TEKNIK
Perhitungan Waktu
untuk Penyinaran Tumor
dengan Pesawat Teleterapi Cobalt-60
Susetyo Trijoko
PSPKR BATAN, Pasar Jumat, Jakarta
PENDAHULUAN
Pada saat ini terdapat 17 rumah sakit negeri dan swasta yang
tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia telah memiliki
pesawat teleterapi Cobalt-60 untuk tujuan terapi kanker. Pada
dasarnya, inti pesawat teleterapi Cobalt-60 adalah satu sumber
radioisotop Co-60 yang memancarkan sinar gamma berenergi
rata-rata 1250 MeV. Sinar gamma dan Co-60 tersebut mem-
punyai daya tembus sangat tinggi, sehingga mampu menembus
jaringan/organ yang berada di dalam tubuh sekalipun. Telah di-
ketahui pula bahwa sel kanker bersifat lebih sensitif terhadap
sinar gamma daripada sel normal. Karena daya tembusnya yang
begitu besar dan bisa mematikan sel kanker, maka sinar gamma
bisa dimanfaatkan untuk membunuh sel-sel kanker yang berada
di dalain tubuh tanpa harus melalui operasi/pembedahan. Inilah
salah satu keuntungan penggunaan pesawat teleterapi Cobalt-60,
yaitu pengobatan/terapi kanker dan luar tubuh tanpa pembedah-
an pasien.
Dalam proses penyinaran (treatment) tumor dengan radiasi
gamma harus setalu diupayakan agar sel-sel kanker mendapatkan
dosis radiasi sesuai dengan yang dikehendaki oleh dokter ahli
radioterapi (radiotherapist). Untuk mencapai maksud tersebut
maka penentuan letak/posisi tumor dan laju dosis radiasi yang
keluar dari pesawat adalah sanga penting dan mutlak diperlukan.
Informasi yang berkaitan dengan posisi tumor, seperti kedalam-
an dan luas permukaan tumor, sangat diperlukan guna pemilihan
metoda dan parameter-parameter penyinaran. Sedangkan laju
dosis keluaran pesawat diperlukan untuk inenentukan waktu
penyinaran, sehingga tercapai dosis seperti yang dikehendaki.
Makatah ini akan menjelaskan dan memberikan contoh praktis
bagaimana cara menghitung waktu penyinaran tumor dengan
pesawat teteterapi Cobalt-60 yang dengan mudah bisa diikuti
oleh para fisikawan medik di bagian unit radioterapi.
METODA PERHITUNGAN
Menurut peraturan yang berlaku laju dosis setiap pesawat
teleterapi wajib dikalibrasi oleh Fasititas Kalibrasi Tingkat
Nasional (FKTN), PSPKR BATAN, sekurang-kurangnya sekali
dalam 2 (dua) tahun. Pelaksanaan kalibrasi FKTN selalu meng-
gunakan peralatan dan mengacu pada prosedur yang dikeluarkan
oleh Badan Tenaga Atom Intemasional (IAEA)
(2)
.Setelah melak-
sanakan kalibrasi, FKTN akan menerbitkan sertifikat keluaran
sumber radiasi pesawat yang menyatakan besarnya laju dosis
acuan. Laju dosis acuan pesawat teleterapi Cobalt-60 ditetapkan
pada kedalaman (d) 0.5 cm air untuk lapangan penyinaran (FS)
10cm x 10cm dan jarak sumber-permukaan tubuh (SSD) 80cm.
Kedalaman dosis acuan ini biasanya selalu diambil berdasarkan
kedalaman dosis maksimumnya.
Cermin Dunia Kedokteran No. 113, 1996
54
Pada kenyataannya tumor bisa terjadi di mana saja dalam
berbagai ukuran. Dalam hal in misalkan saja
erletak di kedalaman d cm, harus disinari dengan
luas lapangan radiasi w x w dan ja
f cm. Kondisi penyinaran sepert
tersebut dapat dihubungk
acuan. Untuk itu perhatik
tubuh dengan
uatu tumor t
s
rak sumber-permukaan tubuh
i yang diminta dalam contoh
an dengan kondisi kalibrasi laju dosis
an rangkaian pada Gambar 2.
Gambar 2. llustrasi hubungan antara kondisi penyinaran secara umum
disi
pada
seat
kalibrasi
untuk penyinaran tumor berbeda dengan SSD saat kalibrasi,
maka pertama kali harus ditentukan besarnya luas lapangan
penyinaran (FS) pada jarak SSD kalibrasi. Untuk SSD penyi-
n SSD kalibrasi = f
o
maka
(1)
.
-
(D
A
/D
B
) = PDD (d, w, f)
, f) adalah prosentase dosis kedalaman untuk kedalaman d, pada
i jarak sumber-permukaan tubuh (SSD) = f.
teleterapi cobalt-60 untuk jarak sumber-
permukaan (SSD) 60 cm, 80 cm dan 100 cm diambil dan BJR
Suppl No. 17
(3)
dan berturut-turut ditampilkan pada Tabel 1,2
dan 3. Perbandingan nilai PDD menurut BJR
(3)
dengan literatur
lain
(4)
terdapat deviasi maksimum 21.5%.
Kemudian dari Gambar 2b dengan 2c, dosis di titik B (D
B
)
dan dosis di titik C (D
C
) sama-sama berada di kedalaman dosis
maksimum (kedalaman acuan = d
0
) namun luas lapangan penyi-
narannya berbeda. Dengan demikian perbedaan antara D
B
dan
D
C
hanya tergantung pada kontribusi hamburan kolimator dan
ituliskan,
J
ga
dengan
kon
Kondisi penyinaran yang diminta diperlihatkan dengan
Gambar 2a, sedangkan kondisi penentuan laju dosis acuan di-
tunjukkan pada Gambar 2d yang identik dengan Gambar 1.
Besar dosis yang diminta pada tumor disebut DA dan dosis acuan
diberi notasi D,. Karena jarak sumber-permukaan tubuh (SSD)
Tabel 1. Nilai Prosentase dosis kedalaman (PDD), untuk
Luas lapan
naran = f; FS penyinaran = w da
W
k
= (f
o
/f) x w
W
k
adalah FS penyinaran pada jarak SSD kalibrasi
Dari Gambar 2a dan 2b, hubungan antara dosis di titik A
(D
A
) dengan dosis di titik B (D
B
) hanya tergantung pada keda
laman, sehingga dapat dirumuskan
(3)
PDD (d, w
lapangan penyinaran w x w dar
Nilai PDD pesawat
hamburan fantom (tubuh)
(5)
. dan d
(D
B
/D
C
) = S
k
(w
k
) x S
p
(w)
S
k
(w
k
) adalah faktor kontribusi hamburan kolimator untuk luas kolimator w
k
x w
k
pada jarak f
o
dan S
p
(w) adalah faktor kontribusi hamburan fantor untuk luas
lapangan penyinaran w x w.
Faktor-faktor kontribusi hamburan tersebut dinormalisasi-
arak permukaan-sumber (SSD) 60 cm
(3)
n penyinaran (cm x cm)
Kedalaman
(cm)
5x5 6x6 7x7 8x8 9x9 10x10
12x12
15x15
20x20
25x25
30x30
0.5
100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0
1
97.0 97.3 97.5
97.7 97.7 97.8 97.8 97.9 97.9 98.0 98.1
2
910 91.5 91.9 922 92.4 92.6 92.8 93.0 932 93.4 93.6
3
847 85.4 86.0 86.3 86.6
.5 88.8
87.0 87.3 87.7 88.2 88
4
78.6 79.4 80.1 80.6 81.0 81.5 82.1 82.6 83.3 83.7 84.0
5 72.7
73.7
74.6
752
757
76.2
76.9
77.7
786
79.0
79.4
6
67.0 68.1 69.1 69.8 70.5 71.1 71.9 72.9 738 74.5 74.9
7
61.8 63.0 64.0 64.8 655 66.2 67.2 68.2 69.3 69.9 70.5
8
569 58.1 59.2 60.0 60.7 61.4 62.5 63.7 65.0 65.9 66.4
9
524 53.6 54.7 55.6 56.4 57.1 582 59.5 60.9 61.8 62.5
10
48.1 49.3 50.5 51.5 52.2 53.0 54.2 55.5 57.0 58.0 58.7
11
44.3 45.4 46.4 47.3 48.2 49.0 50.3 51.6 53.3 54.3 55.1
12
407 41.8 42.9 43.9 44.7 45.5 46.8 48.2 49.8 50.9 51.7
13
37.3 38.5 39.6 40.5 41.4 42.2 43.4 44.9 46.6 47.8 48.6
14
34.3 35.6 36.5 37.4 38.2 39.0 40.3 41.8 43.6 44.7 45.6
15
31.6 32.6 33.6 34.5 353 36.1 37.4 38.9 40.7 41.9 42.8
16
29.1 30.0 310 31.9 327 33.5 34.8 36.3 38.1 39.2 402
17
26.7 27.7 28.7 295 303 31.0 32.3 33.7 35.5 36.7 376
18
24.6 25.6 26.5 273 28.0 28.7 29.9 31.4 33.1 34.3 352
19
226 23.5 24.4 25.2 25.9 26.6 27.8 29.2 30.9 32.1 33.1
20
20.8 21.6 22.4 23.2 23.9 24.6 25.7 27.2 28.8 30.0 31.0
22
17.7 18.4 19.2 19.9 20.5 21.2 22.2 23.6 25.2 26.4 27.3
24
15.0 15.7 16.4 17.0 17.6 18.2 19.2 20.5 22.0 23.2 24.0
26
127 13.4 14.0 14.6 151 15.7 16.6 17.8 19.2 20.3 21.1
28
10.8 11.4 12.1 12.5 13.0 13.5 14.4 15.5 16.9 17.9 18.6
30
9.3 9.7 10.2 10.7 11.2 11.7 12.4 13.4 14.8 15.7 16.3
Cermin Dunia Kedokteran No. 113, 1996 55
Tabel 2. Nilai Prosentase dosis kedalaman (POD), unt
Luas lapang
uk
a
Jarak permukaan-sumber (SSD) 80 cm
(3)
n penyinaran (cm x cm)
Kedalaman
(cm)
5x5 6x6 7x7 8x8 9x9 10x10
12x12
15x15
20x20
25x25
30x30
0.5
100.0 1000 100.0 1000 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0
1
971 97.7 97.8 97.9 98.0 98
98.3 98.3 984 98.5
.1 982
2
92. 92.6 93.0 93.2 93.4 93.
7
7 939 94.1 94.3 94.5 94.
3
86.3 87.0 876 880 884
.5
88.7 89.1 89.5 90.1 90.3 90
4
80.7 81.6 82.3 82.8 832 83.7 84.3 84.9 85.6 86.0 86.3
5
752 762 77.1 77.8 783 78.8 79.5 80.3 81.3 81.7 82.1
6
69.7 70.8 71.9 72.6 733 73.9 74.9 75.9 76.9 77.5 78.1
7
647 66.0 67.0 679 686
73.9
69.3 70.3 71.5 726 73.3
8
59.9 61.2 62.3 63.2 64.0 64
686 69.5 70.1
.7 65.8 67.1
9
55.5 56.8 57.9 58.8 59.7 60.5 61.7 63.0 '64
6 65.6 66.3
10
51.2 52.5 53.8 54.8 55.7 56.4 57.7 59.2 60.8 61.9 63.6
1I
47.4 48.7 49.8 50.7 51.6 52.5 53.8 55.3 57.2 583 59
1
12
43.8 45.0 46.2 47.2 48.1 48.9 50.3 51.9 537 55.0 558
13
40.4 41.6 428 43.8 44.7 45.6 47.0 48.6 505
51.8 528
14
37.3 38.7 397 40.7 41.6 42.4 43.7 45.4 474 48.7 49.8
15
34.5 35.7 36.7 37.6 38.5 39.4 408 42.5 445 45.9 46.9
16
31.9 33.0 34.0 35.0 35.9 36.8 38.1 397 41.8 43.2 44.2
17
29.5 30.5 31.5 325 33.3 34.1 35.5 37.1 39.2 40.5 41.6
18 27.3
283
29.3
30.2
309
317
33.1
347
36.7
38.1
39.2
19
25.1 26.1 27.1 280 28.8 29.5 30.8 32.4 34.4 35.8 36.9
20
23.2 241 25.0 25.8
6
26.
274 28.7 30.2 322 33.5 34.7
22
19.9 20.7 21.5 223
0
23.
23.7 25.0 26.5 284 29.8 30.8
24
17.0 17.7 18.5 192 19.9 20.5 217 23.1 24.9 26.2 27.3
26
14.5 15.2 159 16.6 17.2 17.8 18.9 202 219 23.2 24.2
28
12.5 13.1 13.8 14.4 14.9 15.4 16.4 17.7 193 20.6 21.5
30 107
112
11.8
12.3
12.8
13
.0
18.2
19.0
.3
14.2
154
17
Tabel 3. Nilai Prosentase dosis kedalaman (POD), unt
Luas lapan
uk
ga
Jarak permukaan-sumber (SSD) 100 cm
(3)
n penyinaran (cm x cm)
Kedalaman
(cm)
5x5 6x6 7x7 8x8 9x9
10x10 12x12 15x15 20x20 25
25 30x30
0.5
100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0
1
97.7 98.0 98.2 98.3 984 98.5 98.5 98.6 98.6 98.7 98.7
2
928 93.2 936 93
95
0' 952 954
8 94.0 941 945 948
3
87.3 88.1 88.6 8
91.1 91.4 91.6
9.0 89.3 88.7 90.1 905
4
82.0 82.9 83.6 84.1 84.5 85.0 85.7 86.3 87.0 87.4 87.7
5
767 77.7 78.6 79.3 79.8 804 81.1 82.0 83.0 83.4 83.9
6
71.4 72.6 73.6 74.4 75.1 75.8 76.7 77.8 78.8 79.5 80.0
7
66.6 67.8 689 69.8 70.5 71.2 72.3 73.5 74.7 75.5 76.1
8
61.9 63.1 64.3 65.2 66.0 66.8 68.0 69.3 70.8 71.8 72.5
9 57.5
58.8 60.0 61.0 61.9 62.7 64.0 653 67.0 68.0 68.8
10
53.3 54.6 55.9 57.0 57.9 587 600 61.6 63.3 64.4 65.2
11
49.4 50.8 52.0 52.9 53.9 54.8 56.2 57.8 59.7 609 61.8
12
45.9 47.1 48.3 49.4 50.4 51.2 52.7 54.3 56.3 57.6 58.6
13
42.5 43.7 44.9 46.0 47.0 479 49.3 510 53
1 545 556
14
39.4 407 41.9 42.8 43.7 44.6 46.1 47.8 50.0 51.4 52.5
15
36.5 37.7 38.8 39.7 40.7 41.6 41.1 44.9 47.1 486 49.7
16
33.9 35.0 36.0 371 38.0 18.9 40.4 42.1 443 45.8 47.0
17
31.4 32.5 33.5 34.5 35.4 36.2 37.7 39.4 416 43.2 44.4
18
291 30.2 31.3 121 33.0 33.8 35.2 37.0 39.2 40.7 41.9
19
26.9 27.9 28.9 29.9 30.7 31.5 32.9 34.6 36.8 38.4 39.6
20
24.9 25.9 26.8 27.6 28.5 293 30.7 32.4 34.5 360 37.3
22
21.5 223 23.2 24.0 247 25.5 26.9 28.4 30.6 32
1 33.3
24
18.4 19.2 20.0 20.7 21.4 22.2 23.4 24.9 27.0 28.4 29.7
26
15.8 16.5 17.3 18.0 18.6 19.3 20.5 21.9 23.8 25.2 26.4
28
13.6 14.3 15.0 157 16.2 168 17.8 19.3 21
1 22.5 23.6
30
11.8 123 12.9 13.5 140 146 15.6 16.9 18.6 19.9 20.9
kan ke luas lapangan 10 cm x 10
N
la
an
ntu
pesawat teleterapi coba
0 dip
la
be
il
S
k
diambil dan Khan et
)
,seda
n
p
ng
nil
fakktor hamburan mak
m (PS
ya
in
lis
n k
lu
pe
ra
m
cm
rbandingan nilai S
k
(T
)
a
in
ap
rbedaan maksimum
tid
bi
1
D
rb
ga
ai S
p
(Tabel 4) ter-
ha
ite
Ia
g
a
vi
aksimum 1.0%.
cm. ilai-ni i S d
k
S u
p
k
lt-6
(5
e
atk
rlih
an da m Ta l 4. N ai
a1
ngkan
3)
ilai S dihitu dan ai
simu
F)
(
ng d orma asika
e
as lapangan nyina n 10c x 10
. Pe
abel 4 terhad p literatur 1a
(6)
terd at pe
ak le h dari .0%. an pe andin n nil
dap l ratur in
(7)
ju a terd pat de asi m
Cermin Dunia Kedokteran No. 113, 1996
56
Tabel 4. Faktor ko
(S
p
)
Luas Lapangan Penyin
(cm x cm)
Fa
r
(4)
or
i
reksi hamburan kolimator (S
k
) dan hamburan fantom
aran
ktor ko eksi
(S
k
)
Fakt
koreks
(S
p
)
(3)
5 x 5
6 x 6
7 x 7
8 x 8
9 x 9
10 x 10
11 x 11
12 x 12
13 x 13
14 x 14
15 x 15
18 x 18
20 x 20
25 x 25
30 x 30
77
89
00
15
21
26
32
43
51
59
59
0.9
0.9
0.9
0.9
0.9
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
0.957
0.968
0.9
0.9
0.995
1.0
1.008
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
84
87
90
94
97
00
03
06
09
11
14
19
23
30
34
Selanjutnya dari Gambar 2
n 2
rb
nn
ny
terletak pada janak sumber
u
(
).
demikian hubungan k
anya
ru
ku
ad
ra
dan bisa dinyatakan s
be
(D
c
/D
o
) = [(f
o
+ d
o
) / (f
2
(4
Penggabungan persamaan (2
), (4)
dengan S
f
= [(f
o
+ d
o
) / (f + d
di
h,
D
A
= D
o
x S
f
x S
k
(w
k
)
w) x P
, w
(5
Dari persamaan (5
as ji
u d
um
ng
in
di titik A dinyatak
dengan D
o
(cGy/me
aktu penyinaran (T) dapat d
dengan perumusan b
;
c da
d, pe edaa ya ha a
-perm kaan SSD
Dengan
edu
menu ti hu m ku rat ja k
ebagai
rikut,
+ d
o
) ]
)
), (3
o
)]
2
akan perole
x S
p
(
DD (d
, f)
)
) di at
kala
osis t
or ya dim ta
an dengan DT dan laju dosis acuan dinyatakan
nit), maka w
ihitung
erikut
f)
w,
(d,
PDD
x
w)
(
Sp
x
k)
Sk
x
Sf
x
Do
DA
DT
T
=
=
(6
Telah diketahui b
a kal
i la
osi
an
g
nakan alat ukur radiasi ang ad
d
os
ya
diberikan oleh IAEA
(2
kan m
iki
ka
lit
.5
Perhitungan nilai S
f
diasumsikan me
i
at
liti
0,5%
(8)
dan penunjuka
aktu d
esa
el
pi
lt-
umumnya memiliki kesalahan t
eb
ri
(2)
.
APLIKASI PRAKTI
Misal satu pesaw
letera
ob
m
m
sakit telah dikalibrasi
K
an
rik
ert
la
dosis acuan sebesar 120 cGy/me
Ing
ju
a
a
diberikan adalah untuk
= 0.5
o
= 10 cm
f
o
cm
Pesawat tersebut akan
unaka
uk
yin
m
ng
dosis 2100 cGy yang t
tak di
lam
0c
ng
en
gunakan luas lapangan radiasi 2
x 20 cm d
ra
e
permukaan tubuh 10
Sel
ny
rus
itu
ak
(lama) penyinarannya
Langkah-Iangkah
g dila
(1) w
k
= (80/100)
cm
16cm
5 (intepolasi) dan
S
r
l
r
PDD
, 2
%
(5
ak
ny
,
(w
)
ahw
ibras
ju d
s acu meng u-
y
)
a di pasanan an pr edur ng
a
emil ting t kete ian 2 %.
milik tingk
kete
an
n w
an p
wat t etera Coba 60
idak l ih da 0,5%
S
at te
pi C alt-60 ilik suatu ru ah
oleh F TN d dibe an s ifikat ju
nit. (
at, la dosis cuan y ng
d
o
cm, w
, dan = 80
).
dig
n unt men
ari tu or de an
erle
keda
an 1 m de an m g-
0 cm
an ja k sumb r-
0 cm
anjut a ha
dih ng w tu
yan
kukan,
x 20
=
(2) S
f
= { (80 + 0.5) / (100 + 0.5)
2
}
= 0.6416
(3) Dari Tabel 4 diperoleh,
S
k
(16)
=
1.03
p
(20) = 1.023
(4) Da i Tabe 3 dipe oleh,
(10 0, 100) = 63.3
) W tu pe inaran
menit
3.876
menit
63.3%
1.
.0
1
2
x
023
x
35
1
x
6
0.64
x
120
00
T
=
=
lam
i
n
ru
lu
at bahwa laju dosis
ac
an
un
a
la
si
n pada saat penyi-
naran. Laju dosis
ang sekitar 1.1% per bulan karena
ra
to
-6
lu
en
a
aruh (T1/2) = 5.27
ta
)
. P
n
a
at k
tian/kesalahan dari
se
ar
r
di
l u
pe
gan dengan meng-
gu
n
m
)
ta
an
berikan kesalahan
m
u
%
gk
sal
in
h lebih kecil dari
tingkat ke
an
si
y
ipe
hkan oleh IAEA
(2)
ya
sa
5%
K
P
N
Secara ri
d
ka
a
ktu pe-
ny
n t
r d
n p
at
era
balt-60 yang telah
di
ras
h
N
K
T
Untuk penyinaran
permukaan (SSD) seperti
ka para fisikawan medik
nggunaan pesawat Cobalt-60 yang ter-
u
a
an dan mengikuti
c
rh
an
n
ng
es
masih dalam batas
y
iij
STAKAAN
1.
an
a A
Nasional (B
). Peraturan tentang kalibrasi alat
r r
da
ara
ber
si, Standardisasi radionuklida dan
lita
ras
rta
.
2.
rna
A
Ene
ge
ARE
bsorbed dose determina
in
on
lec
eam
n In
Code of Practice,
hn
er
7, Vienna, 1
3.
B
nst
f R
gy
ral
epth dose data for use in
oth
y, B
dio
pl N
, 19
4.
ng
. T
ysi
asi
adi
py, The Ontario Cancer
itu
Th
ces
ar
978.
5.
n
Sew
d W
e
lliam
JF. Revision of tissue-
xim
tio
sca
axi
d
er
y x-
am
d. P
980
.
6.
wa
ene
K
r P
t T
pi Co-60, Maj BATAN
5;
(4).
7.
cka
eff
t factor into collimator
tor
ha
sca
cto
megavoltage photon calculations,
Da
perh tunga ini ha s sela diing
uan y g dig akan dalah ju do s acua
acuan berkur
dioiso p Co 0 me ruh d gan w ktu p
hun
(9
enggabunga semu tingk
eteli
tiap p a
te
me
yang ambi ntuk rhitun
naka persa aan (6 di a s ak
mem
aksim m 3.9 . Tin at ke ahan
i masi
salah mak mum ang d
rbole
ng be rnya
.
ESIM ULA
ngkas t
elah i
s
jela
n car menghitung wa
inara umo
enga
esaw telet
pi Co
kalib
i ole FKT , PSP R BA AN.
tumor dengan teknik jarak sumber-
yang diuraikan dalam tulisan i, tha
yang mengendalikan pe
sebar di selur h Indonesia d pat menerapk
ara pe itung ini de gan ti kat k alahan
ang d inkan.
KEPU
Bad Tenag
tom
ATAN
uku adiasi
n kelu
n sum
radia
fasi
s kalib
i, Jaka , 1992
Inte
tional tomic
rgy A ncy (I
A). A
tion
phot
and e
tron b
s, A
ternational
Tec
Rep S No. 27
987.
The ritish I
itute o
adiolo . Cent
axis d
radi
eraph
r J Ra
l Sup
o. 17
83.
Leu PMK
he Ph
cal B
s of R
othera
Inst te and
e Prin
s Marg et Hospital, Ontario, 1
Kha FM,
chan
, Le J, Wi
son
ma
um ra and
tter-m
mum ratio concepts for cobalt-60 an
high energ
ray be
s, Me
hys. 1
; 7(3)
His
raE. P
ntuan
arakte
esawa
eletera
198 XVIII
Spi
J, H
on D, Orton C. Separating outpu
fac
and p ntom
tter fa
r for
Medical Dosimetry 1988; 13(1).
8. Holt JG, Laughlin JS, Moroney JP. The extension of the concept of tissue-
air- ratio (TAR) to high-energy X-ray beams, Radiology 1970; 96.
9. General Electric, Chart of the nuclides, Thirteenth ed, California, 1983.
Cermin Dunia Kedokteran No. 113, 1996 57