HASIL PENELITIAN
Pengaruh Infus
Buah Foeniculum vulgare Mill
pada Kehamilan Tikus Putih
serta Toksisitas Akutnya
pada Mencit
Sa'roni, Adjirni
Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Kesehatan RI, Jakarta
ABSTRAK
Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah Foeniculum vulgare Mill (adas) dapat
menghambat siklus estrus pada tikus putih; sehingga dapat memperkecil kemungkinan
terjadinya konsepsi. Oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh infus buah
Foeniculum vulgare Mill pada kehamilan tikus putih.
Infus diberikan selama 14 hari secara oral dengan dosis setara dengan serbuk 7,3
mg; 73 mg dan 219 mg/100 g. bobot badan. Pada hari ke-4 tikus dikawinkan. Untuk
mengetahui keamanan pemakaian dilakukan penelitian toksisitas akut pada mencit.
Infus buah Foeniculum vulgare Mill setara dengan serbuk 73 mg dan 219 mg/100
g. bobot badan dapat menurunkan prosentase kehamilan pada tikus putih. Hasil
penelitian toksisitas akut menunjukkan bahwa infus buah Foeniculum vulgare Mill
termasuk bahan yang tidak toksik.
Kata Kunci: Obat Tradisional; Foeniculum vulgare Mill; Kehamilan
PENDAHULUAN
Kontrasepsi oral dari bahan sintetik dapat menimbulkan
efek samping dari yang ringan sampai yang berat antara lain
nausea, mastalgia, pendarahan antar haid, edema, hipertensi
berat, kanker dan lain-lain
(1)
. Dengan demikian kondisi dan
kesehatan pemakai kontrasepsi oral dari bahan sintetik perlu
diperhatikan, antara lain tidak boleh diberikan pada penderita
tromboemboli, hipertensi berat, gangguan fungsi hati, varises,
payah jantung dan lain-lain
(1)
. Oleh karena itu perlu dicari
kontrasepsi oral dari bahan tumbuh-tumbuhan untuk
memberikan pelayanan alternatif bagi mereka yang tidak cocok
menggunakan kontrasepsi oral dari bahan sintetik, di samping
untuk menghindarkan efek samping yang tidak diinginkan.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
infus buah Foeniculum vulgare Mill dapat menghambat fase
etrus dan menurunkan bobot uterus tikus
(2)
.
Pada tikus betina yang sudah dewasa ovulasi terjadi pada
fase estrus dari siklus estrus
(1)
. Perkawinan maupun fertilisasi
juga berlangsung pada saat fase estrus tersebut
(1)
. Proses
implantasi hasil fertilisasi terjadi 5-6 hari seteleh fertilisasi
(3,4)
.
Karena infus dapat menghambat fase estrus, kemungkinan juga
akan menghambat ovulasi maupun fertilisasi. Mungkin proses
implantasi juga dapat terganggu karena infus dapat
menurunkan bobot uterus
(2)
. Berdasarkan hasil penelitian yang
telah dilakukan serta kemungkinan yang akan terjadi, maka
dilakukan penelitian pengaruh infus buah Foeniculum vulgare
Mill pada kehamilan, jumlah janin dan ada tidaknya cacat pada
janin tikus yang dilahirkan. Diharapkan data yang dihasilkan
Cermin Dunia Kedokteran No. 133, 2001
57
dapat mendukung penelitian yang telah dilakukan, sehingga
buah Foeniculum vulgare Mill dapat dikembangkan menjadi
bahan kontrasepsi oral alternatif.
Untuk mengetahui batas keamanan pemakaian bahan
dilakukan uji toksisitas akut infus buah Foeniculum vulgare
Mill pada mencit menurut cara Weil, C.S.
(5)
.
BAHAN DAN CARA
Bahan Tanaman
Buah Foeniculum vulgare Mill (adas) berasal dari BPTO
(Balai Penelitian Tanaman Obat) Tawangmangu, Surakarta.
Buah dikeringkan di dalam lemari pengering, dengan panas
tidak lebih dari 50ºC sampai dapat dibuat serbuk. Buah
digiling, kemudian diayak dengan ayakan Mesh 48. Serbuk
dibuat infus 10% sesuai dengan cara Farmakope Indonesia
(6)
dengan pelarut air.
Hewan Coba
Untuk percobaan kehamilan digunakan tikus putih jantan
dan betina, strain Wistar Derived, berasal dari Pusat Penyakit
Tidak Menular, Badan Litbangkes Depkes, umur 3 bulan,
bobot sekitar 150 g. Untuk uji toksisitas akut digunakan mencit
jantan, strain Webster, berasal dari Puslit Penyakit Menular,
Badan Litbangkes Depkes, umur 3 bulan, bobot sekitar 20 g.
CARA
Penelitian kehamilan, jumlah janin dan cacat pada janin
tikus yang dilahirkan
Besar dosis penelitian setara dengan serbuk 7,3 mg, 73 mg
dan 219 mg/100 g. bobot badan. Untuk mendapatkan dosis
setara dengan 7,3 mg dan 73 mg/100 g. bobot badan, infus
10% perlu diencerkan sedang untuk dosis yang setara dengan
serbuk 219 mg/100 g. bobot badan infus 10% perlu dipekatkan.
Infus dengan dosis yang setara dengan serbuk 7,3 mg/100 g.
bobot badan ditetapkan sebagai perlakuan B, infus setara
dengan serbuk 73 mg/100 g. bobot badan sebagai perlakuan C
dan infus setara dengan serbuk 219 mg/100 g. bobot badan
sebagai perlakuan D. Perlakuan A, akuades 1 ml/100 g. bobot
badan.
Tikus betina yang telah diadaptasikan dengan lingkungan
laboratorium sekitar satu minggu dikelompokkan secara acak
menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok 15 ekor. Tiap-
tiap kelompok dikelompokkan lagi secara acak menjadi 5
subkelompok, masing-masing 3 ekor tikus. Tiap-tiap
subkelompok sebagai ulangan. Masing-masing kelompok
diberi perlakuan A, B, C, dan D secara oral setiap hari selama
14 hari. Pada pemberian perlakuan hari ke-4, tikus dikawinkan
dengan menempatkan seekor tikus jantan pada tiap-tiap
subkelompok. Tikus yang hamil dipelihara sampai hari ke-19,
kemudian tikus diotopsi, dihitung jumlah janin dan ada
tidaknya cacat pada janin tersebut. Data dianalisis secara
statistik dengan Anova dan LSD
(7,8)
.
Uji toksisitas akut (LD
50
) pada mencit
Pada tahap pertama disiapkan 6 kelompok mencit, tiap-
tiap kelompok terdiri dari 3 ekor mencit. Pada setiap kelompok
diberikan bahan percobaan secara intraperitoneal (ip) dengan
dosis berbeda antara 1-1000 mg/10 g. bobot badan. Kematian
diamati setelah 24 jam. Apabila sesudah 24 jam tidak ada
seekor mencitpun yang mati, maka dosis diperbesar sampai
diperoleh kematian 100% dalam satu kelompok. Apabila pada
tahap pertama hasil kematian belum dapat dianalisis sesuai
tabel, maka dilanjutkan dengan tahap kedua. Pada tahap kedua
disediakan 5 kelompok mencit, masing-masing kelompok
terdiri dari 5 ekor mencit. Bahan diberikan secara
intraperitoneal pada masing-masing kelompok dengan dosis
berbeda menurut faktor tertentu. Dosis terkecil yang diberikan
adalah dosis terbesar pada kelompok tahap pertama dimana
seluruh mencit tidak mati, sedangkan dosis terbesar adalah
dosis pada kelompok tahap pertama dimana seluruh mencit
mati. Setelah 24 jam dihitung jumlah kematian mencit pada
tiap kelompok dan dihitung besarnya LD
50
sesuai dengan cara
Weil, C.S.
(5)
. Apabila belum dapat dihitung pengujian diulang.
Hasil uji LD
50
ini kemudian diekstrapolasikan pada tikus putih
menurut Paget & Barnes
(9)
. Apabila hasil ekstrapolasi
mendapatkan harga LD
50
yang lebih besar dari 15.000 mg/kg.
bobot badan secara oral pada tikus putih, bahan yang diuji
termasuk bahan yang tidak toksik
(10)
.
HASIL
Infus buah Foeniculum vulgare Mill menunjukkan adanya
pengaruh pada kehamilan, terutama pada pemberian infus
setara dengan serbuk 219 mg/100 g. bobot badan (Tabel).
Jumlah janin pada tikus yang hamil tidak berbeda nyata di
antara perlakuan. Pada pemberian akuades jumlah janin antara
8-9 ekor, pada pemberian infus setara dengan serbuk 7,3
mg/100 g. bobot badan jumlah janin antara 7-9 ekor, infus
setara dengan serbuk 73 mg/100 g. bobot badan antara 7-9
ekor, infus setara dengan serbuk 219 mg/100 g. bobot badan
antara 7-8 ekor (Tabel). Tidak ada janin yang mati dalam
kandungan maupun cacat pada semua perlakuan. Resorbsi
janin pada perlakuan akuades dan perlakuan infus setara
dengan serbuk 7,3 mg/100 g. bobot badan.
Hasil pengujian toksisitas akut infus buah Foeniculum
vulgare Mill yang diberikan secara intraperitoneal (ip) pada
mencit mendapatkan harga LD
50
= 73,57 (44,56-121,5) mg/10
g. bobot badan.
PEMBAHASAN
Infus buah Foeniculum vulgare Mill dapat menyebabkan
penurunan prosentase kehamilan pada tikus putih, terutama
infus setara dengan serbuk 219 mg/100 g. bobot badan;
mungkin disebabkan kandungan kimia buah Foeniculum
vulgare Mill terutama saponin atau flavonoid bersifat
antiestrogen atau dapat disintesis menjadi antiestrogen di
dalam tubuh. Beberapa derivat estrogen lemah juga berefek
antiestrogen
(1)
.
Efek antiestrogen menyebabkan ovarium inaktif,
pertumbuhan folikel dan sekresi estrogen endogen terganggu
(1)
;
karena itu ovulasi juga dapat terganggu. Pengaruh lain adalah
kelenjar serviks menjadi sedikit dan lebih kental
(1)
, keadaan ini
akan mengganggu motifitas spermatozoa. Mungkin karena
keadaan tersebut, maka tidak terjadi fertilisasi meskipun terjadi
perkawinan. Efek lain antiestrogen dapat menyebabkan atrofi
Cermin Dunia Kedokteran No. 133, 2001
58
endometrium
(1)
, sehingga meskipun terjadi fertilisasi, proses
implantasi akan terganggu. Mungkin penurunan bobot uterus
pada penelitian yang sudah dilakukan
(2)
disebabkan adanya
atrofi endometrium.
Karena infus buah Foeniculum vulgare Mill, terutama
infus yang setara dengan serbuk 219 mg/100 g. bobot badan
dapat menurunkan prosentase kehamilan, maka total jumlah
janin juga berkurang. Tetapi bila dilihat tiap individu tikus
yang hamil kelihatannya infus buah Foeniculum vulgare Mill
tidak mengurangi jumlah janin. Dalam keadaan normal jumlah
janin tiap ekor tikus antara 8-9 ekor
(3)
. Hal ini menunjukkan
bahwa buah Foeniculum vulgare Mill tidak mempengaruhi
jumlah sel telur yang dihasilkan. Pengamatan pada janin ini
tidak menunjukkan adanya kecacatan.
Hasil penelitian toksisitas akut setelah diekstrapolasikan
menurut Paget & Barnes
(9)
diperoleh harga LD
50
: 514.990
(311.500-850.500) mg/kg bobot badan secara oral pada tikus
putih. Harga tersebut jauh lebih besar dari 15.000 mg/kg. bobot
badan secara oral pada tikus putih, sehingga bahan tersebut
dapat digolongkan bahan yang tidak toksik
(10)
.
KESIMPULAN DAN SARAN
Infus buah Foeniculum vulgare Mill dapat menurunkan
prosentase kehamilan pada tikus putih. Infus setara dengan
serbuk 73 mg/100 g. bobot badan dapat menurunkan
prosentase kehamilan yang nyata, dan infus setara dengan
serbuk 219 mg/100 g. bobot badan dapat menurunkan
prosentase kehamilan yang sangat nyata.
Infus buah Foeniculum vulgare Mill termasuk bahan yang
tidak toksik dan tidak menyebabkan kecacatan pada janin tikus
putih.
Karena kepekaan, jumlah anak serta anatomi organ
reproduksi yang berbeda dengan manusia, maka disarankan
agar dilakukan penelitian pada hewan yang lebih dekat
kekerabatannya dengan manusia.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ditujukan kepada Kepala Puslitbang Farmasi, Badan Litbangkes,
Depkes. yang telah memberikan fasilitas serta seluruh staf Kelompok Program
Penelitian Obat Tradisional yang telah membantu penelitian sampai selesai.
KEPUSTAKAAN
1.
Gan Sulistia, dkk. Farmakologi dan Terapi edisi 4. FKUI, Jakarta, 1995.
2.
Sa'roni, dkk. Pengaruh beberapa tanaman/bagian tanaman terhadap
sistem reproduksi pada tikus putih serta keamanan pemakaiannya.
Laporan Penelitian. Puslitbang Farmasi Badan Litbangkes Depkes.
Jakarta, 1995/1996.
3.
Smith JB, Mangkoewidjojo S. Pemeliharaan, pembiakan dan penggunaan
hewan percobaan di daerah tropis. UI, Jakarta, 1988.
4.
Fox RR, Laird CW. Sexual cycles in production and breeding techniques
for laboratory animals. Lea & Febiger. Philadelphia, 1970.
5.
Weil CS. Tables for convenient calculation of median effective dose and
introductions in their use. Biometric 8, 1952.
6.
Farmakope Indonesia. Edisi 3. Depkes RI. Jakarta, 1979.
7.
Nainggolan M. Experimental design L FP. USU. Medan, 1965.
8.
Syahruji N. Contoh penggunaan Anova satu arah dalam bidang kesehatan.
Media Litbangkes, 1995; 5 (4).
9.
Paget GE, Barnes JM. Evaluation of drug activities, Pharmacometric Vol.
1, Academic Press, London, 1964.
10.
Gleason MN et al. Clinical Toxicology of Commercial Products. William
& Wilkins, Co. Baltimore, 1969.
Cermin Dunia Kedokteran No. 133, 2001
59
Tabel. Pengaruh infus buah Foeniculum vulgare Mill pada kehamilan tikus putih.
Induk Tikus
Janin Tikus
Perlakuan Ulangan
Jumlah Hamil Jumlah Resorbsi
Mati dalam
kandungan
Cacat
I 3 1 9 1
- -
II 3 1 8 1
- -
III 3 1 8 -
- -
IV 3 2 17 2
- -
V 3 1 9 1
- -
Jumlah 15 6 51
5
Akuades 1 ml/100 g
bobot badan
%-tase 40% 9,8%
I 3 1 8 1
- -
II 3 1 9 2
- -
III 3 1 8 1
- -
IV 3 1 7 -
- -
V 3 2 14 1 - -
Jumlah 15 6 46
5
Infus buah Foeniculum
vulgare Mill dosis 7,3
mg/100 g bobot badan
%-tase 40% 10,9%
I 3 1 8 -
- -
II 3 1 8 -
- -
III 3 1 9 -
- -
IV 3 1 7 -
- -
V 3 1 9 -
- -
Jumlah 15 5 41
Infus buah Foeniculum
vulgare Mill dosis 73
mg/100 g bobot badan
%-tase 33,3%
I 3 1 7 -
- -
II 3 - - - - -
III 3 - - -
- -
IV 3 1 8 -
- -
V 3 - - -
- -
Jumlah 15 2 15
Infus buah Foeniculum
vulgare Mill dosis 219
mg/100 g bobot badan
%-tase 13,3%
Cermin Dunia Kedokteran No. 133, 2001
60