background image
CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
201
B E R I T A T E R K I N I
Antioksidan Mengurangi
Komplikasi pada Pasien Trauma
P
enelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pada pasien
yang cedera kritis, cadangan antioksidan menurun dengan
cepat. Terapi antioksidan (vitamin C, vitamin E dan selenium)
dapat dengan cepat menggantikan cadangan antioksidan
tubuh dan membantu mengatasi infeksi yang fatal karena
antibiotika sendiri sering tidak mencukupi.
Menurut hasil studi yang dipresentasikan pada Clinical
Congress of the American College of Surgeons 2008 di San
Francisco, penggunaan regimen antioksidan dosis tinggi
dapat membantu mencegah infeksi, gagal paru dan sindrom
kompartemen dinding abdomen pada pasien trauma.
Studi tersebut merupakan studi pertama yang menunjukkan
kemungkinan mekanisme klinis bagaimana antioksidan
dapat menurunkan mortalitas pada pasien trauma berat.
Sebelumnya juga telah ditemukan penurunan mortalitas
dan saat ini juga terlihat bahwa mortalitas beberapa
penyakit kritis secara dramatis menurun dengan antioksidan.
Studi tersebut menilai outcome dari 4279 pasien di unit
trauma Dr.Cotton dari Oktober 2005-September 2006.
Sekitar 50% subyek ikut sebelum protokol antioksidan
dan 50% subyek setelah protokol antioksidan.
Protokol antioksidan meliputi terapi vitamin C 1000 mg
dan vitamin E 1000 IU setiap 8 jam/hari, secara oral jika
dapat ditoleransi, dan selenium 200 mcg sekali sehari setiap
hari secara intravena. Terapi dimulai saat pasien datang dan
dilanjutkan selama 7 hari atau sampai pasien pulang. Proto-
kol tersebut tidak diaplikasikan pada wanita hamil atau
pada pasien dengan kadar kreatinin serum > 2,5 mg/dL.
Hasilnya menunjukkan bahwa dibanding kontrol, terapi
antioksidan dikaitkan dengan penurunan bermakna
kejadian sindrom kompartemen dinding abdomen (2,9% vs
0,7%), infeksi secara keseluruhan (15% vs 12,3%), infeksi
tempat pembedahan (2,7% vs 1,3%), dan gagal napas
(27,6%vs 17,4%). Namun tidak terdapat perbedaan ber-
makna untuk komplikasi lainnya, meliputi pneumonia
yang dikaitkan dengan ventilator, systemic inflammatory
response syndrome, syok septik, gagal ginjal, luka yang
tidak me-nutup, atau dekubitus daerah sakrum.
Sebelumnya, Dr.Bryan dkk juga telah melaporkan data
dari studi yang sama bahwa tingkat kematian menurun
bermakna dari 8,5% menjadi 6,1% setelah protokol
antioksidan. (EKM)
Referensi :
Brown A.J. Antioxidant Therapy Reduces Complications in Trauma Patients.
http://www.medscape.com/viewarticle/582225?sssdmh=dm1.395746
&src=nldne
Hubbard S.B. Antioxidants Save Trauma Patients.http://www.newsmax.
com/health/antioxidants_save_trauma_/2008/10/20/142108.html
15/01/2009.
Gever J. ACS: High-Dose Antioxidants Improve Trauma Outcomes.
http://www.medpagetoday.com/EmergencyMedicine/EmergencyMedic
ine/11363.15/01/2009.
1.
2.
3.
Banyak korban trauma yang terselamatkan cederanya seringkali meninggal karena
gagal organ multipel setelah pembedahan. Menurut Dr. Bryan A.Cotton dari Vanderbilt
University Medical Center di Nashville,Tennessee, meninggalnya pasien seringkali
disebabkan karena stres oksidatif akibat pelepasan radikal bebas di dalam tubuh.