CDK 172/vol.36 no.6/September - Oktober 2009
439
B E R I T A T E R K I N I
CDK 172/vol.36 no.6/September - Oktober 2009
440
B E R I T A T E R K I N I
P
asien dengan MR derajat ringan memiliki risiko rendah dan
pasien dengan MR yang tinggi mengalami peningkatan risiko
kesakitan dan kematian, bahkan setelah tindakan pembedahan.
Pembedahan memang memberikan manfaat, namun belum
tentu dapat menurunkan angka kejadian kardiovaskular dan
kematian. Pada kasus regurgitasi katup mitral, tujuan terapi
adalah menurunkan after-load dan menurunkan resistensi vaskular,
yang kemudian dapat meningkatkan toleransi latihan dan
menunda tindakan pembedahan. Obat antihipertensi penghambat
ACE (Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor, ACEi) menu-
runkan after-load pada dengan menghambat pembentukan
angiotensin II.
Losartan merupakan obat antihipertensi golongan AIIRA
(Angiotensin II Receptor Antagonist) generasi pertama. Losartan
diketahui memiliki efek hemodinamik yang serupa dengan
obat antihipertensi golongan ACEi (Angiotensin Converting
Enzyme inhibitor). Ada laporan bahwa losartan dapat mening-
katkan toleransi latihan serta memperbaiki kualitas hidup pada
pasien hipertensi yang juga mengalami disfungsi ventrikel kiri.
ACEi memiliki efek yang baik pada pasien dengan MR kronik,
namun apakah obat antihipertensi golongan AIIRA memberikan
efek menguntungkan yang sama belum diketahui dengan pasti.
Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui efek pembe-
rian losartan terhadap toleransi latihan dan parameter ekokar-
diografi pada pasien dengan MR sekunder karena prolaps katup
mitral dan penyakit jantung rematik. Hasilnya dipublikasikan dalam
Journal of Renin Angiotensin Aldosterone System tahun ini.
Penyakit katup mitral merupakan salah satu penyebab penting terjadinya
gagal jantung kongestif. Dalam kasus regurgitasi mitral (mitral regurgitation,
MR), derajat regurgitasi yang terjadi sangat menentukan prognosis pasien.
Hasil dari studi ini memperlihatkan bahwa kecemasan
berhubungan dengan rasa nyeri, kondisi emosional yang
buruk dan disabilitas pada pasien dengan nyeri kronik.
Kecemasan merupakan prediktor terkuat terhadap timbulnya
depresi, disabilitas dan kunjungan ke dokter. Saat ketiga
strategi penanggulangan rasa cemas digunakan, para
peneliti menyimpulkan bahwa penerimaan terhadap nyeri,
kesadaran diri terhadap rasa nyeri dan perilaku berdasarkan
norma-norma dapat menurunkan pengaruh rasa cemas
terhadap fungsi pasien. Dalam hubungannya dengan terapi
kognitif-perilaku, mekanisme penanggulangan rasa cemas
dapat mengurangi peran rasa cemas dalam memperburuk
disabilitas dan penderitaan pasien dengan nyeri kronik.
(VKS)
Referensi:
1. Study Shows Anxiety Increases Pain Intensity, Disability. Medical News Today.2009
[cited 2009 April 30].
Available from: http://www.medicalnewstoday.com/articles/146780.php.
2. Gandey A. Anxiety Increases Pain Intensity and Disability, Study Shows.
Medscape Medical News. 2009 [cited 2009 April 30].
Available from: http:// www.medscape.com/viewarticle/702216.
Dari studi terbaru diketahui bahwa individu dengan tingkat kecemasan yang tinggi
akibat nyeri kronik yang diderita, memperlihatkan disabilitas dan kondisi emosional
yang lebih buruk, namun penggunaan strategi penanggulangan rasa cemas dapat
membantu mengatasi keadaan ini.
T
ujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui peran rasa
cemas dalam fungsi sehari-hari pasien dengan nyeri kronik.
Rasa cemas berhubungan dengan tingkat kondisi emosional
yang lebih buruk dan gangguan fungsi. Para peneliti juga
mengevaluasi peran dari 3 mekanisme penanggulangan rasa
cemas untuk menentukan pengaruhnya sebagai penahan
yang akan meniadakan efek dari rasa cemas. 3 mekanisme
tersebut adalah: penerimaan terhadap rasa nyeri, kesadaran
diri terhadap rasa nyeri dan perilaku berdasarkan norma-norma.
Seratus dua puluh lima pasien dewasa yang terlibat dalam
studi ini, mengisi kuesioner untuk menilai rasa cemas terhadap
nyeri, mengukur penerimaan mereka terhadap rasa nyeri
yang dialami, mengidentifikasi norma-norma yang mereka
anut, dan untuk mengukur tingkat kesadaran mereka ter-
hadap nyeri. Durasi median rasa nyeri yang dialami para pasien
adalah 96 bulan. Penyakit yang paling sering diderita pasien
adalah nyeri muskuloskeletal non spesifik (35,4%), fibromial-
gia (30,2%), kegagalan operasi lumbar (12,9%), sindroma
nyeri regional kompleks (6%), dan lainnya (15,5%)..
Losartan Bermanfaat Memperbaiki
Losartan Bermanfaat Memperbaiki
Toleransi Latihan dan Parameter Ekokardiografi
Toleransi Latihan dan Parameter Ekokardiografi
pada Pasien Regurgitasi Mitral Derajat Sedang.
pada Pasien Regurgitasi Mitral Derajat Sedang.
Losartan Bermanfaat Memperbaiki
Toleransi Latihan dan Parameter Ekokardiografi
pada Pasien Regurgitasi Mitral Derajat Sedang
Penelitian ini melibatkan 27 pasien, 14 pasien pria dan 13
pasien wanita dengan umur rata-rata 51+/- 11 tahun dengan
MR derajat sedang yang disebabkan prolaps katup mitral atau
penyakit jantung rematik yang diperiksa dengan ekokardio-
grafi Doppler. Pasien menjalani uji latihan dengan treadmill
menggunakan protokol Bruce pada baseline setelah 6 jam dan
setelah terapi 6 minggu. Evaluasi juga dilakukan berdasarkan
Mitral Regurgitant Volume (MRV), penurunan tekanan darah
sistolik puncak dan istirahat, penurunan tekanan darah diastolik
puncak dan istirahat, diameter orifisium regurgitasi efektif,
fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF), pada baseline dan 6 minggu
setelah terapi dengan menggunakan losartan 50 mg/hari.
Walaupun tekanan darah sistolik dan diastolik puncak dalam
penelitian ini tidak menurun secara bermakna, para ahli dalam
penelitian ini menyimpulkan bahwa losartan 50 mg sekali sehari
selama 6 minggu bermakna menurunkan volume regurgitasi dan
meningkatkan fraksi ejeksi ventrikel kiri pada pasien dengan
MR derajat sedang. Pada pasien dengan MR derajat sedang,
losartan dapat menjadi pilihan untuk terapi jangka panjang.
Kesimpulan:
Dalam penelitian ini, setelah diterapi dengan losartan, pasien
dengan MR ringan mengalami perbaikan toleransi latihan dan
perbaikan parameter ekokardiografi.
(YYA)
Referensi:
1. Enriquez-Sarano M, Tajik AJ, Schaff HV, Orszulak TA, Bailey KR, Frye RL. Echocardio
graphic prediction of survival after surgical correction of organic mitral regurgitation.
Circulation 1994; 90: 830-7.
2. Little WC, Zile MR, Klein A,
Appleton
CP,
Kitzman
DW,
Wesley-Farrington DJ. Effect
of losartan and hydrochloro
thiazide on exercise tolerance
in
exertional
hypertension
and
left ventricular diastolic dys-
function. Am J Cardiol 2006;
98:
383-5.
3. Sekuri C, Utuk O, Bayturan O,
Bilge A, Kurhan Z, Tavli T. Effect
of losartan on exercise tolerance
and
echocardiographic
para-
meters
in
patients
with
mitral
regurgitation. J Renin Angiotensin
Aldosterone Syst 2008; 9;
107-11.
Kecemasan Meningkatkan
Kecemasan Meningkatkan
Intensitas Nyeri dan Disabilitas
Intensitas Nyeri dan Disabilitas
Kecemasan Meningkatkan
Intensitas Nyeri dan Disabilitas