background image
Pengalaman Praktek
Di sana bingung di sini linglung
Ketika sedang sibuknya saya menangani para pasien yang luka di VK (kamar tindak-
an), datanglah teman saya (ko-asisten junior) melaporkan bahwa di poliklinik ada pasien
baru masuk dengan fraktur komplikata. Kemudian dia menyerahkan kartu status pasien
yang sudah lengkap berisi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan diagnosis kerja. Saya selaku
ko-asisten senior waktu itu segera memberikan instruksi penanganan, yaitu debridement
serta menuliskan resep untuk persiapan operasi seperti, eter,dekstrose 5%,valium, sulfas
atropin, dll. Selain itu, saya juga berpesan agar pasien cepat dibawa ke OK (ruangan
operasi) setelah persiapan untuk operasinya rampung.
Beberapa jam kemudian, setelah pasien di VK agak sepi, saya bergegas ke OK untuk
melihat pasien yang fraktur komplikata tadi. Ternyata pasien sudah ada di depan OK di-
tunggui keluarganya beserta ko-asisten yang menanganinya. Pada kaki kiri penderita
tampak spa/k yang dibungkus dan diikat rapi dengan perban. Namun betapa herannya
saya tatkala spa/k dan perbannya dibuka, sebab tidak ada tanda-tanda fraktur sama sekali.
Yang ada cuma luka memar yang tidak begitu berat di bagian tibia. Sejenak saya hanya
bengong, termangu ragu memandangi pasien ­ lantas saya bertanya kepada ko-asisten
yang memeriksannya.
"Apa betul ini pasien yang fraktur komplikata tadi?"
"Benar! Ini pasien kiriman dari Dokter Puskesmas Anu!" jawabnya mantap sambil
menyerahkan surat pengantarnya beserta kartu status pasien yang dibuatnya sendiri.
Setelah saya baca surat pengantarnya memang lengkap bahkan agak bertele-tele.
Lucunya, ketika surat pengantar itu saya cocokkan dengan kartu status pasien yang di-
buatnya sendiri trnyata sama dan sebangun. Dengan hati penasaran saya bertanya lagi
kepada ko-asisten yang kini tampak keblinger.
"Apakah anda sudah memeriksa sendiri pasien ini?!"
"Belum! Soalnya dalam surat pengantar itu pemeriksaannya sudah lengkap, saya
menyalinnya saja!" jawabnya bernada linglung, tetapi jujur.
Untung pasien dan keluarganya dapat mengerti setelah diberi penjelasan Mujur juga
karena ada pasien lain akan dioperasi sehingga obat-obatan buat persiapan operasi yang
batal itu diberikan kepada pasien yang memerlukannya.
Dr. Ketut Ngurah
Laboratorium Parasitologi, Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana, Denpasar
Cermin Dunia Kedokteran No. 62, 1990
56