61
HUMOR
ILMU KEDOKTERAN
MASIH ADA YANG TERINGAT
Seorang tukang Bajaj (pasien) di-
bawa ke rumahsakit dengan memar
otak akibat diseruduk bis kota. Setelah
koma seminggu ia mulai sadar dan dapat
diajak bicara, namun ternyata ia men-
derita amnesia retrograd yang parah.
Dokter : "Siapa nama saudara"
Pasien : "Lupa dok"
Dokter : "Dimana saudara tinggal ?"
Pasien : "Tidak ingat lagi"
Dokter
: "Masih ingat kejadian kece
lakaan yang saudara alami ?"
Pasien : "Semua lupa"
Dokter : "Apa yang bisa saudara ingat
sekarang ini ?"
Pasien : "SDSB buka tiap hari Rabu
dok"
R. Setyabudy
Jakarta
JUSTERU SOPAN
Tiga orang dokter berkenalan per-
tama kali pada acara 'coffee break' di
suatu kongres ilmiah. Dokter A adalah
seorang yang gemar bicara tapi sangat
penggagap. Selama berceloteh ia di-
tanggapi oleh dokter B. Pembicaraan
segera berkembang menjadi ramai,
namun dokter C diam saja. Setelah
pembicaraan usai dan dokter A pergi,
dokter B menegur dokter C :
"Saya rasa saudara kurang sopan ter-
hadap dokter A tadi. Berkali-kali ia
mengajak saudara bicara tapi saudara
tidak menjawab sepatah katapun".
Jawab dokter C : "So .. so ... so .. al
ny..nya,s...sa...yaju..gaga..ga... gap.
Kalau saya jawab nan .. ti dikira
menghi .. hi .. na di .. dia."
R. Setyabudy
Jakarta
MINUM OBAT
Seorang dokter ahli penyakit kulit dibingungkan oleh kedatangan seorang pasien
anak dengan ruam-ruam di seluruh tubuh dan ditemani oleh ibunya yang ketus. Secara
klinis dokter berkesimpulan bahwa ruam-ruam tersebut adalah Drug Eruption, sehingga
dokter berusaha mencari kemungkinan penyebabnya secara langsung kepada pasien.
Setelah ditanya berulang kali pasien tetap tidak mau mengakui bahwa sebelum ini ia
minum suatu obat. Akhirnya dokter berusaha menakut-nakutkan dengan mengatakan
bahwa penyakitnya merupakan penyakit yang berbahaya, sehingga pasien kelihatan
ketakutan. Setelah melirik ke wajah ibunya yang ketus itu ia langsung menjawab "ya".
Dokter : "Kalau ya, obat apa itu?"
Pasien : "Obat syrup!"
Dokter : "Berapa banyak kamu minum?" (tegas)
Pasien : "Setengah bo . . bo . . tol, dok." (dengan takut-takut)
Dokter : "Bagaimana caranya?" (dokter terkejut dan keheranan)
Pasien : "O .. o .. obat .. lang .. langsung sa .. ya .. tee .. guk, dok" (bicaranya terputus-
putus)
Dokter : "Kenapa begitu!" (tegas)
Pasien : Habis, sa . . ya . . li . . hat . . i.i.i.ibu . . mi . . mi . num . . o . o . oobat . . se
. . seper . . ti i. i itu, sih".
Dokter geleng-geleng kepala dan ibu pasien menjadi malu
Irwan
Banda Acceh
OBAT MALARIA
Dalam dengar pendapat penggunaan obat tradisional di suatu daerah endemis
malaria terjadilah tanya jawab sbb. :
Penanya : "Saya sudah putus asa mengobati penyakit malaria yang hilang timbul.
Oleh sebab itu pada waktu teman saya menganjurkan memakai tahi kam-
bing, saya lakukan, dan temyata sembuh dan sehat sampai sekarang".
Dokter dan pendengar lain : Bagaimana caranya ? (disertai ger . . . r . . . . r . . . r . . . r)
Penanya : "(dengan bangga) 9 butir tahi kambing diosengkan, kemudian ditumbuk
halus, diseduh dengan air panas 1 gelas, 3 X 3 butir / hari."
Dokter : (dengan tenang mendengarkan dan membisikkan sesuatu kepada teman
nya) Mau diterliti dan dibuat instand ?
Emiliana Tjitra
Jakarta