background image
P
robiotik seperti diketahui mempunyai manfaat yang cukup
luas, termasuk mencegah infeksi pascabedah. Probiotik
mampu menghambat translokasi bakteri patogen dengan
cara antara lain: meningkatkan motilitas, meningkatkan sekresi
mukus, serta efek metabolit bakteri seperti asam lemak
rantai pendek. Potensi lain yaitu mampu meningkatkan sistem
imunitas tubuh - menginduksi IL-10, menghambat Th-1
yang distimuli oleh sel dendrit, aktivasi makrofag, stimulasi
sekresi IgA dan neutrofil dengan menurunkan produksi
sitokin proinflamasi.
Dilakukan studi suplementasi probiotik dari Lactobacillus,
Pediococcus, Leuconostoc, yang dikombinasikan dengan fiber
pada 80 pasien tindakan bedah PPPD; dikelompokkan menjadi
kelompok A yang diberi nutrisi enteral, probiotik dan prebiotik,
sedangkan kelompok B tanpa probiotik.
Semua pasien mendapat antibiotik profilkasis cefuroxime
(1,5 g) dan metronidazole (300 mg), selanjutnya antibiotik
hanya diberikan pada pasien infeksi. PPI diberikan secara rutin
sekali sehari. Parameter yang dievaluasi adalah kejadian infeksi
pada 30 hari setelah operasi (tabel).
Hasil studi menunjukkan bahwa kombinasi nutrisi enteral
dengan synbiotik mampu menurunkan kejadian infeksi
bakterial pasca operasi PPPD. Pemberian probiotik biayanya
lebih murah, tidak menimbulkan resistensi maupun efek
samping serius. (KTW)
Referensi:
Rayes, N, Seehofer D, Theruvath T. et al. Effect of Enteral Nutrition and Synbiotics on
Bacterial Infection Rates After Pylorus-preserving Pancreatoduodenectomy A Rando-
mized, Double-blind Trial. Ann Surg 2007;246: 3641.
Tindakan pembedahan rongga perut termasuk pembedahan caput pankreas,
sering dihubungkan dengan infeksi pasca bedah. Pada teknik pembedahan PPPD
(pylorus-preserving pancreaticoduodenectomy) pada sekitar 10% terjadi abses
intrabdominal dan sekitar 10% terjadi infeksi pada penyembuhan luka.
Probiotik pada Pembedahan
Probiotik pada Pembedahan
Probiotik pada Pembedahan
BERITA TERKINI
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
282
Kelompok A
Kelompok B
Jumlah pasien
dengan infeksi
5/40
16/40*
Lama rawat inap
(hari)
17 Ø 8
22 Ø 16
Lama di ICU
(hari)
2 Ø 3
6 Ø 12
Penggunaan
antibiotik (hari)
2 Ø 5
10 Ø 14*