293
| MEI - JUNI 2010
H
epatitis C merupakan penya-
kit yang menurunkan kualitas
hidup. Penyakit yang dipicu
oleh virus hepatitis C ini bisa me-
nyebabkan peradangan hati; jika dibi-
arkan akan memicu sirosis hati atau
kanker hati. Untuk menanganinya,
Anda bisa menggunakan pengoba-
tan medis standar yang tersedia. Se-
lain itu, Anda juga bisa menggunakan
pengobatan pelengkap untuk mengu-
rangi gejala dan meminimalkan efek
samping obat.
Pengobatan alternatif hepatitis C ber-
variasi, mulai dari obat herbal seperti
milk thistle, akar licorice, ginseng, ti-
mus, hingga terapi seperti pijat, chi-
ropractic dan teknik relaksasi. Sekitar
40 persen pasien yang gagal dengan
pengobatan medis konvensional, sep-
erti dikutip situs webMD, telah men-
coba terapi lain dan sebagian besar
melaporkan mengalami pengurangan
kelelahan, peningkatan kekebalan
tubuh dan perbaikan fungsi saluran
pencernaan.
BerIKut BeBeraPa PengoBatan
PelengKaP yang BIsa MenjadI
PIlIhan anda:
Milk thistle (Silybum marianum) meru-
pakan obat herbal untuk hepatitis C
yang paling dikenal dan paling banyak
diteliti. Tanaman bunga dari keluarga
Asteraceae ini diyakini berfungsi men-
gurangi peradangan hati dan mem-
punyai efek antivirus terhadap infeksi
hepatitis C.
Sebuah studi kecil yang dipresentasi-
kan pada konferensi European Asso-
ciation for the Study of the Liver 2008
menunjukkan bahwa milk thistle bisa
mengurangi kadar virus hepatitis C
di tubuh pasien yang tidak merespon
interferon. Meskipun bukti efektivitas
tanaman ini masih sedikit, herbal ini
dinyatakan sangat aman, dengan efek
samping yang sangat sedikit.
Akar kering licorice (Glycyrrhiza gla-
bra) mengandung komponen aktif.
Beberapa studi menunjukkan bahwa
herbal ini bisa mengurangi komplikasi
hepatitis C (termasuk kanker hati) dan
memperbaiki fungsi hati. Akar licorice
bisa dikonsumsi sendiri atau dipadu-
kan dengan herbal lain. Dalam sebu-
ah studi, pasien yang mengonsumsi
kombinasi akar licorice, milk thistle
dan beberapa herbal lainnya men-
galami perbaikan kadar enzim-enzim
hati (penanda kerusakan hati dan pe-
radangan).
Ekstrak timus diambil dari kelenjar
timus sapi. Karena timus membantu
mengatur fungsi sistem kekebalan,
maka ekstrak timus diyakini mening-
katkan kekebalan tubuh pasien hepa-
titis C. Akan tetapi, belum cukup studi
untuk mengkonfirmasi teori ini.
Ginseng telah lama digunakan untuk
meningkatkan kekebalan tubuh dan
beberapa bukti menunjukan bahwa
herbal ini bisa membantu memperbai-
ki fungsi hati. Akan tetapi, belum ada
studi spesifik yang melihat manfaat
ginseng pada pasien hepatitis C.
Lactoferrin merupakan protein yang
ditemukan pada susu. Komponen ini
juga terdapat pada air mata dan air
ludah. Beberapa studi kecil telah me-
nemukan bahwa saat dikonsumsi se-
bagai suplemen diet, lactoferrin bisa
menurunkan kadar virus hepatitis C
dalam darah dan memperbaiki fungsi
hati.
Pengobatan lain termasuk pijat, aku-
punktur dan terapi relaksasi. Meskipun
terapi ini belum diteliti melalui studi
ilmiah, beberapa pasien melaporkan
mengalami pengurangan rasa sakit.
Selain itu, cara ini juga dinyatakan
membantu mengurangi efek samping
yang ditimbulkan pengobatan medis
standar. n (NFA)
Pengobatan alternatif
Penderita hepatitis C
BERITA
TERKINI
CDK ed_177 mei ok2.indd 293
4/25/2010 7:43:14 PM