HUMOR
ILMU KEDOKTERAN
BOLPOIN
Seorang perawat terheran-heran me-
lihat seorang dokter menggosok-
gosokkan termometer di atas lembaran
status, "Dok, mengapa anda menulis
memakai termometer?"
Dokter itu kaget dan berkata :
"Astaga! pasien itu pasti sedang meng-
hisap bolpoin saya di mulutnya!"
Hardi C
Yogyakarta
CITA-CITA
Dua orang mahasiswa kedokteran
saling berbincang tentang cita-citanya.
A : Besok kamu ingin menjadi dokter
ahli apa ?
B : Saya ingin menjadi dokter ahli
bedah plastik ?
A : Kenapa pilih itu ?
B : Supaya bisa mengoperasi wajahmu
sehingga cepat dapat istri ?
A : (marah-marah) Kalau saya ingin
menjadi dokter ahli jiwa, supaya
bisa merawat dan mengobatimu !!
Hendro Artho
Yogyakarta
TAK TAHU
Sepasang muda mudi sedang ber-
gembira melihat-lihat di kebun bina-
tang. Tiba-tiba mereka melihat se-
seorang melempar-lempar batu pada
monyet.
Pemudi : "Orang gila ........" gerutunya
jengkel.
Pemuda : "Hee, jangan keras-keras!"
Pemudi : "Mengapa?"
Pemuda : "Itu bapak saya ........"
Juvelin
Jakarta
HIDROCELE = KELAPA
Pada acara penyuluhan dengan "pesta poster" di sekolah-sekolah daerah peneliti-
an penyakit Filariasis (kaki gajah) :
Murid : "Wah! Ada kelapa di sini, hi . . . hi . . . hi . . . (sambil menunjuk gambar
penderita Hidrocele dan memanggil teman-temannya)"
Penyuluh : "Maukah adik-adik mempunyai "kelapa" sambil menunjuk penderita
Hidrocele di poster terebut."
Murid-murid (serentak menjawab): "Tidak mau !!!"
Penyuluh : (Mulai menyampaikan "pesan poster" untuk mau bersama keluarganya
diperiksa darahnya nanti malam, untuk mengetahui apakah mengandung
mikrofilaria).
Pada malam hari berduyun-duyunlah anak-anak sekolah beserta keluaarganya
masing-masing di lokasi penelitian untuk dapat diperiksa darahnya. Penelitian sukses
berkat "kelapa", sebagai kata yang komunikatif untuk bahan penyuluhan.
Dr. Emiliana Tjitra
Jakarta
SAMBUNG RASA
Sepasang suami isteri manula (manusia lanjut usia) datang berobat. Yang sakit
rupanya sang nenek. Setelah diperiksa, dokter bertanya kepada nenek itu: "Mau di-
suntik ?" Spontan sang kakek yang menjawab : "Mau dok, mau !".
Selesai disuntik, dokter bertanya lagi kepada sang nenek : "Sakit tidak disuntik-
nya ?" Cepat-cepat sang kakek lagi yang menjawab : "Tdak dok, tidak . . . . . . . . .!"
Dr. Dharma K. Widya
Jakarta
BAGAIMANA DOKTER MENGENALNYA
Seorang ibu-ibu yang sudah berkali-kali jadi pasien seorang dokter ahli kandungan,
senyum mengangguk dan menyapa ketika bertemu dokter tersebut, tetapi dokter yang
biasanya ramah itu kelihatan heran dan seakan belum mengenalnya.
Suatu ketika yang lain ibu tersebut memeriksakan lagi ke dokter tersebut dan ketika
sedang memeriksa kandungannya dokter nyeletuk : "Haa, ibu Mustofa ........................
kemarin yang menegur saya di jalan ya ........?".
Sambil berbaring diperiksa, ibu tersebut menjawab : "Benar dok, waaaaah dokter
rupanya kenal pasien bukan dari wajahnya, tapi hanya dari ......... perut ke bawah ....!"
Juvelin
Jakarta
YANG MENGHAMILI
Sapi I : "Yang menghamiliku sapi jantan dari Amerika".
Sapi II : "Yang menghamiliku Pak Dokter!"
Sapi I : ????? Yon
Bandung