ABSTRAK
PENYERAPAN OBAT
Makanan atau minuman tertentu da-
pat mempengaruhipenyerapan obat.
P
IMUNITAS POL
Suatu survai ke
tanus di AS meli
ara peneliti di AS menyelidiki pe-
ngaruh minum sari buah anggur (grape-
fruit juice) dan sari buah jeruk (orange
juice
berusia 6 tahun ke
serumnya untuk ke
dar antitoksin tetan
) terhadap penyerapan sikiosporin
yang diberikan per oral. Penelitian di-
lakukan pada 14 orang dewasa sehat
yang diberi 300 mg. sikiosporin, di-
minum bersama air, sari buah anggur
atau sari buah jeruk.
Ternyata AU
a
masih mempunya
tektif; persentase
padagolonganumur6
C ( rea under the curve)
tertinggi didapatkan pada
bersama sari buah anggur (rata-rata 7057
n
rata
num dengan air biasa (rata-rata 4871
h/ml). Perbedaan tersebut bermakna
<0.0001).
Cara ini dapat berguna untuk men-
dapatkan manfaat maksimum dari dosis
obat yang sama.
Lancet 1995; 345: 9556
Hk
TERAPI OSTEOARTRITIS BARU
Suatu cara baru pengobatan osteoar-
tritis telah disetujui di Swedia; cara ter-
sebut berupa penyuntikan bahan bio-
polimer (Synvisc®) ke dalam ruang
sendi untuk menambah dan memper-
baiki fungsi cairan sinovial.
Marketletter 1995; March 27: 18
Brw
COGNEX
Cognex® (takrin) telah disetujui
penggunaannya untuk memperbaiki
daya ingat dan kognisi pasien-pasien
Alzheimer di AS, Jerman dan Perancis.
Meskipun demikian CSM (Inggris)
masih menganggap efek sampingnya
masih lebih besar dibandingkan dengan
manfaatnya, oleh karena itu obat ini
masih belum bisa dipasarkan di Inggris.
Market letter 1995; March 27: 22
Brw
IO
kebala
batk
atas;
mudian
usn
kadar y
IU/ml
n
i kadar
tert
1
dan terendah pada golon
atas 70 tahun (27,8%).
yang kebal daripada wani
pernah
an lebi
berpenghasilan di atas batas kemiskinan
Iebih banyak yang mempunyai keke-
balan.
Kasus polio di AS yang tercatat di
tahun 19891990 sebanyak 107 orang,
20 orang di antaranya meninggal dunia.
N. Engl. J. Med. 1995; 332: 761-6
Hk
RISIKO FRAKTUR FEMUR
Sebanyak 9516 wanita kulit putih
berusia 65 tahun diperiksa setiap 4
bulan selama rata-rata 4,1 tahun untuk
menentukan frekuensi fraktur femur
bukan karena kecelakaan lalulintas.
Selama waktu tersebut, 192 wanita
mengalami fraktur. Faktor-faktor yang
meningkatkan risiko ialah bila ibunya
juga mengalami fraktur (RR2,0;
95%CI: 1,42,9); selain itu juga adanya
riwayat fraktur apapun setelah usia 50
tahun, jangkung pada usia 25 tahun,
menganggap dirinya tidak/kurang se-
hat, riwayat hipertioid, penggunaan
benzodiazepin atau antikonvuisan,
menggunakan banyak kafein dan me-
manfaatkan tungkainya kurang dari 4
jam sehari.
Pada pemeriksaan, faktor-faktor ke-
tidakmampuan bangkit dari kursi meng-
r
ihatan untuk mengurangi
risiko fraktur femur.
N. Engl. J. Med. 1995; 332: 76 773
Hk
NYERI KEPALA AKIBAT ANAL-
GESIK
Penggunaan analgesik atau ergotamin
dalam dosis besar justru dapat mencetus-
kan nyeri kepala tegang otot dan/atau
migren.
Oleh karena itu penggunaan analge-
tik sebaiknya tidak setiap hari, mak-
simum 15 hari dalam sebulan; sedangkan
ergotamin digunakan tidak lebih dari 10
kali dalam sebulan. Selain itu jangan
menggunakan analgetik nankotik untuk
nyeri kepala, demikian juga analgetik
campuran tidak dianjurkan.
Sumatriptan obat anti migren ter-
barujuga ternyata dapat memperberat
keluhan nyeri kepala/migren.
BMJ 1995; 310: 47980
Brw
yang minum
ngh/ml) dibandingkan dengan yang
62,4%).
mi um bersama sari buah jeruk (rata-
4932 ngh/ml) dan dengan yang mi-
Mereka yang
liter, berpendidik
ng
(p
n terhadap te-
gunakan satu tangan, gangguan persepsi
ruang, gangguan sensibilitas terhadap
an 10.618 orang
mereka diambil
dianalisis ka-
kontras dan takikardi juga berperan
meningkatkan risiko.
Kejadian fraktur femur berkisa
ya secara enzyme
ang dianggap
.
antara 1,1 (95%CI: 0,51,6) per 1000
woman-years di kalangan dengan 2
faktor risiko + densitas kalkaneus nor-
immunoassay; dan
protektif ialah 0,15
Secara keseluruha 69,7% populasi
antibodi pro-
mal sampai 27 (95%CI:2034) per 1000
woman years di kalangan yang mem-
inggi didapatkan
1 tahun(87,7%)
gan umur di
punyai 5 faktor risiko dan densitas
tulang di golongan 1/3 terendah untuk
usianya.
Pria lebih banyak
ta (79,0% vs.
Para peneliti menganjurkan peme-
liharaan berat badan, berjalan kaki,
berdinas mi-
h tinggi dan
menghindari benzodiazepin long-acting,
mengurangi kafein dan mengatasi
gangguan pengl
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995 63