background image
ABSTRAK
KEMOTERAPI TBC
Sejak 1991, Cina melancarkan
program kemoterapi langsung jangka
pendek (directly observed short-course
chemotherapy) dengan bantuan WHO.
Untuk pasien baru, terapi berupa
streptomisin 750 mg., isoniazid 600 mg.
dan rifampisin 600 mg. selang sehari
selama 2 bulan, disusul dengan isoniazid
+rifampisin selang sehari selama 4 bulan.
Untuk pasien lamalpernah mendapat
pengobatan, terapi ditambah dengan
etambutol 1250 mg. selang sehari se-
lama 2 bulan, diikuti dengan isoniazid,
rifampisin dan etambutol selama 6 bu-
lan berikutnya.
Selama 1991 ­ 1994 telah diperiksa
kira-kira 1,6juta orang, 48% menjalani
pemeriksaan sputum dan ditemukan
104.444 kasus baru sputum positif dan
95.616 kasus lama sputum positif. Peng-
obatan berhasil menyembuhkan 89,7%
(55.2 13) kasus baru dan 81,1% (57.629)
kasus lama; kegagalan terapi turun dari
17,6% di antaranya 937 pasien pada ta-
hun 1991 menjadi 6,2% di antara 7.822
pasien pada tahun 1994.
Lancet 1996; 347: 358­62
Brw
SEMPROT HIDUNG NIKOTIN
Selain bentuk koyo, para perokok
yang ingin menghentikan kebiasaan-
nya dapat mencoba cara lain, yaitu
semprot hidung (nasal spray).
Nicotrol NS nasal spray telah
disetujui penggunaaimya oleh FDA
AS; cara ini terbukti dapat meng-
hentikan kebiasaan merokok pada
54%, dibandingkan dengan 27% di
kalangan plasebo bila dipakai selama
6 minggu. Berhenti merokok berta-
han selama sedikitnya 1 tahun pada
25% kelompok perlakuan dan pada
13% di kelompok plasebo. Cara ini
dianjurkan untuk digunakan selama
3 bulan, tetapi jangan digunakan
le-bih dari 6 bulan karena risiko keter-
gantungan.
Efek samping berupa pilek, iritasi
tenggorolg mata berair, bersin dan
batuk Agar cara ini berhasil, harus
disertai juga dengan penghentian to-
tal dan dibarengi terapi tingkah laku.
Scrip 1996;2116:19
Brw
SIKAP DOKTER TERHADAP
EUTHANASIA
Suatu survai melalui pos telah di-
lakukan atas para dokter dan atas pen-
duduk dewasa di Michigan, AS untuk
mengetahui sikap mereka terhadap
euthanasia. Jawaban yang dapat diolah
berasal dari 1119 dan 1518 dokter yang
diikutsertakan (74%) dan dari 998 dari
1307 penduduk dewasa (76%).
Bila diminta memilih antara legali-
sasi bunuh diri yang dibantu dokter
dengan larangan eksplisit. 37% dokter
dan 26% awam memilih dilarang,
sedangkan 8% dan masing-masing
kelompok tidak menyatakan pendapat.
Bilaparadokterdiberi pilihan yang lebih
luas, 40% memilih legalisasi, 37% me-
milih tanpa pengaturan, 17% mendu-
kung pelarangan dan 5% jawabannya
tidak pasti.
Di antara para dokter, seandainya
bunuh diri yang dibantu dokter telah
legal, 35% menyatakan bersedia bila
diminta ­ 22% akan membantu baik
euthanasia maupun bunuh diri, sedang
13% hanya akan membantu bunuh diri.
N. Engl. J. Med. /996; 334: 303­9
Ht
ANDROGEN UNTUK BODY
BUILDING
Akhir-akhir ini para atlet ada yang
menggunakan steroid androgen untuk
meningkatkan kekuatan; untuk menilai
efeknya, 43 pria sehat di California, AS
dibagi atas empat kelompok: kelompok
plasebo tanpa exercise, kelompok testos-
teron dengan exercise. Exercise berupa
angkat besi tiga kali seminggu. Peng-
ukuran dilakukan atas massa otot dan
kekuatan lengan dan tungkai melalui
cara bench-press dan squatting.
Dalam kelompok tanpa exercise,
pemberian testosteron menghasilkan
peningkatan massa otot yang ber-
makna ­di daerah triceps 424 ± 104 vs.
­8­± 109 mm3 (p 0,05) dan di daerah
quadriceps 607 ± 123 vs. ­131 ± 111
mm3 (p 0,05). Juga terdapat pe-
ningkatan kekuatan pada bench-press
(9±4 vs. ­l ± 1 kg., p 0,05) dan pada
squatting(16±4 vs. 3±1 kg.,p0,05).
Testosteron + exercise menghasil-
kan peningkatan massa otot (6,1 ± 0,6
kg) dan ukuran otot triceps (501 ± 104
mm3) dan otot quadriceps (1174 ± 91
mm3) dibandingkan dengan kelompok
tanpa exercise, juga kekuatan ototnya
meningkat: pada bench-press 22 ±2 kg.
dan pada squatting 38 ±4 kg.
Tidak dijumpai perubahan tingkah
laku maupun mood selama percobaan
berlangsung.
Para peneliti menyimpulkan bahwa
testosteron, terutama bila dikombinasi
dengan latihan beban meningkatkan
massa, ukuran dan kekuatan otot pria
normal.
N. Engl. J. Med. 1996; 335: 1­7
Ht
INKOMPATIBILITAS CAMPUR-
AN OBAT
Sebuah artikel menyebutkan bahwa
campuran obat berikut dalam larutan
intravena ternyata incompatible; cam-
puran tersebut ialah insulin dengan
labetalol, insulin dengan norepinefrin,
insulin dengan dopamin, heparin de-
ngan labetalol, heparin dengan dobu-
tamin dan heparin dengan nitrogliserin.
Inpharma 1996;1040: 20
Brw
Cermin Dunia Kedokteran No. 115, 1997
62
background image
ABSTRAK
PENURUNAN MORTALITAS
AKIBAT PENYAKIT JANTUNG
KORONER
Studi di Minnesota, AS atas pen-
duduk berusia 30­74 tahun menunjuk-
kan bahwa mortalitas akibat penyakit
jantung koroner turun 25% baik di
kalangan pria maupun wanita.
Penurunan kematian di rumahsakit
(41%) lebih nyata daripada penurunan
kematian di luar rumahsakit (17%).
Hospitalisasi juga turun 5­10% pada
kurun waktu tersebut. Risiko kematian
relatif dalam 3 tahun setelah perawatan
rumahsakit juga turun dengan rasio
0,76 (95%CI: 0,65­0,89) di kalangan
pnadan rasio 084 (95%CI 071­1 00) di
kalangan wanita
Risiko ini turun sesuai dengan pe-
ningkatan penggunaan trombolitik
heparin aspirin dan angioplasti
N. Engl. J. Med. 1996; 334: 884­90
Ht
KOLAGEN UNTUK ARTRITIS RE-
MATOID
Kolagen tipe II berasal dari anak
ayam telah dicobakan pada 10 anak dan
remaja 8­14 tahun yang menderita juve-
nile rheumatoid arthritis sebagai obat
tambahan di samping NSAID atau kor-
tikosteroid
Dosis 100 ug/hari selama 1 bulan di-
lanjutkan dengan 500 ug/hari selama 2
bulan menghasilkan perbaikan pada 8
pasien 1 pasien menjadi sama sekali
bebas gejala.
Inpharma 1996; 1036: 11
Brw
OBAT ANTIHIPERTENSI
Obat antihipertensi dapat dibagi men-
jadi empat golongan: diuretik, penyekat-
beta, penyekat-ACE dan antagonis kal-
sium.
Diuretik akhir-akhir ini kembali po-
puler karena penelitian mutakhir pada
lanjut usia menunjukkan obat ini dalam
dosis rendah tidak hanya bermanfaat
mencegah stroke, tetapi juga mengu-
rangi komplikasi koroner; selain itu
juga efektif meregresi massa ventrikel
kiri.
Antagonis kalsium, terutama nifedi-
pin short-acting, sedang disorot karena
adanya laporan meningkatkan morbidi-
tas dan mortalitas koroner, mungkin
melalui mekanisme stimulasi jantung.
Penyekat ACE, seperti juga penyekat
beta, selain menurunkan tekanan darah,
terutama bila dikombinasi dengan
diuretik, juga memperbaiki angina dan
mengurangi mortalitas pasca infark;
golongan ini juga memperbaiki fungsi
ginjal dan mengurangi albuminuri.
Penyekat beta terutama efektif me-
ngurangi kematian mendadak akibat
penyakit jantung koroner, khususnya
pada pasien-pasien pasca infark.
Drugs 1996; 52(1): 1­16
Brw
OPERASI UNTUK EPILEPSI
Sejumlah 89 pasien menjalani lo-
bektomi temporal anterior di Graduate
Hospital, Philadelphia, AS selama April
1986 sd. Maret 1990; operasi tersebut
dilakukan atas pasien epilepsi parsial
kompleks atau umum sekunder yang
refrakter terhadap 3 obat anti epilepsi
atau kombinasinya dengan frekuensi
serangan sedikitnya sekali sebulan se-
lama 1 tahun. Obat antiepilepsi tetap
digunakan selama sedikitnya 5 tahun
setelah operasi.
Lima tahun setelah operasi, 62(70%)
pasien bebas serangan, 8 (9%) meng-
alami kurang dari 3 serangan dalam
setahun atau hanya di malam hari, 4
(4%) meninggal dunia karena sebab
lain. 55% serangan timbul dalam 6 bulan
pertama pasca operasi, 93% terjadi da-
lam 2 tahun. Tidak ditemukan gangguan
kognitif ataupun linguistik yang ber-
makna.
JAMA 1996; 276(6): 470­75
Ht
BIAYA HISTEREKTOMI
Saat ini terdapat beberapa cara his-
terektomi; dIn 1049 pasien di Greater
Baltimore Medical Center, Maryland,
AS tahun 1993-1994, 273 (26%) men-
jalani laparoscopically assisted vaginal
hysterectomy, 566 (54%) menjalani
abdominal hysterectomy dan 210(20%)
menjalani vaginal hysterectomy.
Ternyata lama perawatan rata-rata
ialah berturut-turut 2,6 hari, 3,9 hari dan
2,9 hari; sedangkan biaya total rata-
rata sebesar masing-masing US$ 6116,
US$ 5084 dan US$ 4221 (p 0,001
untuk perbandingan antara teknik
laparoskopi dengan dua teknik lain-
nya), sedangkan biaya fasilitas rata-
rata masing-masing sebesar US$ 4914,
US$ 3954 dan US$ 3116 (p 0,001).
Tingginya biaya operasi laparosko-
pik terutama akibat tingginya biaya alat
disposable dan lebih lamanya waku
operasi.
N Engl J Med 1996; 335: 476-82
Ht
ANTIDIABETIK ORAL BARU
Hoechst-Marion-Roussel telah mem-
perkenalkan antidiabetik sulfonilurea
yang baru ­ glimepirid. Obat ini dapat
dikombinasi dengan insulin, bekerja me-
rangsang sekresi insulin dan pankreas;
dibandingkan dengan gliberklamid, obat
ini kurang berisiko hipoglikemi dan tidak
menyebabkan vasokonstriksi.
Dosis awal yang dianjurkan ialah 1­2
mg. sekali sehari bersama makan pagi,
dapat ditingkatkan sampai maksimum
8 mg./hari.
Marketletter 1996; Apr. 8: 20
Brw
Cermin Dunia Kedokteran No. 115, 1997 63