background image
ABSTRAK
BEBERAPA CARA PENGOBATAN TUBERKULOSIS
Cara pengobatan.
Lama Cara
6 bulan 2RHZ kemudian 4RH (atau 4R3H3, atau 4R.2H2)
2SRHZ kemudian 4RH tiap han atau 3 kali seminggu
2ERHZ kemudian 4RH tiap han atau 3 kali seminggu
8 bulan 2SRH kemudian 6TH
2SRHZ kemudian 2RH/4H
2SRHZ kemudian 6S2H2Z2
Keterangan : Angka terdepan menunjukkan lama pengobatan (dalam bulan)
Angka di bawah huruf menunjukkan jumlah dosis seminggu
Obat diberikan sekali sehari.
World Health Forum 1989; 10 : 116-22
Brw
* Para pembaca yang berminat mendapaikan naskah lengkapnya - dalam jumlah terbatas - dapat diminta
melalui alamat redaksi.
SUPLEMENTASI KALSIUM
PADA LANJUT USIA
Untuk menentukan apakah suple-
mentasi kalsium pada lanjut usia ber-
guna melindungi terhadap osteoporosis
dan fraktur femur, 1688 penduduk
Inggris dicatat pola dietnya dan
diamati selama 15 tahun.
Dari 983 orang yang dapat dievaluasi
pada akhir penelitian,ternyata angka ke-
jadian fraktur femur meningkat sesuai
dengan usia, dan lebih banyak di kalang-
an wanita; tetapi tidak berhubungan
dengan faktor kalsium dalam diet;
bahkan terlihat bahwa aktivitas fisik di
kalangan usia lanjut justru mengurangi
insidensi fraktur femur.
BMJ 1989; 299 889­92
Hk
PENGARUH MAKANAN PEDAS
PADA MUKOSA LAMBUNG
Videoendoskopi telah digunakan
untuk menilai efek makanan pedas ter-
hadap mukosa lambung. Duabelas
sukarelawan menerima empat macam
makanan berturut-turut : steak dengan
kentang goreng tanpa merica (kontrol
negatif), makanan biasa + 1950 mg.
aspirin (kontrol positif), makanan pedas
ala Meksiko dengan 30 g. jalapeno,
dan pizza pepperoni yang juga pedas.
Endoskopi dilakukan sebelum dan
12 jam sesudah makan makanan per-
cobaan. Didapatkan erosi lambung
multipel pada 11 orang setelah makan
kontrol positif, satu kasus erosi pada
makanan ala Meksiko dan satu kasus
pada pizza pepperoni. Percobaan dilan-
jutkan dengan memasukkan 30 g. jala-
peno segar, langsung ke dalam lambung
melalui sonde; endoskopi setelah 24
jam tidak menunjukkan adanya
kelainan mukosa lambung.
Dan percobaan mi disimpulkan
bahwa makanan pedas tidak menimbul
kan kelainan mukosa lambung pada
orang normal.
JAMA 1988; 260 34 73­5
Hk
Cermin Dunia Kedokteran No. 62, 1990
58
background image
ABSTRAK
DEPRESI PADA KUCING
Seorang psikiater melaporkan kasus
depresi pada seekor kucing; seekor
kucing betina menjadi kotor, bulu-bulu-
nya melengket, kehilangan aktivitas dan
menolak makan setelah pemiliknya
yang berusia 89 tahun meninggal dunia.
Setelah dirawat dengan sering dielus-
elus, dipangku dan bulu-bulunya sering
digosok, sebulan kemudian kucing ter-
sebut kembali lincah dan aktif!
BMJ 1989; 299 : 1569
Hk
ANISTREPLASE UNTUK INFARK
MIOKARD AKUT
Dalam suatu studi acak-tersamar-
ganda, 1258 pasien mendapatkan anis-
treplase (anisolated plasminogen strepto-
kinase activator complex ­ APSAC ­
`Eminase') atau plasebo dalam enam
jam setelah dugaan infark miokard
akut. Anistreplase diberikan satu kali,
secara intravena sebanyak 30 unit
dalam lima menit.
Setelah 30 hari, 40 (6%) dan 624
pasien yang mendapat anistreplase me
ninggal, dibandingkan dengan 113
(18%) pasien yang mendapat plasebo
(p ­ 0,0007). Mortalitas tidak ter-
gantung dan selang waktu antara se-
rangan infark dengan saat pengobatan,
atau dan karakteristik pasien. Lokasi
infàrk dan usia merupakan faktor ter-
penting yang mempengaruhi prognosis
dalam satu tahun; takikardi (
100/menit ) di saat masuk dan riwayat
penyakitjantung iskemik juga memper-
besar risiko. Komplikasi yang nyata
lebihjarang ditemukan pada kelompok
anistreplase; perdarahan lebih sering
teijadi, tetapi umumnya ringan.
Penelitian mi menunjukkan bahwa
anistreplase merupakan trombolitik
yang efektifdan cukup aman, dan cukup
bermanfaat dalam jangka panjang pada
pasien infark miokard akut.
Lancet 1990; 335 :427­31
brw
RISIKO PENGGUNAAN ASPIRIN
Sejumlah 13.981 penduduk kulit putih lánjut usia di California diikuti kesehatannya
selama 6,5 tahun. Selama itu telah tenjadi 25 kasus kanker ginjal, 341 kasus stroke, 253
kasus infark miokard, 220 kasus penyakit jantung iskemik dan 317 kasus penyakit
jantung lain.
Temyata kasus-kasus kanker ginjal lebih banyak ditemukan pada orang-orang yang
menggunakan aspirin setiap hari (risiko relatif - 6,3), terutama di kalangan pria; selain
itu juga risiko penyakit jantung iskemik meningkat hampir dua kali lipat di antara
pengguna aspirin (risiko relatif - 1,9 pada pria dan 1,7 pada wanita), sedang kasus
stroke, tidak berbeda bermakna.
Kesimpulan dan penelitian mi adalah bahwa penggunaan aspirin setiap hari me-
ningkatkan risiko kanker ginjal dan penyakit jantung iskemik.
BMJ 1989; 299 :1247-50
Hk
HIPERHIDROSIS
Hiperhidrosis atau keringat yang berlebihan dapat teijadi menyeluruh (generalized)
atau lokal. Hiperhidrosis menyeluruh biasanya berhubungan dengan penyakit sistemik
tertentu, seperti hipertiroid, diabetes melitus, infeksi samar, retikulosis dan lain-lain;
sedangkan hiperhidrosis lokal sering tidak mempunyai dasar organik. Bila tidak dapat
diobati secara kausal, pengobatan simtomatik dapat berupa obat (oral maupun topikal),
tindakan bedah atau elektrik.
Hiperhidrosis aksilar dapat dikendalikan dengan obat-obat topikal yang
mengandung Al-kloridahexahidrat atau Al-klorohidrat yang digunakan malam hari di
saat aksila kering; penggunaan sekali seminggu umumnya cukup efektif.
Hiperhidrosis palmar dan kaki lebih sulit diatasi. Bila obat-obat topikal gagal, dapat
dicoba iontoforesis ­ penggunaan arus listrik voltase rendah (20 MA,50 V) yang dialirkan
melalui daerah yang akan diobati selama 5 - 10 menit, dua kali seminggu dalam media
air. Ke dalam air dapat ditambah obat-obat antikolinergik seperti glikopironim bromida
atau poldinmetilsulfat. Obatantikolinergik oral dapat menimbulkanefeksamping seperti
mulut kering, penglihatan kabur, glaukoma, bahkan serangan kejang. Propan telin
bromida dapat digunakan sampai dosis 150 mg perhani dengan efek samping minimal.
Usaha terakhir berupa tindakan bedah, ditujukan untuk merusak ganglion otonom yang
sesuai, atau mengekstirpasi kelenjar keringat, terutama di aksila. Tindakan merusak
ganglion otonom dapat menimbulkan efek samping sindrom Homer, terlalu `kering'
atau hiperhidrosis kompensatorik di tempat lain; sedangkan tindakan ekstir pasi dapat
menyebabkan efek mutilasi.
Mengingat sebenamya hiperhidrosis merupakan penyakit yang self-limiting, tindak-
an bedah jarang sekali diperlukan.
BMJ 1989; 199 : 1276.
Hk
ASPIRIN UNTUK RETINOPATI DIABETIK
Penelitian acak buta-ganda atas 420 pasien diabetes melitus dengan retinopati
diabetik menunjukkan bahwa aspirin dan kombinasi aspirin ­dipiridamol dapat mem
penlambat dan mengurangi timbulnya mikroaneunisma makular.
Angka pertambahan rata-rata pertahun pada kelompok plasebo adalah 1.44 ± 4.5,
sedangkan pada kelompok aspirin adalah 0.69 ± 5.1 dan pada.kelompok aspirin
+ dipinidamol adalah sebesar 0.34 ± 3.0.
Scrip 1989;1459: 30
brw
Cermin Dunia Kedokteran No. 62, 1990 59