447
| AGUSTUS 2010
S
tudi penggunaan kombinasi
hormon androgen dan proge-
stogen untuk kontrasepsi pada
pria memberikan hasil yang cukup
menjanjikan, meskipun masih terus di-
sempurnakan untuk diaplikasikan.
Androgen berfungsi menekan hormon
gonadotropin sehingga dapat men-
ekan spermatogenesis, juga untuk
mempertahankan kadar testosteron
darah agar tidak menimbulkan efek
tidak diinginkan seperti penurunan li-
bido. Sedangkan progestogen diha-
rapkan dapat lebih menekan hormon
gonadotropin sehingga dapat lebih
menekan spermatogenesis.
Penelitian Prof Moeloek dkk (2002)
mengenai kombinasi androgen dan
progestogen jangka panjang meng-
gunakan Testosteron undekanoat (TU)
dan Depot Medroksi Progesteron Ase-
tat (DMPA) pada 40 pria Indonesia, di
Jakarta dan Palembang menunjukkan
semua pria mencapai azoospermia.
Beliau saat ini sedang melakukan
penelitian membuat TU dan DMPA
menjadi satu emulsi yaitu Mikroemulsi
TU/DMPA sehingga lebih mudah di-
terima masyarakat karena hanya perlu
satu kali suntik setiap datang
1
.
Dr. Gu dan rekan dari Beijing meng-
gunakan suntikan depot medroxypro-
gesterone acetate
(DMPA) dan testos-
terone undecanoate (TU) interval 8
minggu untuk menekan proses sper-
matogenesis pada pria China sehat.
Setelah skrining awal, 30 sukarelawan
pria sehat dipilih secara acak masuk
dalam 3 kelompok dosis ; 10 orang /
kelompok mendapatkan 1000 mg
TU
(kelompok A); 1000 mg TU +150 mg
DMPA (kelompok B) seta 1000 mg
TU
+ 300 mg DMPA (kelompok C). Semua
dosis obat tersebut diberikan secara
suntikan intramuskular setiap 8 min-
ggu. Pengamatan dalam periode 8
minggu kontrol (baseline)
, setelah 24
minggu periode pengobatan serta 24
minggu periode recovery.
Keadaan
azoospermia atau oligozoospermia
yang berat tercapai dan dipertahank-
an pada
seluruh sukarelawan selama
periode pengobatan , kecuali untuk 2
pria dalam kelompok TU konsentrasi
spermanya meningkat (rebound). Reg-
imen pengobatan kombinasi Testos-
teron Undekanoat selama 8 minggu
ditambah depot MPA efektif menekan
proses spermatogenesis
yaitu azoo-
spermia pada pria China. Seluruh sun-
tikan dapat ditoleransi dengan baik;
tidak ada laporan efek samping serius.
Kombinasi dosis yang lebih rendah,
direkomendasikan untuk studi / test
selanjutnya untuk menilai efektivitas
yang lebih bermakna
2
. (IWA)
REFERENSI :
1. Moeloek N, Perkembangan terkini kontrasepsi
hormonal pria di dunia. Abstrak PIT PERSANDI
IV & PANDI XVIII April 2010.
2. Gu YQ et al. Male Hormonal Contraception:
Effects of Injections of Testosterone Unde-
canoate and Depot Medroxyprogesterone
Acetate at Eight-Week Intervals in Chinese
Men. J. Clin. Endocrin. & Metabolism 2004;
89(5): 2254-2262; (abstract).
Kombinasi Testosteron dan
Progestogen sebagai Alternatif
Kontrasepsi Pria
BERITA
TERKINI
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 447
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 447
7/23/2010 10:33:34 PM
7/23/2010 10:33:34 PM