background image
HUMOR
ILMU KEDOKTERAN
OBAT PILEK
Suatu ketika seorang pekerja laborato-
num meminta obat untuk menyem-
buhkan penyakit pileknya pada TS.
Seperti biasanya diambilnya satu bung-
kus sampel obat untuk keperluan ter-
sebut. Namun TS tadi lupa bahwa
sampel yang berisi obat, sekarang ini
sudah tidak ada lagi. Memang bungkus-
nya masth persis seperti bungkus
sampel obat seperti yang lalu. Se-
hingga pekeija laboratorium tersebut
kembali pada teman sejawat dan me-
nanyakan: "Lho isinya kok plester,
bukan obat pilek ?"
TS tadi agak malu juga waktu itu,
tetapi dengan agak diplomatis dia men-
jawab: "Ya sudah itu, plesternya kan
dapat dipergunakan untuk menutup
lubang hidung, untuk mencegah pilek-
nya keluar".
Adhi P.
Semarang
PEMANASAN
Ketika Dr Badrun sedang mempersiap-
kan obat yang hendak disuntikkan ke-
pada penderita, tiba-tiba penderita
yang sedang berbaring ditempat tidur-
nya berteriak keras-keras. Karena he-
ran dr Badrun bertanya: "Lho kenapa
berteriak-teriak? Apa takut disuntik?"
Jawab penderita: "Tidak dok, saya
berteriak sekedar untuk latthan pe-
manasan saja, sehingga apabila nanti
disuntik tidak usah berteriak lagi."
Dokter : ?!??
Adhi P
Semarang
YANG DIKULTUR
Seorang ibu datang ke poliklinik pam sebuah rumah sakit. Ibu mi telah dua bulan men-
dapat obat anti tuberkulosis.
Dokter : "Ibu, mana hasil reak yang dikultur ?"
Pasien : "Maksud dokter bagaimana?"
Dokter : "Kan dua bulan yang lalu, waktu mulai diobati, Ibu disuruh memeriksa
reaknya, termasuk juga pemerlksaan reak yang ditanam yang dikultur.
Nah, setelah dua bülan ini harusnya sudah ada hasilnya itu reak yang di-
tanam. Apa Ibu sudah ambil ke laboratorium ?"
Pasien : "Memang dua bulan yang lalu dokter mengatakan bahwa reak saya
harus
ditanam. Tetapi ........saya kira harus ditanam di rumah. Jadi
sepulang
dan dokter dua bulan yang lalu langsung saya tanam reak saya di halaman
rumah !!"
Dokter : (Maksud saya mau menjelaskan bahwa dikultur itu hampir sama
dengan
ditanam, eh, malah ditanam di halaman).
Dr. Tjandra Yoga Aditama
Jakarta
TARIP DOKTER
Karena sudah agak lama usaha sang ayah untuk mengeluarkan biji jagung yang berada
di hidung anaknya tak berhasil, Sang anak montang-manting kesakitán, terpaksa
di
bawa ke Dokter Puskesmas. Setelah diperiksa sebentar, maka hidung yang tidak
ke-
masukan biji jagung ditutup, mulut dibuka sedikit dan disebul (ditiup agak keras) blupp
biji jagung keluar.
"Berapa pak dokter ?" -
"Lima ribu", jawab mas dokter kalem.
"Lho mak blupp gitu kok Rp. 5.000,­ itu piye to"?.
"Ooo mak bluppnya cuma sepuluh rupiah, tapi yang Rp. 4.990,­ adalah "ininya pak'
kata pak dokter sambil menekan kernng dengan ujung jan.
Pratomo
Ulujami
YANG DIPILIH
Seorang dokter mata menyuruh pasiennya mencoba beberapa macam kaca mata:
Mana yang paling cocok dan memuaskan hati nona ?`
Jawab pasien: "Yang paling memuaskan ?......... waktu dokter memasangkan sendiri
kaca mata pada muka saya tadi
????????????????????????????
Juvelin
Jakarta
Cermin Dunia Kedokteran No. 75, 1992
58
background image
K.B. dan I.P.
Dalam diskusi akademik di Fakultas
Kedokteran (F.K.) para dosen me-
ngeluh bahwa Indeks Prestasi (I.P.)
mahasiswa F.K. sekarang mi agak
memprihatinkan. Namun salah satu
peserta diskusi dengan gaya humoris-
tik menyeletuk bahwa K.B. dapat
membatasi I.P. Lho kok bisa Keluarga
Berencana dthubungkan dengan Indeks
Prestasi mahasiswa? Dengan sebagian
besar peserta masih bengong dengan
pemyataan itu, peserta tad! menerang-
kan bahwa yang dimaksud dengan IP
olehnya bukan indeks prestasi, tetapi
IP (baca: Ipe, Jawa), yang artinya
adalah ipar. Yah memang K.B. dapat
membatasi IP. Ada-ada saja!
Adhi P.
Semarang
KALAU DITRAPKAN
Di depan para mahasiswa kedokteran,
seorang dokter psikiatri memberi
kuliah:
Salah satu tanda-tanda sehat mental,
orang harus mau menerima kekecewa-
an tapi untuk pelajaran dan mem-
perbaiki din di masa yang akan
datang"
Tiba-tiba seorang mahasiswa tunjuk
jan menanyakan: .
Jadi dok misalkan seorang pasien, kita
tarik rekening lima ribu rupiah, dan dia
kecewa sekali karena merasa mahal,
dia hams menerima keadaan
Kernudian untuk lain kali dia tidak
mau datang berobat pada dokter ter-
sebut, . . . karena telah belajar ke-
adaan !"
He?????????????????????
Juvelin
Jakarta
TARIP DOKTER I
Karena kurang puas ditarik mahal oleh seorang dokter maka berkatakan pasien :
"Dok, kenapa sth anak saya ditarik Rp. 10.000,­ padahal anak-anak yang lain tadi
cuma sekitar Rp. 5.000,­". Sambil menyilahkan duduk berkatalah dokter tadi
"Begini pak, anak bapak saya tarik Rp. 10.000 perinciannya adalah sebagai berikut:
­ jasa saya Rp. 2.000,­
­ obat yang kental (AB) Rp. 1.500,­
­ obat turun panas Rp. 1.500,­
­ Tadi anak bapak menangis sehingga membuat resah pasien yang lain sehingga ter-
paksa says menanik uang risih Rp. 1.500,­
­ Tadi ketika saya peniksa anak bapaic ngompol, Iho in! kan bikin pembantu saya
sewot maka terpaksa saya tambah Rp. 1.500,­
­ Bapak macuk kesini tad! memakal sepatu sehingga ruang in! jadi kotor, padahal
kebersihan pangkal kesehatan, maka ditambah Rp. 1.000,­
­ Dan yang senbu saya tank karena bapak duduk di kursi depan saya mi
Pasien ??????!!!!!XXXX??????.
Pratomo
Ulujami
KILAH SEORANG DOKTER PUSKESMAS.
Pada waktu diadakan penutupan penataian ibu-ibu PKK mengenai gizi, maka dalam
sambutannya itu ketua team penggerak PKK berkata: "Ibu-ibu sekallan, tadi Dan
berbagal instansi telah menyanggupi untuk membenikan bantuan, maka kini Tiba
giliran pak dokter selaku kepala puskesmas kami mohon untuk memberikan petuah
sekalian saya harap bantuannya."
Pak dokter yang memang saat itu betul-betul baru lulus, bahkan selain lulus dokter
juga lulus dani pondokan/alias betu1-b masth kere, maka dengan tergagap-gagap
tanpa meninggalkan otak sarjananya, berkalah beliau:
"Ibu-ibu, kalau tadi dari diperta membenikan bibit jeruk, dan llnas peternakan me-
berii bibit ayam, dan dinas perikanan member! bibit ikan, maka dan! puskesmas ya
biasanya memberi bibit. - . - penyakit. Nah kalah mau silahkan ambil."
Ibu-ibu dan para undangan: "Woooooooooooo kacau!"
Pratomo.
Pemalang
HARI SENIN
Sewaktu seorang dokter TKHI (Team Kesehatan Haji Indonesia) hendak mengirim
rujukan ke numah sakit, lupa han! saat itu, karena kesibukannya. Untung saat itu ada
jemaah yang didekatnya, maka berkatalah pak Dokter : "Pak, tolong numpang tanya,
hari ini hari apa ya?"
Yang dltanya kiranya samimawon (sama saja), tengok sana tengok sin! tiba-tiba dengan
wajah cerah berkata: "Han! Senin pak dokter."
"Apa betul ?" tanya pak dokter. "Betul,. iha itu ada yang pakal KORPRI berarti kan
hari Senin" jawab jemaah mantap.
"Tobat-tobat, Pŕk in! sih di Mekah bukan di Indonesia, mungkin saja baju Korpri
itulah yang masih banu buat Bapak tad!" kata pak Dokter sambil geli!.
Pratomo
Ulujami
ANDAIKAN DOK
Suatu ketika saya memeniksa pasien saya, stetoskop saya tempelkan di dadanya saya
snruh bemafas dalam-dalam. Baru saja saya mau menulis resep, tiba-tiba pasien
tersebut menanyakan:
"Apa dok sebabnya, stetoskop dokten wannanya hitam ?" Saya berfikir sebentar baru
saya jawab:
"Oo, itu hanya kebiasaan saja, supaya kelihatap cakep." Sambil melihat stetoskop saya t
ajam-tajam ia berkata:
"Andaikan dok coklat. ... . sudah saya makan habis !!!" ?`799999
.Juvelin
Jakarta
Cermin Dunia Kedokteran No. 75, 1992 59