background image
366
B
e
R
I
T
A
T
e
R
K
I
n
I
|
a g u s t u s 2 0 0 9
367
|
a g u s t u s 2 0 0 9
B
e
R
I
T
A
T
e
R
K
I
n
I
Kaplan M, Prior MJ, Ash R. et al. Loperamide-
1.
Simethicone vs Loperamide alone, Simethicone
alone, and Palcebo in the Treatment of Acute
Diarrhea with Gas-Related Discomfort. Arch
Fam Med 1999;8:243-8.
First-time generic approval: Seasonale Imo-
2.
dium advanced and Topamax. http://www.
medscape.com/viewarticle/544994?src=mp
(05/3/2007)
Referensi
D
iare akut penyakit yang
sering terjadi pada anak
maupun dewasa. Insidensi
pertahunnya di berberapa
negara dilaporkan menca-
pai 50% pertahun. Penyebab diare cukup
banyak, termasuk infeksi, intoleransi ma-
kanan, keracuan makanan, bahkan stres
psikologis. Banyak pasien diare disertai ke-
luhan adanya gas sehingga menyebabkan
kembung, kram perut, nyeri perut, bahkan
mual dan muntah. Dilaporkan bahwa 79%
pasien "traveller's diarrhea" disertai ke-
luhan kembung.
Pada sebagian besar pasien, gejala dia-
re dapat diperbaiki dengan obat-obat OTC,
namun belum banyak produk yang dapat
digunakan untuk mengurangi gejala diare
yang disertai kembung. Salah satu produk
yang saat ini sudah disetujui oleh FDA
(September 2006) adalah kombinasi lope-
ramid dan simethicone (loperamide HCl 2
mg plus Simethicone 125 mg). Loperamide
HCl merupakan antidiare yang terbukti
efektif, aman dan sudah sejak 1973 dipasar-
kan di Eropa dan 1977 di USA; sejak tahun
1988 di USA sudah dapat dipasarkan se-
bagai obat OTC. Simethicone merupakan
suatu zat inert yang tidak diserap oleh sa-
luran cerna, digunakan untuk mengurangi
gas dalam saluran cerna sejak 1960-an.
Dari suatu studi acak tersamar gan-
da, plasebo-kontrol yang melibatkan 493
responden, kombinasi Loperamide dan
Simethicone memberikan efek yang lebih
cepat dan aman untuk pasien diare dengan
keluhan kembung.
Subyek dalam studi ini dibagi menja-
di 4 kelompok masing-masing kelompok
kombinasi Loperamide HCl 2 mg plus Si-
methicone 125 mg (L-S) dengan n=124,
kelompok Loperamide HCl 2 mg (L) den-
gan n=123, kelompok Simethicone 125 mg
(S) dengan n=123, dan kelompok plasebo
(P) n=123. Parameter yang diukur adalah
saat tidak terjadi diare dan kesembuhan
keluhan kembung akibat gas.
Kelompok kombinasi loperamide/si-
methicone lebih cepat sembuh diarenya di-
bandingkan dengan kelompok loperamide
saja, atau simethicone saja ataupun plase-
bo, hasil ini bermakna secara statistik, yai-
tu masing ­ masing 79% (kombinasi L-S)
vs 40% (L atau S) dan 17% untuk P. Hi-
langnya keluhan kembung dan tidak enak
pada perut akibat gas pada kelompok L_S
juga lebih cepat jika dibandingkan dengan
kelompok L, S maupun plasebo.
Sebanyak 40 pasien mengundurkan
diri, 2 disebabkan tidak ada tindaklanjut,
7 me ngundurkan diri (4 dari L-S, 3 dari
L) karena pada hari pertama sudah sem-
buh diarenya, 22 pasien (10 S, 11P, dan 1L)
mengundurkan diri karena memerlukan
tindakan lebih lanjut. Sisanya karena efek
samping, medikasi tambahan dsb. Efek
samping timbul pada 6 orang di kelom-
pok P, 8 di kelompok L-S, 2 di kelompok
S (p=0,27). Efek samping terutama nyeri
kepala (1L-S, 3P), mual (4L-S, 1L), batuk
(2L-S, 1P). nyeri pinggang (1S), nyeri sendi
(1P), dan batuk & faringitis (1P). n
KTW
Kombinasi Loperamid 2 mg &
Simethicone 125 mg
untuk Diare yang
Disertai Kembung