449
| AGUSTUS 2010
BERITA
TERKINI
P
ada keadaan keganasan/ kanker,
dapat terjadi penurunan berat
badan drastis yang sering dise-
but dengan Kakeksia (cachexia) akibat
pemecahan protein otot khususnya di
perifer, yang memetabolisme asam
amino yang diperlukan bagi pemben-
tukan protein di hati dan juga di tumor.
Pemberian asam amino secara teoritis
dapat memberikan tambahan energi
yang diperlukan sebagai protein-spa-
ring metabolic dengan membantu me-
tabolisme otot dan gluconeogenesis.
1
Branched-chain amino acids (BCAA)
yang terdiri dari leucine, isoleucine,
dan valine dipergunakan dengan tu-
juan meningkatkan keseimbangan /
balans nitrogen terutama pada meta-
bolisme protein otot
Dilaporkan bahwa penambahan
BCAA dalam nutrisi parenteral ber-
hasil meningkatkan keseimbangan
protein dan sintesis albumin, selain
itu BCAA dapat mengurangi keadaan
anorexia dan cachexia secara berkom-
petisi dengan tryptophan, prekursor
serotonin otak, melewati sawar otak
(blood-brain barrier) dan mengham-
bat peningkatan aktivitas serotonin di
hipotalamus, dan berdasarkan lapo-
ran, pemberian BCAA oral berhasil
menurunkan keadaan anorexia yang
berat pada penderita kanker.
Leucine, isoleucine dan valine meru-
pakan asam amino rantai cabang
dan merupakan asam amino yang
cukup banyak diteliti dan dibuktikan
memiliki efek farmakologis sebagai
prekursor (zat pendahulu) dalam sin-
tesis glutamine dan alanine pada otot
rangka. Leucine paling jelas efeknya
dan berguna untuk sintesis protein
yang diteliti pada keadaan sepsis dan
luka bakar
2
.
Keadaan kakhesia juga dapat terjadi
pada gangguan fungsi hati; Dr. Hole-
cek menentukan 3 target suplementasi
BCAA pada penyakit hati.
3
: (1) ensefa-
lopati hati (2) regenerasi hati, dan (3)
kakhesia hati . Pemberian BCAA dapat
mengurangi ensefalopati hati dengan
meningkatkan detoksifi kasi amonia,
mengoreksi ketidakseimbangan asam
amino plasma dan mengurangi infl uks
asam amino aromatik. Suplementasi
BCAA pada ensefalopati hati lebih
efektif pada gangguan hati kronik
dengan hiperamonemia dan kadar
rendah BCAA dalam darah, dan pada
keadaan penyakit hati akut dengan
hiperaminoacidemia. Pada keadaan
regenerasi hati, suplementasi BCAA
berkaitan dengan efek stimulasi pada
sintesis protein, sekresi faktor pertum-
buhan pada hepatosit, produksi gluta-
min dan efek penghambatan proteoli-
sis. Sedangkan pada keadaan kakhesia
hati, efek suplementasi BCAA cukup
signifi kan pada penyakit hati terkom-
pensasi dengan mengurangi keadaan
infl amasi dan juga peningkatan kadar
turnover protein. Suplementasi BCAA
dapat meningkatkan kualitas hidup
pasien dan juga prognosis penyakit
hati. (IWA)
REFERENSI :
1. Inui A. Cancer anorexia-cachexia syndrome.
CA Cancer J Clin 2002;52:72-91
2. Calder PC. Branched-chain amino acids and
immunity.J Nutr. 2006 Jan;136(1) Suppl
3. Holecek M. Three targets of branched-chain
amino acid supplementation in the treatment of
liver disease. Nutrition 2010 May; 26(5): 482-90
BCAA untuk Anoreksia Pasien Kanker
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 449
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 449
7/23/2010 10:33:39 PM
7/23/2010 10:33:39 PM