maupun pengem-
bangan obat-obat baru. Sesi yang dipandu oleh Dr. Wilbur
Milhous dan Dr. Ayoade Oduola berjudul New Approach to the
Treatment of Malaria. Dalam sesi ini dibahas topik-topik
mekanisme yang mendasari resistensi obat, obat-obat baru yang
sedang dikembangkan dan pemanfaatan informasi genomik
untuk mengembangkan cara-cara pengobatan dan pencegahan
yang baru.
Farmakologi pada dasarnya berasal dari penggunaan
tanaman obat, dimana obat-obat yang telah lama digunakan se-
perti digitalis, kuinin dan morfin juga bersumber dari tanaman.
Sesi yang berjudul From Biodiversity to New Drugs:
Potential and Problems yang dipandu oleh Prof. Vernon
Heywood mengupas gambaran berbagai tanaman obat serta
distribusinya di dunia, masalah intellectual property dari
tanaman obat yang dikembangkan dan cara-cara mengidentifi-
kasi calon-calon obat baru. Tidak lupa pula dibahas masalah
kontrol kualitas obat-obat fitofarmaka.
Sesi khusus berjudul Pharmacology of Natural Products
yang dipandu oleh Dr. Ryan Huxtable membahas peran
etnofarmakologi dalam mengidentifikasi calon obat-obat baru,
penelitian niprisan untuk profilaksis anemia sickle cell dan
penggunaan ganoderma lucidum polysaccarides B sebagai anti-
tumor, demikian juga sejarah pengembangan obat yang ber-
sumber dari alam. Pembicara dalam sesi ini sebagian besar
berasal dari negara-negara yang kaya akan sumber alami
seperti Nigeria, Cina, India dan Hawai.
Sesi Therapeutic Approaches to Prion Diseases yang di-
pandu oleh Fred Cohen dan Dr. John Collinge membahas
pentingnya penyakit yang disebabkan oleh prions. Sebagai-
mana kita ketahui bahwa wabah penyakit sapi gila yang sangat
menghebohkan dunia disebabkan oleh prions. Penyakit-pe-
Cermin Dunia Kedokteran No. 137, 2002
50
background image
nyakit lain yang juga disebabkan oleh prions adalah penyakit
Creutzfeld-Jacob, insomnia familial fatal dan penyakit Kuru.
Kasus-kasus yang baru-baru ini diidentifikasi dari varian
penyakit Creutzfeld-Jacob menunjukkan adanya transmisi
prions dari ternak ke manusia akibat konsumsi daging yang
terinfeksi. Meskipun demikian, hal ini mungkin juga disebab-
kan suatu komponen genetik autosomal dominan pada en-
sefalopati spongiform tersebut yang lebih membuat rumit
masalah ini. Adanya peran suatu protein mis-folding pada
penyakit prions menunjukkan kemungkinan hubungan prions
dengan penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer
dan Parkinson.
Di bidang genome manusia dan spesies lain dibahas ber-
bagai topik, seperti Single Nucleotide Polymorphism in Drug
Metabolism, Cardiovascular Funtional Genomics, Rat Gene-
tics and Genomics, Genetic and Other Determinats of Vascular
Respponses dan Alliance for Cell Signaling.
SIMPOSIUM LAIN
Simposium lain, selengkapnya bisa diakses di
http://www.kalbe.co.id >> News/Articles >> Seminar
Konggres Nasional Kesehatan Anak XII, Bali 1­ 5 Juli 2002
Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA) XII
dan Konferensi ke sebelas Dokter-dokter Anak se-ASEAN,
diselenggarakan sejak tanggal 1 hingga 5 Juli 2002 di Sheraton
Nusa Dua Bali. Untuk pertama kalinya KONIKA yang di-
selenggarakan tiap 3 tahun sekali ini diselengarakan secara
bersamaan dengan acara tersebut. Pada kesempatan itu ber-
kenan Menteri Kesehatan RI, dr. A. Suyudi membuka acara
tersebut. Dalam sambutannya, MENKES mengatakan penting-
nya mengubah Paradigma Sakit yang selama ini dianut menjadi
paradigma Sehat sesuai dengan visi SEHAT 2010
.
Fifth IUPHAR Satellite Meeting on Serotonin, Mexico 3 - 5
Juli 2002
Kongres terbatas mengenai serotonin yang dihadiri oleh
sekitar 300 peneliti di bidang serotonin ini membahas me-
ngenai berbagai peran serotonin pada berbagai organ. Acara
yang berlangsung selama 3 hari di Hotel Hyatt Regency,
Acapulco, Guerrero Mexico ini, merupakan "satellite meeting"
dari XIVth World Congress of Pharmacology 2002 yang
berlangsung dari 7 hingga 12 Juli di San Fransisco USA.
KONAS IDKI, Hotel Raddin, Jakarta, 12 ­ 14 Juli 2002
Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai sadar akan hak-
hak azasinya selaku pekerja, memanfaatkan kesehatan kerja.
Demikian diutarakan Ahmad Sujudi, sewaktu membuka secara
resmi Kongres Nasional III Ikatan Dokter Kesehatan Kerja
(IDKI) di Hotel Raddin Jakarta, Sabtu 13 Juli 2002. KONAS
yang diikuti sekitar 150 peserta dari seluruh Indonesia tersebut
diselenggarakan bersama-sama dengan MUKERDA Asosiasi
Hiperkes dan Keselamatan Kerja Indonesia (AHKKI) cabang
DKI Jakarta dan Temu Ilmiah Kesehatan dan Keselamatan
Kerja Bidang Transportasi dan Gedung Bertingkat.
14
th
ASEAN Congress of Cardiology (ACC), Malaysia, 17-20
Juli 2002
Konggres para ahli jantung se-ASEAN ke empat ber-
langsung di 3 tempat, yaitu di Hotel Shangri-La, Hotel Con-
corde, dan Hotel Renaissance Kuala Lumpur, Malaysia.
Acara yang dilangsungkan dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2002,
dihadiri kurang lebih 1.000 dokter terdiri dari para Kardiolog,
Internis, serta dokter umum. Peserta datang dari pel-bagai
negara di Asia Tenggara antara lain Indonesia, Philipina,
Thailand, Vietnam, Kamboja, serta tuan rumah Malaysia.
Recent Advances in Critical Care & Management of Trauma
Cases, Hotel Horison Jakarta, 20 - 21 Juli 2002
Bencana bisa terjadi dimana saja dan pada waktu yang
tidak bisa ditentukan. Agar supaya korban baik jiwa maupun
material bisa diminimalkan, maka perlu diciptakan sistem yang
sering disebut dengan "Disaster Plan". Hal itu mengemuka
dalam makalah dengan judul "Disaster Planning and Mana-
gement Following September 11st" yang dibawakan oleh
Dr.Lawrence Robert dari Amerika Serikat, membuka sesi Ilmi-
ah dalam simposium yang diadakan dalam rangka mem-
peringati HUT RSPAD Gatot Soebroto ke 52.
PIT VII : Perkembangan Mutakhir Ilmu Penyakit Dalam
2002, Hotel Sahid Jaya, 2 - 4 Agustus 2002
Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Dalam kembali
diselenggarakan pada tahun 2002 ini. Pertemuan ke tujuh
kalinya tersebut berlangsung sejak tanggal 2 hingga 4 Agustus
2002 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Dalam kesempatan ini hadir
sekitar 75 pembicara yang membagi-bagi ilmunya dalam 3
kuliah umum, 10 sesi temu ahli, 9 simposium dan 6 simposium
satelit.
"Update on Multidiciplinary Management of Cancer", Hotel
Horison, Jakarta, 9 - 11 Agustus 2002
Penanganan kanker melibatkan banyak pihak (multi-
disiplin), demikian dikatakan Dr Sahala Panggabean, SpPD,
Ketua acara Seminar & Workshop Deutsch - Indonesische
Gesellschaft fuer Medizin (DIGM) 2002, saat temu pers, Jumat
9 Agustus 2002 di Hotel Horison Jakarta. Acara "Update on
Multidiciplinary Management of Cancer" dengan topik khusus
Imaging dan Treatment, berlangsung selama 3 hari dengan
menghadirkan 4 pembicara luar negeri (Jerman) dan 36 pakar
dari dalam negeri. Acara ini terselenggara atas inisiatif dari
putera-puteri bangsa Indonesia yang pernah menimba ilmu di
Jerman..
Pertemuan Ilmiah ke-2 Dermatosis akibat Kerja, Hotel
Santika 24 - 25 Agustus 2002
Sebagian besar (sekitar 85%) pestisida ini dijual dan
digunakan untuk kalangan pertanian. Sisanya 15%, digunakan
untuk kebutuhan rumah tangga misalnya pada pertamanan,
termasuk obat anti nyamuk pada penggunaan rumah-rumah
tangga. Demikian pemaparan Prof dr Diana Nasution, Sp KK
(K) dari FK USU dalam pembahasannya yang berjudul
"Dermatitis Kontak akibat Pestisida pada Pekerja Perkebunan",
pada acara Pertemuan Ilmiah ke-2 Dermatosis akibat Kerja
yang diselenggarakan di Hotel Santika, 24 - 25 Agustus 2002.
Pada hari kedua diisi dengan Seminar bagi pekerja salon.
Cermin Dunia Kedokteran No. 137, 2002 51