background image
Cermin Dunia Kedokteran No. 63, 1990
58
ABSTRAK
PENGARUH MINYAK IKAN PADA
TEKANAN DARAH
Suatu penelitian acak atas populasi
yang terdiri dari 156 pria dan wanita
penderita hipertensi ringan yang belum
pernah diobati di Oslo, Norwegia, telah
dilakukan untuk melihat pengaruh
asam lemak tak jenuh dalam ikan (fish
oil) terhadap tekanan darah.
Para pasien diberi 6 g asam eikosa-
pentanoat dan asam dokosahexanoat
85%, atau 8 g minyak jagung perhari;
temyata tekanan darah sistolik rata-rata
turun sebesar 4,6 mmHg (p -- 0,002)
dan tekanan diastolik rata-rata turun se-
besar 3.0 mmHg (p -- 0,0002) pada ke-
lompok fish oil, sedangkan pads ke-
lompok minyak jagung tidak ditemukan
penurunan tekanan darah yang ber-
makna. Penurunan tekanan darah lebih
nyata terlihat bila kadar fosfolipid n-3
plasma meningkat (p 0,0027).
Meskipun demikan, diet fish oil tidak
mempengaruhi tekanan darah orang
yang memang terbiasa makan ikan lebih
dari tiga kali seminggu sebagai bagian
dari diet mereka, atau bila kadar fosfo-
lipid n-3 plasmanya lebih dari
.
175,1
mg/l.
N. Engl. J. Med 1990; 322 : 795-801
Brw
KEHIDUPAN DI KOTA MENING-
KATKAN TEKANAN DARAH
Tiga ratus duapuluhlima orang suku
Luo berusia 15-34 tahun yang ber-
migrasi ke Nairobi (ibukota Kenya) dan
267 lainnya yang tetap tinggal di desa,
diamati tekanan darahnya; dan pada
akhir studi selama 2 tahun, hanya 63
migran dan 143 kontrol yang dapat di-
evaluasi.
Ternyata para migran mempunyai
tekanan sistolik rata-rata yang lebih
tinggi daripada kontrol; selain itu di-
dapatkan pula peningkatan rasio Na : K,
berat badan dan frekuensi denyut
jantung rata-rata; hal-hal tersebut di-
duga yang inerupakan faktor penyebab
meningkatnya tekanan darah rata-rata di
kalangan para migran.
BMJ 1990; 300 : 967-72.
Hk
MEMPERKIRAKAN RISIKO DE-
KUBITUS
Risiko mendapat ulkus dekubitus dapat
dinilai menurut sistim skoring Norton :
1. Kondisi fisik : 4 - baik
3 - sedang
2 - buruk
1 - sangat buruk
2. Kesadaran : 4 - sadar
3 - apatik
2 - kacau (confused)
1 - stupor
3. Aktivitas : 4 - aktif
3 - berjalan dengan
bantuan
2 - dengan kursi roda
1 - berbaring terus
4. Mobilitas : 4 - baik
3 - agak terbatas
2 - sangat terbatas
1 - immobil
5. Kontrol urin/defikasi :
4 - baik
3 - kadang-
kadang
2 - mengompol
1 - keduanya
terganggu
Bila nilainya kurang/sama dengan 14
dianjurkan untuk hati-hati, sedangkan
bila kurang dari 12 risikonya sangat
tinggi.
BMJ 1990; 300 : 1002-4
Hk
ERITROMISIN UNTUK GANGGUAN
GASTROINTESTINAL
Eritromisin temyata juga berpenga-
ruh terhadap motilitas gastrointestinal;
efek ini diduga melalui efek agonis ter-
hadap motilin - suatu polipeptid salur-
an gastrointestinal.
Para peneliti di Belgia menggunakan
200 mg. eritromisin intravena atas 10
pasien IDDM dengan gastroparesis dan
dibandingkan dengan plasebo secara
buta-ganda. Ternyata retensi makanan
padat setelah 120 menit ialah sebesar
6 ± 9% pada plasebo dan 4 ± 1% pada
eritromisin; pada orang sehat adalah
sebesar 9 ± 3%. Sedangkan untuk
makanan cair, angka tersebut ialah 32
± 4% pada plasebo, 9 ± 3% pada
eritromisin dan 4 ± 1% pada orang
normal.
Efek ini juga terlihat pada tingkat
yang kurang nyata bila eritromisin di-
gunakan per oral dengan dosis
3x250mg.
NEngl J Med 1990; 322 : 1028-31.
Brw
LOPERAMID UNTUK BAYI
Dua dokter Pakistan telah melapor-
kan 19 bayi dengan ileus paralitik dan
distensi abdomen yang berat akibat
penggunaan loperamid tetes; usia
mereka berkisar antara 1
1
/2 dan 6
1
/2
bulan; hanya seorang yang berusia 2
tahun. Dari 19 pasien tersebut, 6 me-
ninggal dunia dan hanya 9 yang sembuh
sempuma.
Dari pengalaman ini, para dokter
tersebut memintakan perhatian atas
mudah didapatnya obat tersebut di
toko-toko obat; dan meskipun dican-
tumkan peringatan bahwa tidak dianjur-
kan untuk anak di bawah satu tahun,
para pembeli tidak memperhatikan,
atau bahkan tidak bisa membacanya
karena buta huruf!
Scrip 1990; 1490 : 31
Brw
* Para pembaca yang berminat mendapatkan naskah lengkapnya ­ dalam jumlah terbatas ­ dapat diminta
melalui alamat redaksi.
background image
Cermin Dunia Kedokteran No. 63, 1990 59
ABSTRAK
HEMATOMA INTRAKRANIAL
AKUT PADA TRAUMA KAPITIS
Penelitian prospektif dilakukan atas
8406 dewasa dan anak (< 14 tahun)
yang datang ke bagian gawat darurat
rumah sakit di Skotlandia, dan 1007
pasien yang menjalani operasi akibat
hematoma intrakranial traumatik akut.
Dari data yang berhasil dikumpulkan
(8366 dewasa dan 960 anak), ternyata
bahwa adanya fraktur tengkorak dan
penurunan
kesadaran
merupakan
faktor terpenting untuk meramalkan
adanya hematoma intrakranial akut.
Pada anak-anak risiko tersebut berkisar
antara 1 : 13.000 pada kasus tanpa
fraktur dan tanpa perubahan kesadaran,
sampai 1 : 12 pada kasus koma dengan
fraktur tengkorak. Sedangkan path
dewasa, angka-angka tersebut adalah
1 : 7.900 untuk kasus tanpa fraktur
dan tanpa perubahan kesadaran, dan
1 : 4 pada kasus-kasus koma dengan
fraktur tengkorak.
BMJ 1990; 300 : 363-67.
Hk
PENGARUH PROTEIN PADA
GAGAL GINJAL
Membatasi masukan protein dapat
memperlambat perburukan fungsi
ginjal. Hal ini disimpulkan dari studi
atas 64 psien dengan kadar kreatinin
serum antara 350--1000 umol/1 selama
18 bulan.
Di antara 33 pasien yang mendapat-
kan diet biasa, 9 (27%) menderita gagal
ginjal, di bandingkan dengan hanya 2
(6%) di antara pasien dengan diet
rendah protein. Filtrasi glomeruli rata-
rata (GFR) pasien dengan diet biasa
turun dari rata-rata 0,25 ± 0,003 ml/
detik menjadi rata-rata 0,10 ± 0,005
ml/detik (p 0,01); sedangkan pada
pasien dengan diet rendah protein,
turun dari 0,23 ± 0,04 menjadi 0,20 ±
0,05 ml/detik; suatu perbedaan yang
bermakna.
N Engl J Med 1989; 321 : 1773-7.
Brw
INFEKSI HIV-1 PADA ANAK-ANAK
Seratus tujuhpuluh dua anak-anak
dengan diagnosis infeksi HIV -1 peri-
natal diamati perjalanan kliniknya.
Ternyata gejala klinik muncul pada rata-
rata (median) usia 8 bulan; hanya 21%
yang muncul setelah usia 2 tahun.
Manifestasi klinis pertama yang
paling sering ialah pneumonia inter-
stitial limfoid (17%), infeksi bakteriil
rekuren (10%) dan esofagitis kandida
(8%). Pada kasus-kasus tersebut pasien
rata-rata meninggal pada usia 72, 11,
50 dan 12 bulan. Sembilan persen anak
mendapatkan infeksi Pneumocystis cari-
nii pada usia rata-rata 5 bulan dan
hanya hidup rata-rata sampai 1 bulan
setelah diagnosis. Mortalitas tertinggi
ada pada tahun-tahun pertama (17%),
sedangkan rata-rata usia yang dapat di-
capai secara keseluruhan ialah 38 bulan
setelah diagnosis.
Anak-anak dengan infeksi HIV-1
perinatal mempunyai prognosis yang
sangat buruk.
NEngi JMed 1989; 321 : 1791-6
Brw
OBAT PENURUN LIPID
TAKRIN UNTUK PENYAKIT AL-
ZHEIMER
Sekelompok peneliti Perancis mem-
bandingkan kegunaan takrin (tetra-
hidroaminoakridin -- 'FHA) + lesitin
dengan plasebo + lesitin pada 67 pasien
Alzheimer. Rata-rata dosis takrin ialah
114 mg dan dosis lesitin ialah 1200 mg,
diberikan selama 4 minggu dalam dosis
terbagi, tiga kali sehari.
Pada akhir percobaan, fungsi kognitif
diukur dengan Folstein's mini mental
state, tingkah laku dinilai dengan Stock-
ton geriatric rating scale dan fungsi ke-
seluruhan dinilai dengan visual ana-
logue scale, baik oleh dokter maupun
oleh keluarganya. Ternyata pengguna-
an takrin hanya meningkatkan nilai
visual analogue scale yang dinilai oleh
dokter; sedang skala lainnya, perubah-
annya tidak bermakna.
Efek samping yang terlihat selama
percobaan ini ialah hepatitis (9 orang)
dan keluhan gastrointestinal (20 orang).
BMJ 1990; 300: 495-9
Hk