M
enurut Rajesh Gokhale seorang sarjana penelitian
Howard Hughes Medical Institute dari National Institute of
Immunology di New Delhi, India, sebagian besar pasien TB
memakai empat obat yang menyasar enzim tertentu pada
bakteri TB. Namun, rejimen tersebut dapat menimbulkan
masalah karena ketidakpatuhan atau masa penggunaan
obat dapat mengakibatkan pengembangan TB yang resisten.
Untuk penelitian itu, Gokhale dan rekan menciptakan senyawa
yang menyasar ke empat jalur metabolik TB secara bersamaan,
yang melemahkan dan pada akhirnya menghancurkan
bakteri TB. Menurut Gokhale, senyawa tersebut dapat me-
ngarah pada pengembangan obat tunggal TB, yang dapat
menghemat waktu dan uang dengan mengurangi kebutuhan
pengobatan yang lama dan pengawasan. Gokhale mengatakan
bahwa temuan penelitian menyediakan kesempatan besar
untuk mengembangkan obat TB baru yang berpotensi meng-
hancurkan replikasi bakteri TB untuk mencegah infeksi di
berbagai tingkatan.
Gokhale mengatakan pengembangan senyawa tunggal
yang mengikat pada beberapa sasaran menantang paradigma
«satu penyakit-satu obat-satu sasaran» yang mendominasi
pemikiran di dunia farmasi dalam beberapa dasawarsa ini.
Dia menambahkan bahwa timnya berupaya mengembang-
kan satu senyawa obat yang dapat menyasar keluarga enzim
TB secara bersamaan.
Walaupun senyawa tersebut belum cocok untuk manusia,
Gokhale mengatakan dia telah meminta dukungan kepada
perusahaan farmasi untuk dapat mengembangkan obat yang
kurang toksik dari senyawa tersebut. Memerlukan beberapa
tahun bagi para ilmuwan untuk mengembangkan obat ber-
dasarkan temuan Gokhale, tetapi penelitian itu menawarkan
harapan tentang pengembangan obat TB tunggal. (NFA)
Referensi: New Compound That Destroys TB Bacteria Could Lead to Development
of Single TB Drug, Study Says http://kaisernetwork.org/daily_reports/rep_
index.cfm?DR_ID=56762
Sebuah senyawa baru yang menghancurkan bakteri tuberkulosis (TB) dengan
menyerang empat jalur metabolik secara bersamaan dapat mengarah pada
pengembangan obat tunggal untuk mengobati TB. Hal itu berdasarkan sebuah
penelitian yang diterbitkan dalam Nature Chemical Biology edisi 1 Februari 2009.
Senyawa Baru yang
Senyawa Baru yang
Menghancurkan Bakteri TB
Menghancurkan Bakteri TB
Senyawa Baru yang
Menghancurkan Bakteri TB
kanker tersebut pada 2005 dan 2000 juga dapat dibandingkan
(86 banding 76). Hampir sepertiga pasien meninggal akibat
jenis kanker tersebut memiliki jumlah CD4 di atas 200 saat
kematian. Sarkoma Kaposi menyokong 4% kematian akibat
kanker pada 2005 dibandingkan 3% pada 2000, perubahan
yang tidak bermakna. Kurang dari 1% kematian akibat
kanker pada 2005 dan 2000 disebabkan oleh kanker rahim.
Kami menunjukkan bahwa kanker menyokong lebih dari
sepertiga penyebab kematian pada sekelompok pasien tersebut.
Kami juga menunjukkan bahwa proporsi kematian yang
diakibatkan oleh kanker meningkat secara bermakna sejak
2000, para peneliti menulis. Mereka juga menekankan
bahwa proporsi kanker tidak terkait AIDS juga meningkat
secara bermakna mulai 2000 hingga 2005.
Penelitian lain, misalnya penelitian D:A:D, juga menemukan
bahwa kanker tidak terkait AIDS merupakan penyebab
kematian yang kian penting pada pasien dengan HIV. Para
peneliti mencatat kemiripan antara temuan penelitian mereka
dan temuan penelitian D:A:D, khususnya bahwa median
jumlah CD4 pasien yang meninggal akibat kanker tidak
terkait AIDS adalah pada kisaran 200.
Para peneliti menyimpulkan bahwa pencegahan, skrining,
diagnosis dini dan penatalaksanaan kanker serta penga-
wasan yang membaik harus termasuk dalam tindak lanjut
pasien terinfeksi HIV dan harus memiliki dampak segera
terhadap mortalitas dalam jangka panjang. Mereka juga
menekankan pentingnya mempertahankan jumlah CD4
ODHA di atas 250. (NFA)
Sumber:
Bonnet, F. et al. Changes in cancer mortality among HIV-infected patients: the
Mortalite 2005 survey. Clin Infect Dis 48 (online edition), 2009.
S
tudi yang ada menunjukkan adanya perbedaan komposisi
mikroflora antara anak-anak yang alergi dibandingkan dengan
yang non-alergi. Anak-anak alergi mempunyai koloni bakteri
probiotik yang lebih rendah, juga menunjukkan penurunan
rasio Bifidobacteria terhadap Clostridia.
Lactobacillus reuteri merupakan probiotik berpotensi anti-
inflamasi, baik pada manusia maupun pada studi binatang.
L. reuteri mencegah TNF alfa yang diinduksi oleh IL-8,
mengurangi proses peradangan usus pada studi binatang,
dan menginduksi IL-10 untuk merangsang produksi sel T
reg, dengan cara menginduksi fungsi sel dendrit.
Bagaimana studi L. reuteri untuk kasus alergi pada manusia ?
Studi melibatkan 188 wanita hamil dengan riwayat keluarga satu
atau lebih alergi (eksema, asma, rinokonjungtivitis, urtikaria,
dsb); selanjutnya dikelompokkan menjadi kelompok yang
mendapat L. reuteri 10
8
CFU per hari dan kelompok plasebo.
Suplementasi dimulai dari usia kehamilan 36 minggu sampai
proses persalinan dan pemberian suplementasi untuk bayinya
dilanjutkan selama 12 bulan. Parameter penilaian adalah
adanya alergi yang timbul pada bayi dengan atau tanpa
skin prick test dan kadar IgE serum.
Hasil dari studi tersebut seperti dalam tabel berikut :
Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok yang men-
dapat L. reuteri secara bermakna mempunyai Ig E yang ber-
hubungan dengan alergi lebih rendah dibandingkan dengan
kelompok plasebo (8% vs 20%, p=0,02). Skin prick test juga
lebih rendah pada kelompok L. reuteri (14% vs 31%,
p=0,02). (KTW)
Referensi:
1. Abrahamsson TR, Jakobsson T, Bottcher M. et al. Probiotics in Prevention of Ig E
associated eczema: A double-blind, randomized, placebo-controlled trial. J Allergy
Clin
Immunol
2007:101(10):1-7.
2. Samuli Rautava S, Kalliomäki M, Isolauri E. Probiotics during pregnancy and
breastfeed ing might confer immunomodulatory protection against atopic
disease in the infant. J Allergy Clin Immunol 2002;109:119-21
Peningkatan insidensi penyakit alergi saat
ini diperkirakan salah satunya disebabkan
oleh berkurangnya pemaparan mikroba ter-
hadap tubuh kita. Pola hidup yang sangat
higienis diperkirakan merupakan salah satu
penyebabnya.
Efek Suplementasi L.
Reuteri terhadap Ig E Bayi
Efek Suplementasi L.
Reuteri terhadap Ig E Bayi
BERITA TERKINI
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
280
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
279
BERITA TERKINI