Pembaca dipersilahkan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ber-
kaitan dengan masalah kedokteran/kesehatan.
Pertanyaan akan kami teruskan kepada ahli-ahli untuk menjawabnya.
Nama penanya tidak kami cantumkan. -- Red.
Tanya Jawab
PERTANYAAN:
Ada pendapat dalam masyarakat bahwa mempelajari
"
ilmu kebatinan
"
harus hati-hati. Orang yang
"
tidak kuat"
dapat menjadi gila. Bagaimana pendapat dan pengalaman seja-
wat?
JAWABAN:
Menjawab pertanyaan tersebut di atas agak sulit karena
pengertian
"
Ilmu kebatinan
"
belum jelas. Kadang-kadang
diberi arti: okultisme (mendapatkan kekuatan magik), mistik
(usaha penyatuan diri dengan Tuhan-nya), Metafisika (mencari
asal hidup) (Djojodiguno dan Rosidi). Menurut Wongso-
negoro: kebatinan ialah pengalaman selama latihan meditasi
(samadi, sembahyang, sujud, menembah).
Kalau boleh merobah pertanyaannya menjadi:
"
Ada
pendapat bahwa apabila seseorang memasuki, mengikuti
dan belajar kebatinan dalam aliran kebatinan, kadang-kadang
tidak kuat sehingga mengalami gangguan jiwa
"
., maka jawab-
annya sbb :
Pada aliran kebatinan ada unsur-unsur: (1) Ajarannya
(Filsafah hidup dan kepercayaan keagamaan); (2) Latihan-
latihan meditasi; (3) Kehidupan sosial dalam kelompok aliran.
1. Ajaran aliran yaitu terutama filsafah hidup dan ke-
percayaan keagamaan bisa bertentangan dengan kepercayaan
individu sebelum memasuki aliran tersebut sehingga bisa me-
nimbulkan konflik terus menerus.
2. Latihan meditasi dengan berbagai pengalamannya,
bisa menimbulkan rasa tegang dan takut sehingga bisa meng-
ganggu kesehatan jiwa individu . Apabila terlalu tekun berme-
ditasi, maka keseimbangan antara hidup duniawi dan preo-
kupasi dalam kebatinan (latihan meditasi) bisa terganggu dan
timbul acuh tak acuh terhadap berbagai persoalan duniawi,
dan mudah terjadi konflik dalam keluarga.
3. Hubungan individu dengan alirannya kadang-kadang
sedemikian kuatnya, sehingga melebihi huburigan dengan kelu-
arganya. Apabila individu merupakan kepala keluarga pencari
nafkah bagi keluarganya, perlu sekali menjaga keseimbangan
hubungan individu--aliran dan individu--keluarganya. Apabila
keluarga diabaikan, bisa terjadi komplikasi sosial yang bisa
mengganggu seluruh keluarga.
Kadang-kadang preokupasi dengan ajaran kebatinan
dari aliran sedemikian besarnya sehingga sangat mempengaruhi
fikiran, perasaan dan perilaku individu, dan timbul kesulitan
dalam menghadapi realitas hidup duniawi sehari-hari. Kadang-
kadang sampai timbul fikiran, perasaan dan perilaku yang se-
cara sosial kurang wajar dan tidak harmonis. Kesulitan-kesu-
litan tersebut di atas bisa timbul pada anggota-anggota aliran
kebatinan.
Beberapa aliran menamakannya:
"
masa krisis". Dengan
bimbingan dan bantuan yang tekun dari para pamong atau
pembimbing mungkin individu bisa mengatasi masa krisis
tersebut, yang kadang-kadang berupa gangguan jiwa.
dr. Bonokamsi Dipojono
(Ahli
Ilmu
Jiwa )
Jakarta.
54
Cermin Dunia Kedokteran
No.18, 1980