background image
450
| AGUSTUS 2010
P
rostat merupakan organ pria
yang paling sering mengalami
proses pembesaran jinak mau-
pun ganas. Secara histologi, prostat
terdiri dari stroma dan epitel yang
masing-masing, baik secara individual
ataupun kombinasi, dapat berkem-
bang menjadi nodul hiperplastik dan
menimbulkan gejala khas.
BPH (benign prostatic hyperplasia)
merupakan salah satu tumor jinak
paling sering pada pria dan kejadian-
nya berkaitan dengan usia. Prevalensi
BPH berkaitan dengan usia dan onset
biasanya setelah usia 40 tahun :50%
pada usia 60 tahun dan 90% pada usia
85 tahun. Sebanyak 50% pasien den-
gan diagnosis histologi BPH mem-
punyai gejala saluran kemih sedang
hingga berat.
Jumlah pria dengan kanker prostat
meningkat dalam 2 dekade terakhir
akibat meningkatnya usia penduduk.
Kanker prostat merupakan penyebab
kematian akibat kanker ke tiga paling
sering pada pria. Penyebab spesifi k
onset dan progresivitas kanker prostat
tidak diketahui, namun faktor genetik
dan lingkungan berperan. Sebanyak
90% kanker prostat merupakan ad-
enokarsinoma sel asinar dan 70%-nya
terjadi di daerah perifer.
Pembesaran prostat mempunyai faktor
etiologi multifaktorial dan endokrin.
Faktor yang dikaitkan dengan pemb-
esaran prostat adalah peningkatan
kadar DHT (dihydrotestosterone) dan
penuaan. Observasi dan studi klinis
pada pria juga menunjukkan keterli-
batan kontrol endokrin dalam pem-
besaran prostat.
Telah diketahui bahwa stres oksidatif
juga berperan pada pembesaran pros-
tat. Stres oksidatif merupakan ketidak-
seimbangan antara produksi ROS
(Reactive Oxygen Species) dengan
pertahanan antioksidan. Dalam sistem
antioksidan enzim, SOD berperan
penting dalam mempertahankan kes-
eimbangan ROS. SOD mengkatalisasi
konversi superoksida menjadi hidro-
gen peroksida, sedangkan respirasi
mitokondria menghasilkan sejumlah
besar superoksida dalam sel.
Penurunan aktivitas Mn-SOD telah
dikaitkan dengan berbagai jenis tu-
mor, antara lain bahwa peningkatan
ekspresi Mn-SOD dapat menekan tu-
morigenisitas melanoma, sel kanker
payudara dan sel glioma manusia.
Fungsi penekanan Mn-SOD juga
dikaitkan dengan kanker ovarium,
kanker paru dan kanker prostat.
Banyak studi menunjukkan bahwa Mn-
SOD dapat berfungsi sebagai gen
penekan tumor secara umum, dan
merupakan petunjuk untuk aplikasi
terapi di masa mendatang dan bahwa
antioksidan berperan penting dalam
pencegahan kanker prostat.
Suatu studi telah dilakukan untuk me-
nilai status stres oksidatif/nitrosatif
pada kanker prostat dan BPH pada
312 pria (107 pasien kanker prostat,
167 pasien BPH dan 38 subyek kon-
trol). Dalam studi ini dilakukan pengu-
kuran kadar MDA (malondialdehyde)
eritrosit, aktivitas CuZn-SOD, gluta-
tion peroksidase (GPx) dan katalase
eritrosit, dan nitrit/nitrat plasma.
Hasilnya menunjukkan bahwa konsen-
trasi MDA yang lebih tinggi dengan
aktivitas GPx dan CuZn-SOD yang
lebih rendah ditemukan pada pasien
kanker prostat dibanding pasien BPH
dan subyek kontrol. Aktivitas katalase
menurun pada pasien kanker prostat
dibanding subyek kontrol. Lebih lanjut,
pasien kanker prostat mengalami pen-
ingkatan nitrit/nitrat plasma dibanding
pasien BPH dan subyek kontrol. Studi
ini mengkonfi rmasi peran stres oksi-
datif dan perubahan status nitrosatif
pada pasien dengan kanker prostat.
Penurunan aktivitas SOD pada pasien
kanker prostat juga telah diteliti sebe-
lumnya pada 25 pasien kanker prostat
non-metastatik, 36 pasien BPH dan
24 subyek pria sehat sebagai kontrol
dimana aktivitas GPx dan SOD secara
bermakna menurun pada pasien kank-
er dibanding pasien BPH dan subyek
kontrol. Secara bermakna, peroksidasi
lemak meningkat dengan penurunan
aktivitas SOD dan kadar Zn pada
pasien BPH dibanding subyek kontrol.
Hal ini menunjukkan adanya peruba-
han indeks peroksidasi lemak dengan
disertai perubahan sistem pertahanan
antioksidan pada pasien kanker pros-
tat dibanding pasien BPH, sehingga
peneliti mempunyai hipotesis bahwa
perubahan keseimbangan prook-
sidan-antioksidan dapat menyebab-
kan peningkatan kerusakan oksidatif
dan konsekuensinya dapat berperan
penting dalam karsinogenesis prostat.
(EKM)
REFERENSI
1. Esaú F, Noemí C, Melchor C, Equihua JLR,
José F, Arzave C et al. Manganese superoxide
dismutase (Mn-SOD) expression levels in pros-
tate cancer and benign prostatic hyperplasia
tissue. Rev Mex Urol 2009;69(4):159-62.
2. Arsova-Sarafi novska Z, Eken A, Matevska N,
Erdem O, Sayal A, Savaser A et al. Increased
oxidative/nitrosative stress and decreased an-
tioxidant enzyme activities in prostate cancer.
Clin Biochem. 2009;42(12):1228-35.
3. Aydin A, Arsova-Sarafi novska Z, Sayal A, Eken
A, Erdem O, Erten K et al. Oxidative stress and
antioxidant status in nonmetastatic prostate
cancer and benign prostatic hyperplasia. Clin
Biochem. 2006;39(2):176-9.
Aktivitas SOD pada Kanker
Prostat dan BPH
BERITA
TERKINI
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 450
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 450
7/23/2010 10:33:45 PM
7/23/2010 10:33:45 PM