background image
99
cdk 161/ vol. 35 no. 2 Mar - Apr 2008
Berita Terkini
Bagaimana virus Chikungunya menyebar
Menurut
para
peneliti, virus yang
dikenal dengan
nama Chikungu-
nya, yang menye-
babkan nyeri dan
kadang-kadang
gejala-gejala ke-
lumpuhan, me-
nyebar di bebe-
rapa negara baru
beberapa tahun
terakhir karena
telah ditemukan
jenis nyamuk baru
sebagai pembawanya.
Sebuah mutasi tunggal membuat vi-
rus menginfeksi nyamuk macan Asia,
yang menyebarkan dirinya ke banyak
negara di Eropa dan Amerika Utara.
Menurut Stephen Higgs dan kole-
ganya dari
University of Texas Medi-
cal Branch dalam laporannya dalam
the
Public Library of Science Journal
PloS Pathogens, 7 Desember 2007,
mutasi ini meningkatkan potensi untuk
virus Chikungunya secara permanen
memperluas jangkauannya di Eropa
dan Amerika. Secara khusus menjadi
nyata jika suhu rata-rata terus menin-
gkat seiring pemanasan global. Virus
telah menyebabkan kepanikan di In-
dia dan Italia tahun ini.
Chikungunya adalah salah satu tipe
arbovirus dan dibawa kebanyakan
oleh nyamuk
Aedes aegypty. Menjadi
epidemik mulai di Kenya tahun 2004
dan menyebar ke beberapa kepulau-
an di laut Hindia termasuk Comoros,
Maurutius, Seychelles, Madagaskar,
Mayotte dan Reunion. Di kepulauan
kecil Reunion sendiri, lebih dari 1/3
populasi atau 266.000 orang, telah
terinfeksi yang disertai sakit dan
nyeri yang melemahkan. Chikun-
gunya membunuh 260 orang. Tapi,
kerena nyamuk
Aedes aegypty tidak
ditemukan di kepulauan Reunion,
para peneliti mencurigai hal lain yang
membawa virus ini. Mengetahui bah-
wa virus yang menyebabkan kepani-
kan ini telah bermutasi, para peneliti
menguji untuk melihat apakah mu-
tasi memberikan virus kemampuan
menginfeksi spesies nyamuk lain.
Mereka mencoba menginfeksi je-
nis nyamuk lain, termasuk
nyamuk macan Asia,
Aedes
albopictus, yang secara ge-
netik direkayasa
strain virus-
nya dan ditemukan bahwa
virus dengan mutasi seder-
hana berkembang pesat di
dalam nyamuk tersebut.
Penelitian ini memberi-
kan cara pandang baru
bagaimana suatu perubah-
an genetik sederhana pada
patogen manusia dapat
meningkatkan jangkauan
inangnya dan tentu saja
distribusi
geografiknya.
Aedes albopictus sangat
banyak dan didistribusi luas
di daerah kota Eropa dan
Amerika. Sekarang area ini
rentan Chikungunya.
Sumber :
PLoS Pathog 3(12): e201 doi:10.1371/journal.
ppat.0030201
http://pathogens.plosjournals.org/perlserv/
?request=get-document&doi=10.1371%2Fjou
rnal.ppat.0030201