ABSTRAK
SIMVASTATIN UNTUK HIPER-
KHOLESTEROL
Satu penelitian atas 120 pria hiper-
kholesterolemik di Finlandia bertujuan
untuk menilai pengaruh simvastatin,
diet dan kombinasi keduanya atas
kadar lipid plasma. Sejumlah masing-
masing 60 orang diberi diet biasa dan
diet mengandung lemak jenuh dan
trans-unsaturated fat kurang dari 10%,
selanjutnya dari masing kelompok ter-
sebut 30 orang mendapat simvastatin
20 mg/hari atau plasebo selama 12
minggu. Ternyata perlakuan diet dapat
menurunkan kadar kolesterol total se-
besar 7,6% (p<0.01), LDL kolesterol
sebesar 10,8% (p<0.001), HDL koles-
terol sebesar 4,9% (p=0.01), apolipo
protein B sebesar 5,7% (p=0.003),
insulin serum turun sebesar 14.0%
(p=0.02) dan alfa tokoferol sebesar
3,5% (p=0.04).
Sedangkan simvastatin menurunkan
kadar kolesterol total sebesar 20,8%,
LDL kolesterol sel sebesar 29,7%, tri-
gliserid 13,6%, apolipoprotein B
22,4%, alfa tokoferol 16,2%, beta
karoten 19,5% dan ubiquinol 10 se-
besar 22,0% (semuanya p<0.001), me-
ningkatkan kadar HDL sebesar 7.0%
(p<0.001) dan insulin serum sebesar
13.2% (p=0.001). Kadar glukosa tidak
berubah di semua kelompok.
JAMA 2002;287: 598-605
Brw
PROGNOSIS PAYAH JANTUNG
Studi retrospektif atas 2568 pasien
payah jantung yang diikuti selama 32
±
15 bulan menunjukkan bahwa pening-
katan tekanan vena jugularis me-
ningkatkan risiko dirawat akibat payah
jantung (RR 1,32; 95%CI: 1,08-1,62,
p<0.01), risiko kematian atau dirawat
(RR 1,37; 95%CI: 1,11-1,53. p<0.005)
dan risiko kematian akibat gagal
pompa jantung (RR 1,37; 95%CI:
1,07-1,53, p<0,05).
Selain itu adanya bunyi jantung
ketiga juga meningkatkan risiko-risiko
tersebut.
N. Engl. J. Med. 2001; 345: 574-81
Brw
RISPERIDON INJEKSI
Risperdal® (risperidone) suatu
antipsikotik dalam waktu dekat akan
tersedia dalam bentuk sediaan suntikan
depot, dalam sediaan ini, bahan aktif
risperidone terbungkus dalam mikro-
sfer yang kemudian akan pecah secara
berangsur-angsur. Para dokter selama
ini hanya mengenal sediaan nalo-
peridol dekanoat sebagai antipsikotik
jangka panjang.
Sediaan antipsikotik jangka panjang
lebih ideal dan disukai karena kepatuh-
an berobat di kalangan pasien skizo-
frenia sangat rendah, ditambah dengan
sifat penyakitnya yang kronis.
Scrip 2001; 2678: 19
Brw
TANAMAN OBAT UNTUK HATI
Tanaman obat sejak dahulu telah
digunakan untuk berbagai penyakit, di
antaranya untuk gangguan fungsi hati.
Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan
bahwa beberapa tanaman obat memang
mengandung zat aktif yang mempunyai
aktivitas hepatoprotektif, bahkan be-
berapa di antaranya telah dibuat dan
dipasarkan dalam bentuk preparat oral.
Tanaman tersebut di antaranya :
Silybum marianum mengandung zat
aktif silymarin yang telah dipasarkan
dengan merk Lagalon®, Sohisandra
chinensis mengandung zat aktif schi-
sandrin, Phyllantus amarus mengan-
dung zat aktif phyllantin dan hypo-
phyllantin, Picrorhiza kurroa me-
ngandung zat aktif picroliv, Andro-
graphis paniculata mengandung zat
aktif andrographolide, Glycyrrhizae
radix-mengandung zat aktif glycytinic
acid dan glycyrrhizin, Lycium chinense
dengan zat aktifnya zeaxanthin, serta
Cochlospermum tinotorium yang me-
ngandung arjunolic acid.
Selain itu beberapa sediaan kom-
binasi juga sedang diselidiki manfaat-
nya terhadap berbagai penyakit hepar.
DN&P 2001; 14(6): 353-63
Brw
DIET KALSIUM DAN BATU
SALURAN KEMIH
Selama ini orang masih bertanya-
tanya mengenai hubungan antara asup-
an kalsium dari diet makanan dengan
risiko batu kalsium di saluran kemih.
Para peneliti di Italia meneliti
masalah ini atas 120 pria penderita
hiperkalsiuria dan batu oksalat rekuren
selama 5 tahun; selama masa tersebut
60 pria mendapat diet biasa dengan
kandungan kalsium 30 mmol/hari, te-
tapi rendah protein hewani (52 g/hari)
dan rendah garam (50 mmol NaCl/
hari), sedangkan 30 pria lainnya men-
dapat diet rendah kalsium (10 mmol/
hari).
Setelah 5 tahun, 12 dari 60 pria
dengan diet kalsium normal dan 23
dari 60 pria yang mendapat diet
rendah kalsium (10 mmol Ca/hari),
menderita batu rekuren (RR=0,49;
95%CI: 0,24-0,98; p=0,04).
Selama follow up kadar kalsium
urine turun di kedua kelompok secara
nyata (170 mg./4,2 mmol per hari)
tetapi elskresi oksalat urine meningkat
di kelompok rendah kalsium (rata-rata
5,4 mg/60 umol perhari) sebaliknya
turun di kelompok diet kalsium nor-
mal, rendah protein hewani dan rendah
garam (rata-rata 7,2 mg/80 umol
perhari).
Para peneliti menyimpulkan bah-
wa di kalangan pria hiperkalsiuria dan
batu oksalat rekuren pembatasan pro-
tein hewani dan garam dengan asupan
normal lehih bermanfaat daripada diet
rendah kalsium.
N. Eng1. J. Med. 2002; 346: 77-84
Brw
Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002
56