366
| JULI - AGUSTUS 2010
R
osuvastatin mengurangi kejadi-
an kardiovaskular dan kejadian
kematian karena semua sebab
pada pasien PGK (penyakit ginjal kro-
nik) derajat sedang yang juga menga-
lami peningkatan hsCRP (high-sensi-
tivity C-reactive protein). Simpulan ini
merupakan hasil analisis post hoc oleh
dr. Paul M. Ridker dkk. dari Center for
Cardiovascular Disease Prevention,
Brigham and Women's Hospital, Har-
vard Medical School, Boston, Massa-
chusetts, Amerika Serikat, terhadap
penelitian JUPITER (Justification for
the Use of statins in Preventionan
Intervention Trial Evaluating Rosuvas-
tatin). Analisis post hoc ini dipublika-
sikan dalam Journal of the American
College of Cardiology edisi bulan Ma-
ret 2010.
Penelitian JUPITER merupakan pene-
litian besar acak terkontrol yang meli-
batkan hampir 18.000 pasien, yang
memiliki kadar lemak normal, tidak
menderita diabetes, namun memi-
liki kadar hsCRP meningkat. Dalam
publikasi hasil peneltian JUPITER, ro-
suvastatin menurunkan kejadian kar-
diovaskular sebesar 44% dan menu-
runkan kematian karena semua sebab
sebesar 20%. Namun belum diketahui
apakah rosuvastatin juga bermanfaat
menurunkan kejadian kardiovaskular
pada pasien gangguan ginjal.
Dr. Paul dkk. melakukan analisis post
hoc untuk mengetahui apakah terapi
statin bermanfaat bagi pasien PGK
derajat sedang, yang tidak menderita
hiperlipidemia maupun penyakit kar-
diovaskular. Sejumlah 3267 pasien PGK
derajat sedang dipilih dari pasien-
pasien dalam penelitian JUPITER. Kri-
teria PGK derajat sedang adalah yang
ditandai dengan LFG (laju filtrasi glom-
erulus) <60 mL/menit/1,73 m2. Pada
garis dasar (baseline) pasien-pasien
ini memiliki kadar kolesterol LDL (low
density lipoprotein) <130 mg/dL, na-
mun kadar hsCRP 2 mg/L.
Hasil
penelitian
memperlihatkan
bahwa kejadian kardiovaskular lebih
banyak terjadi pada penderita PGK
derajat sedang (54%) dibandingkan
dengan yang memiliki fungsi ginjal
normal (p=0,0002). Hasil penelitian
juga memperlihatkan bahwa penu-
runan rata-rata kadar kolesterol LDL
dan hsCRP pada bulan ke-12 tidak
berbeda bermakna antara kelompok
pasien PGK dengan kelompok pasien
non-PGK (tabel 1).
Terapi rosuvastatin mengurangi risiko
infark miokard, angina tidak stabil,
revaskularisasi dan kematian karena
kardioaskular, serta kematian karena
semua sebab pada pasien-pasien PGK
derajat sedang (tabel 2).
Hasil penelitian ini memperlihatkan
bahwa rosuvasattin bukan saja menu-
runkan kejadian kardiovaskular pada
pasien dengan ginjal normal, namun
juga pada pasien PGK. Para ahli mulai
memperkirakan apakah terapi statin
juga bermanfaat bagi pasien-pasien
yang menjalani hemodialisis.
Simpulan:
· Rosuvastatin mengurangi keja-
dian kardiovaskular dan kejadian
kematian karena semua sebab,
pada pasien PGK (penyakit ginjal
kronik) derajat sedang yang juga
mengalami peningkatan hsCRP
(high-sensitivity C-reactive pro-
tein). n (YYA)
RefeRenSi:
1. Lipids Online. Rosuvastatin effective for pri-
mary prevention in CKD patients. [cited 2009
March 23]. Available from: http://www.lipid-
sonline.org/news/print.cfm?aid=8982
2. Medscape Cardiology. Rosuvastatin Beneficial
for Patients With Kidney Disease and Elevated
CRP. [cited 2009 March 23]. Available from:
http://www.medscape.com/viewarticle/71791
7?src=mpnews&spon=2&uac=117092CG
3. Ridker PM, MacFadyen J, Cressman M, Glynn
RJ. Efficacy of Rosuvastatin Among Men and
Women With Moderate Chronic Kidney Dis-
ease and Elevated High-Sensitivity C-Reactive
Protein. A Secondary Analysis From the JU-
PITER (Justification for the Use of Statins in
Preventionan Intervention Trial Evaluating
Rosuvastatin) Trial. J Am Coll Cardiol, 2010;
55:1266-73. Abstract. [cited 2009 March 23].
Available from: http://content.onlinejacc.org/
cgi/content/abstract/j.jacc.2010.01.020
Rosuvastatin menurunkan Kejadian
Kardiovaskular pada pasien pGK
Kelompok pasien
pGK
Kelompok pasien
non-pGK
p
Kisaran kadar kolesterol lDl
52%
46%
Tidak berbeda
bermakna
Kisaran kadar hsCRp
37%
37%
Tidak berbeda
bermakna
Tabel 1. Perbandingan hasil akhir antara kelompok pasien penderita PGK dengan kelompok
pasien dengan ginjal normal.
Rosuvastatin
plasebo
Hazard
ratio/ p
Hasil akhir primer (infark miokard, rawat
inap karena angina, revaskularisasi,
kematian karena kardiovaskular)
1,08 ( 45%)
(/100 pasien/ tahun)
1,95
(/100 pasien/ tahun)
HR 0,55;
p= 0,002
Kematian karena semua sebab
0,85 (
44%)
(/100 pasien/ tahun)
1,53
(/100 pasien/ tahun)
HR 0,56;
p= 0,005
Tabel 2. Perbandingan hasil akhir antara kelompok rosuvastatin dengan kelompok placebo.
BERITA
TERKINI
CDK ed_178_b.indd 366
20/06/2010 21:52:29