background image
98
cdk 161/ vol. 35 no. 2 Mar - Apr 2008
Berita Terkini
Kadar vitamin B12 rendah berkaitan dengan
peningkatan risiko iskemi serebral
Menurut para peneliti Jer-
man, kadar plasma vi-
tamin B12 yang rendah,
khususnya dalam kombi-
nasi de ngan kadar folat
yang rendah, berkaitan
dengan peningkatan risiko
stroke
iskemik atau seran-
gan iskemik sementara.
Dr. Cornelia Weikert
dari
German Insti-
tute of Human Nutri-
tion dan koleganya
menyatakan bahwa
beberapa studi pros-
pektif dan intervensi
menunjukkan bahwa
peningkatan kadar
folat dan vitamin B12
akan
menurunkan
kadar homosistein
dalam plasma, yang
merupakan
faktor
risiko untuk infark
miokard dan
stroke.
Para peneliti menguji
efek individual dan kombinasi
kadar folat, vitamin B12, piri-
doksal 5-fosfat dalam plasma
terhadap risiko
stroke iskemik
dan
transient ischemic attack
(TIA) dalam suatu studi kohort
prospektif di Jerman yang meli-
batkan 25.770 subyek berumur
35 dan 65 tahun.
Selama periode
follow up 6 ta-
hun, ada 188 kasus kejadian
iskemi serebral (106 TIA dan
82 dengan
stroke iskemik) dan
pasien-pasien ini dibandingkan
dengan 779 subyek yang be-
bas dari iskemi serebral.
Hubungan terbalik diamati
antara kadar plasma vitamin
B12 dan risiko iskemi sere-
bral. Risiko relatif hampir mi-
rip dalam peningkatan untuk
stroke iskemik dan TIA.
Tim melaporkan bahwa ketika
kombinasi berbagai kadar vita-
min B dianalisis, hanya kombi-
nasi folat dan vitamin B12 yang
rendah (risiko relatif 2.24) yang
secara bermakna berkaitan
dengan risiko iskemi serebro-
vaskular.
Dr. Weikert dan koleganya
menjelaskan bahwa temuan
mereka mendukung studi lebih
lanjut peran vitamin
B12 dalam pence-
gahan primer
stroke.
Namun demikian,
belum jelas apakah
ada subkelompok
orang tertentu yang
mendapat manfaat
dalam suplementasi
vitamin B ini.
Stroke
2007;
38:2912-2918