background image
HUMOR
ILMU KEDOKTERAN
LEBIH MAHAL
Di suatu klinik, seorang dokter se-
dang memeriksa pasiennya. Setelah
pemeriksaan selesai, sang dokter mem-
beri obat kepada pasiennya. "... Kalau
sudah di rumah, obatnya diminum,"
pesan sang dokter.
"Baik, dok ...!"
"... Dan juga perlu anda ingat
minum obatnya jangan pakai kopi,
apalagi dengan susu," pesan sang
dokter k bali.
"Lo! memangnya kenapa, dok?"
tanya pasien heran.
"Anda ini gimana sih, pakai kopi
kan lebih mahal."
Tajudin. H
Jakarta
NINTENDO
Seorang Ibu membawa anaknya
yang berumur 7 tahun berobat.
Ibu : "Dokter, jempol tangan anak
saya sakit !"
Dokter : "Yang kiri atau kanan ?"
Ibu
: "Kedua-duanya."
Setelah diperiksa semuanya beres,
kecuali bila jempol tangan ditekan
terasa sakit.
Dokter : "Anak Ibu suka main Nin
tendo ?"
Ibu : "Wah, suka sekali, sampai
lupa makan, tidur dan
......
eehhh, dokter kok tabu ?"
Dokter (sambil tersenyum) : "Anak saya
juga sakit seperti
n
ini gara
gara main Nintendo."
Ibu
: "O000hhhhh ....... "(sambil
angguk-angguk kepala).
Dr. Tan Martono
Tebing Tinggi
DOK, JANGAN DIPIMPIN DULU......
Jam dinding menunjukkan pukul 14.25 saat itu, hari Selasa tanggal 9 Juni 1992
saat dilangsungkannya pemilihan umum yang merupakan pesta demokrasi untuk
seluruh rakyat Indonesia. Saya mendapat giliran jaga kamar'bersalin RSAL Surabaya.
Seorang parturiente mengaduh kesakitan dan sudah mulai ingin mengejan. Penderita
masuk kamar bersalin jam 09.00 pagi tadi, dan pada pemeriksaan dalam ternyata pem-
bukaan sudah lengkap dan kepala janin sudah di dasar panggul,oleh karena itu saya
minta kepada bidan jaga untuk menyiapkan alat-alat partus yang diperlukan.
Tetapi bu bidan mengatakan : "Dok, jangan dipimpin mengejan dulu dok. Ibu ini
akan mencoblos, itu petugas TPS K liling sedang menuju kemari."
Demi Pemilu maka saya lalu melepas sarung tangan dan kami semua menyaksikan
dari balik kaca, bagaimana ibu tersebut sambil menyeringai menahan sakit dan
keinginan mengejan melakukan pe oblosan.
Kurang dari empat menit kemudian, dalam 2 kali mengejan lahirlah seorang bayi
perempuan yang sangat montok dan sehat. Ketika saya tanya gambar apa yang dicoblos,
ibu tersebut hanya menyeringai sambil menjawab : "Wah, tidak ingat lagi dok, habis
sakitnya bukan main masih disuruh nyoblos, ya saya coblos sekenanya saja."
Dr. B. Dibyo Wahyudi
Surabaya
MENGURANGI ROKOK
Seorangpasien yang dalam masa perawatan, dipanggil kembali untuk pemeriksaan
ulang. Ternyata basil pemeriksaan lebih memprihatinkan dari sebelumnya. Melihat
hal itu, sang dokter berkata kepada pasiennya.
"Bukankah anda telah saya sarankan untuk meninggalkan rokok. Kalau tidak, ya
sekurang-kurangnya mengurangi ...!"
"Benar, dok."
"Kalau begitu anda belum mengikuti saran saya."
"Sudah, dok!" jawab sang pasien.
"Masa ...?!
"Benar, dok. Saya telah mencoba untuk mengurangi rokok, seperti saran dokter,"
kata sang pasien meyakinkan.
"Maksud anda?"
"Maksud saya mengurangi rokok teman."
Tajudin. H
Jakarta
Cermin Dunia Kedokteran No. 95, 1994 61