CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
197
B E R I T A T E R K I N I
CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
198
B E R I T A T E R K I N I
Kemajuan Tatalaksana Kanker
pada Tahun 2008, ASCO Report
H
al tersebut dilaporkan ASCO pada 16 Desember 2008
dan dipublikasikan secara online pada akhir Desember
2008. Berikut resumenya : (tidak berdasarkan urutan)
Peningkatan survival pasien Ca paru jenis bukan sel kecil
stadium lanjut dengan penambahan cetuximab terha-
dap regimen kemoterapi bagi pasien yang tumornya
mengalami ekspresi Epidermal Growth Factor Receptor
(EGFR).
Peningkatan survival pada pasien Ca pankreas stadium
dini yang sudah direseksi, dengan gemcitabine.
Approval bevacizumab oleh FDA AS untuk indikasi
wanita dengan Ca payudara stadium lanjut yang tidak
mengalami ekspresi HER2
Approval bendamustine oleh FDA AS untuk indikasi
leukemia limfositik kronik. Hasil studi menunjukkan
complete response bendamustine 30% vs 2% untuk
terapi standar.
Penurunan rekurensi Ca payudara stadium dini dengan
pemberian terapi hormonal (aromatase inhibitor atau
tamoksifen) setelah 5 tahun mendapat terapi standar
tamoksifen.
Penurunan rekurensi Ca payudara stadium dini dengan
obat osteoporosis golongan bifosfonat, zoledronic acid.
Penurunan rekurensi melanoma yang telah menyebar
dengan pegylated interferon.
Prediksi respon terhadap terapi cetuximab pada Ca
kolorektal dengan mutasi KRAS; manfaat terapi cetux-
imab hanya terlihat pada pasien dengan KRAS normal
(wild-type) dan tidak menunjukkan manfaat pada yang
mengalami mutasi KRAS.
Penurunan risiko Ca ovarium dengan penggunaan kontra-
sepsi oral. Diperkirakan hingga kini penggunaan kontra-
sepsi oral tersebut telah mencegah sekitar 200.000
diagnosis Ca ovarium dan 100.000 kematian di dunia.
Peningkatan insiden Ca kepala dan leher terkait Human
Papilloma Virus, yang mungkin disebabkan peningka-
tan seks oral.
Peningkatan jumlah pasien kanker, yang diperkirakan
meningkat sebesar 55% pada tahun 2020.
Peningkatan risiko penyakit jantung pada pasien kanker
anak yang selamat (survivors), yaitu sekitar 5-10 kali
lipat dibandingkan anak sehat. Sehingga dibutuhkan
pemantauan seumur hidup.
Selain 12 kemajuan utama di bidang onkologi tersebut,
juga terdapat beberapa perkembangan lain yang cukup
penting. Berikut ini di antaranya :
- Approval ixabepilone oleh FDA AS untuk indikasi Ca
payudara stadium lanjut pada pasien yang tidak respon
terhadap
kemoterapi
lain.
- Ditemukan hubungan antara defisiensi vitamin D dengan
outcome pasien Ca payudara yang lebih buruk.
- Peningkatan progression-free survival pasien glioblastoma
dengan penambahan bevacizumab terhadap irinotecan.
- Konfirmasi deficient mismatch repair sebagai petanda
prediktif tentang kurangnya manfaat kemoterapi berbasis
5-FU pada Ca kolon stadium II dan III.
- Peningkatan risiko leukemia pada pasien kanker anak
yang
selamat
(survivors) yang diterapi dengan platinum
dan
etoposide.
- Peningkatan bermakna biaya terapi kanker awal antara
tahun 1991 dan 2002 pada pasien manula dengan
kanker kolon, payudara, prostat, dan paru.
- Manfaat akupuntur dalam mengurani nyeri dan mulut
kering pasca pembedahan kanker kepala dan leher.
Untuk menciptakan penemuan baru lainnya, ASCO juga mem-
buat 2 rekomendasi dalam laporannya tersebut, yaitu :
- Renew the Nation»s Investment in Cancer Research
- Remove Barriers to Clinical Trial Participation. (LHS)
American Society of Clinical Oncology (ASCO) menyoroti kemajuan perkembangan
terapi kanker pada tahun 2008 dan menemukan ada 12 kemajuan mayor di bidang
prevensi, deteksi, dan terapi kanker.
Referensi :
Chustecka, Zosia.ASCO Highlights Major Cancer Advances of 2008 2008. medscape.
www.medscape.com
American Society of Clinical Oncology.Clinical Cancer Advances 2008 Now
Available.2008.www.asco.org
American Society of Clinical Oncology.ASCO Announces Top Cancer Research
Advances of 2008 in Annual Progress Report.2008.www.asco.org
1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
L
aporan mengenai kurangnya efektifitas clopidogrel pada
pasien-pasien tertentu dan penurunan efektifitas clopidogrel
pada pasien-pasien yang diterapi dengan obat-obat golongan
PPI (proton pump inhibitors), mendorong FDA (Food and
Drug Administration) melakukan investigasi terhadap
clopidogrel.
Penelitian memperlihatkan bahwa pasien dengan genetik
tertentu memetabolisme clopidogrel dengan cara berbeda.
Di antara pasien yang diterapi dengan clopidogrel, pasien
carrier dengan fungsi alel CYP2C19 yang menurun memiliki
kadar metabolit aktif clopidogrel yang lebih rendah, gangguan
penghambatan trombosit dan angka kejadian kardivaskular
yang lebih rendah dibandingkan dengan pasien-pasien non-
carrier. Secara spesifik, polimorfisme terhadap gen CYP2C19
diperkirakan terdapat pada 30% pasien berkulit putih, 40%
pasien berkulit hitam dan lebih dari 55% orang Asia Timur.
Penelitian OCLA (Influence of Omeprazole on the Anti-
platelet Action of Clopidogrel Associated to Aspirin) yang
menggunakan vasodilator-stimulated phosphoprotein (VASP)
phosphorylation untuk meneliti efektifitas clopidogrel pada
pasien-pasien yang diterapi menggunakan omeprazole, mem-
perlihatkan bahwa aktifitas clopidogrel terhadap trombosit
berkurang pada pasien-pasien yang diterapi dengan
omeprazole (PPI).
Menunggu hasil penelitian lebih lanjut, FDA memberikan
rekomendasi berkenaan dengan terapi menggunakan
clopidogrel:
· Agar dokter meneruskan pemberian clopidogrel pada pasien
dan pasien harus meneruskan terapi sebagaimana
ditetapkan oleh dokter, karena clopidogrel terbukti
bermanfaat mencegah pembekuan darah yang dapat
mengakibatkan serangan jantung atau stroke.
· Dokter perlu mengevaluasi kembali perlunya memulai
atau melanjutkan terapi dengan PPI pada pasien yang
diterapi dengan clopidogrel.
· Pasien yang sedang diterapi menggunakan clopidogrel
perlu berkonsultasi dengan dokter bila sedang atau
memulai terapi menggunakan PPI. (YYA)
Referensi :
1. FDA. US Food and Drug Administration. Early Communication about an Ongoing
Safety Review of clopidogrel bisulfate (marketed as Plavix). [cited 2009 Jan 28].
Availablefrom:http://www.fda.gov/cder/drug/
early_comm/clopidogrel_bisulfate.htm.
2. Gilard M, Arnaud B, Cornily JC, Le Gal G, Lacut K, Le Calvez G, et al. Influence of
Omeprazole on the Antiplatelet Action of Clopidogrel Associated With Aspirin
The Randomized, Double-Blind OCLA. Omeprazole CLopidogrel Aspirin) Study. J
Am Coll Cardiol 2008; 51: 25660.
3. Journal Watch. FDA Probes Agents Affecting Clopidogrel Response. [citied 2009 Jan 28].
Available from: http://firstwatch.jwatch.org/cgi/content/full/2009/127/1? maxtoshow
=&HITS=&hits=&RESULTFORMAT=&fulltext=clopidogrel\&andorexactfulltext
=and&searchid=1&FIRSTINDEX=0&fdate=1/1/2009&resourcetype=HWCIT
4. Mega JL, Close SL, Wiviott SD, Shen L, Hockett RD, Brandt JT. Cytochrome P-450
Polymorphisms and Response to Clopidogrel. NEJM 2009; 360: 354-62.
Investigasi
dan Rekomendasi
Terapi Clopidogrel
oleh FDA