background image
www.kalbe.co.id
B E R I T A T E R K I N I
CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
200
Referensi:
Li JS, Yow E, Berezny K et al. Dosing of Clopidogrel for Platelet Inhibitin in
Infants and Young Children. Primary Result of the Platelet Inhibition in
Children on cLopidogrel (PCOLO) Trial. Circulation 2008;117;553-59.
W
alaupun aspirin (ASA) sering digunakan pada anak-anak
untuk kondisi ini, namun pemberian ASA saja mungkin tidak
menghasilkan efek maksimal untuk mencegah trombosis arteri
karena ASA hanya menghambat satu jalur aktivasi trombosit
yaitu pada jalur siklooksigense.
Clopidogrel yang merupakan derivat thienopyridine, mem-
punyai potensi antiagregasi trombosit melalui efek matabolit
aktifnya yang secara spesifik dan ireversibel akan berikatan
dengan reseptor ADP P2Yac atau P2Y12 melalui peng-
hambatan aktivasi kompleks glikoprotein IIb/IIIa sehingga
mencegah terjadinya agregasi trombosit.
Dari hasil uji klinis, dosis pemeliharaan untuk mencegah
agregasi trombosit pada populasi dewasa adalah sekitar 75
mg/ hari sehingga dapat digunakan sebagai terapi ataupun
pencegahan gangguan kardiovaskuler. Dosis dan penggunaan
clopidogrel pada anak-anak belum diketahui dengan pasti.
Suatu studi penggunaan clopidogrel pada anak-anak (PICOLO)
merupakan studi prospektif, multisenter secara acak; dibagi
atas kelompok Clopidogrel dan plasebo dengan rasio 3:1
untuk menilai profil farmakodinamik pada anak (0 1 tahun)
dengan gangguan jantung dan berisiko trombosis.
Empat kelompok ini masing-masing diberi clopidogrel dengan
dosis 0,01, 0,1, 0,15 dan 0,2 mg/kgBB/ hari selama 7 28 hari.
Agregasi trombosit diukur dengan transmisi cahaya agregometri.
Dari 116 subyek yang menjalani studi ini (50% neonatus,
dan 50% bayi), hanya 73 subyek yang selesai mengikuti studi.
Sekitar 79% kelompok obat mendapat aspirin.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa secara umum jika dibanding-
kan dengan plasebo, clopidogrel 0,2 mg/ kgBB/ hari meng-
hasilkan efek antiagregasi (maximum extent) sebesar 49,3%
(95% CI, 25,7% - 72,8%), dan persentase besar hambatan
agregasi trombosit yaitu 43.9% (95% CI, 18.6% - 69.2%),
hal ini menunjukkan adanya variasi interindividu pada
kelompok umur maupun kelompok terapi, namun tidak
diketemukan efek perdarahan yang serius.
Studi tersebut menunjukkan bahwa clopidogrel dosis 0,2 mg/
kgBB/ hari pada anak-anak usia 0 - 24 bulan menghasilkan
efek antiagregasi trombosit sebanding dengan 75 mg/hari
pada dewasa. Penggunaan clopidogrel pada bayi dan anak-
anak ditoleransi dengan baik pada dosis ini. (TMB)
Terapi antiplatelet anti agregasi merupakan hal yang sudah baku pada pasien dewasa yang
mengalami gangguan kardiovaskuler, serebrovaskuler, serta penyakit pembuluh darah perifer.
Ternyata preparat antiagregasi platelet juga dapat digunakan untuk pasien anak-anak misalnya:
sebagai terapi paliatif pada pemasangan shunt arteri dari sistemik ke paru pada anak dengan
satu ventrikel, penyakit Kawasaki, pemasangan stent atau komponen di dalam jantung yang
berisiko terjadinya aktivasi trombosit atau trombosis.
Penggunaan Clopidogrel
Penggunaan Clopidogrel
pada pasien anak-anak
pada pasien anak-anak
Penggunaan Clopidogrel
pada pasien anak-anak