HUMOR
ILMU KEDOKTERAN
DASAR GILA
Suatu sore di Rumah Sakit Jiwa.
Pasien : "Dokter, kapan saya boleh
pulang?"
Dokter : "Kalau kembali-normal."
Pasien : "Sejak dulu saya normal,
Dokter."
Dokter : "Emm ...!"
Pasien (Sambil melepas celananya):
"Lihat, Dokter, Masih nor-
malkan ?"
Dokter : ?!
Yon
Bandung
DISKON
Ketika akan membayar honorarium
dokter setelah pemeriksaan, seorang
pasien berkata: "Dok, diskon dong .. .
kan langganan!"
Sang dokter hanya dapat ter-
cengang sambil mengeluh di dalam
hati: "Memangnya supermarket . . .".
Dr. Dharma K. Widya
Jakarta
SEMUA BUKAN
Dua orang kenalan yang lama baru
ketemu saling berkelakar,
I : "Itu perutmu gendut, perut makmur
atau perut filaria!"
II : "Bukan makmur bukan filaria, ini
kura-kura yang kusimpan di perut,
punggungnya ke depan sedang
kepalanya ke bawah ha, .....haaaa,
haaaaaa !"
Juvelin
Jakarta
KECELAKAAN
Pada suatu sore di ruang praktek masuklah seorang Bapak dengan muka gelisah
dan tergesa-gesa.
Pasien : "Tolong dok dikeluarkan, anak saya kecelakaan!"
Dokter : "Di mana anak Bapak?"
Pasien : "Masih di mobil, tak mau ke luar !"
Dokter : (Wah, gawat. Beratkah kecelakaannya?) "Ayo cepat kita keluarkan !"
Pasien : (Dengan air muka senang segera berlari menjemput anaknya di luar yaitu
di dalam mobil).
Dokter : (???? melihat seorang gadis ke luar dari mobil bersama seorang ibu).
"Kecelakaan"???? Ohh0000000000000 dosa siapa ya?
"
Dr. Emiliana Tjitra
Jakarta
BIAR DISEGANI
Seorang purnawirawan ABRI, datang ke salah satu Klinik gigi. Dia bermaksud
untuk membuat gigi palsu penuh atas bawah. Dengan agak malu-malu dan ragu-ragu,
dia minta agar kedua taring atas kanan kiri dibuat besar-besar. "Biar disegani anak
buah saya, karena saya adalah Komandan Sat Pam dari salah satu perusahaan" katanya.
Dengan demikian dokter gigi tersebut mendapatkan pengetahuan baru.
Kapten Drg. Haryono. X
Salatiga
COBA-COBA
Seorang pasien yang sedang berobat pada dokter, setelah diberi resep, dokternya
berpesan "Pak, tolong ya nanti memberi tahu pada saya, obatnya manjur apa tidak."
Pasien : "Lho, bagaimana, manjur apa tidak?"
Dokter : "Ya, saya belum tahu persis sakit Bapak
Juvelin
Jakarta
TIDAK TERSISA SEDIKITPUN
Malam itu datang seorang penderita primi gravida hendak melahirkan. Seorang
sejawat yang melakukan periksa VT mendapatkan pembukaan masih sempit dan
tentunya proses persalinan akan memakan waktu lama. la menyuruh seorang bidan
untuk menjaganya dan membantu proses persalinan dengan pesan apabila menemui
kesulitan segera memanggil dokter. Menjelang pagi penderita tersebut melahirkan
dengan ruptura perinei.
Pagi hari ketika dilakukan visite didapatkan ibu dan bayi dalam keadaan baik,
baru pada malam harinya si ibu mengeluh nyeri di bagian bawah dan tidak dapat
kencing. Palpasi di atas symphisis pubis mendapatkan kandung kencing yang penuh
dan ketika hendak dilakukan pemasangan kateter .... astaga . . . . ternyata dijahit
semua tidak ada yang tersisa sedikitpun. Mungkin saking mengantuknya bidan ter-
sebut menjahit tanpa pandang lubang, sampai-sampai lubang urethra yang terletak di
atasnyapun ikut dijahit.
ATK
Salatiga
Cermin Dunia Kedokteran No. 62, 1990 57